Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup » 5 CEO Teknologi Ini Dulunya Karyawan Biasa, Sekarang Pimpin Perusahaan Raksasa

5 CEO Teknologi Ini Dulunya Karyawan Biasa, Sekarang Pimpin Perusahaan Raksasa

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Saya selalu tertarik membaca kisah CEO besar, karena hampir semua orang lupa bahwa mereka pun pernah jadi karyawan biasa sebelum nama mereka dikenal dunia. Daftar CEO Index 2026 ini mengingatkan saya lagi soal itu — lima tokoh teknologi yang sekarang memimpin perusahaan bernilai miliaran dolar, ternyata dulu cuma menjalani pekerjaan yang terdengar biasa saja, jauh dari kesan “calon miliarder”.

Jensen Huang: Dari Chip Designer Jadi Bos Perusahaan Terbesar Kedua Dunia

Sebelum mendirikan NVIDIA, Jensen Huang menghabiskan waktu sebagai chip designer di LSI Logic. Posisi ini jauh dari sorotan publik, sekadar pekerjaan teknis di balik layar industri semikonduktor. Huang kemudian mendirikan NVIDIA bersama dua rekannya di sebuah kedai Denny’s tahun 1993, dan perusahaan itu kini bertransformasi menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia — bahkan sempat menempati posisi kedua terbesar global dari sisi kapitalisasi pasar.

William Tanuwijaya: Dulu Jaga Warnet, Sekarang Pimpin Raksasa E-commerce

William Tanuwijaya punya cerita yang menurut saya paling relate buat generasi muda Indonesia. Ia sempat bekerja sebagai penjaga warnet sekaligus software developer sebelum akhirnya mendirikan Tokopedia. Latar belakang sederhana ini justru jadi modal pemahaman langsung soal kebutuhan masyarakat akan akses internet dan perdagangan digital. Tokopedia yang ia bangun kini menjelma jadi salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia, sekaligus mengukuhkan posisi Tanuwijaya sebagai salah satu perintis technopreneur Tanah Air.

Toto Sugiri: Insinyur PT Telkom yang Bangun Bisnis Data Center Terbesar

Toto Sugiri memulai karier sebagai insinyur di PT Telkom, jauh sebelum nama DCI Indonesia dikenal luas. Pengalamannya di sektor telekomunikasi memberi bekal teknis yang matang ketika ia memutuskan merintis bisnis data center sendiri. DCI kini berkembang menjadi perusahaan penyedia data center terbesar di Indonesia, melayani kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat seiring transformasi digital nasional.

Ferry Unardi: Software Engineer Amazon yang Bangun Traveloka

Ferry Unardi sempat meniti karier sebagai software engineer di Amazon sebelum memutuskan pulang ke Indonesia dan mendirikan Traveloka. Pengalamannya bekerja di perusahaan teknologi kelas dunia membentuk standar produk yang ia bawa ke platform pemesanan tiket dan hotelnya sendiri. Traveloka kini mengantongi valuasi sekitar US$3 miliar dan sudah beroperasi di enam negara, jadi salah satu unicorn kebanggaan Asia Tenggara.

Nadiem Makarim: Konsultan McKinsey yang Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja

Nadiem Makarim mengawali karier sebagai konsultan di McKinsey & Company. Pengalaman ini rupanya membekali Nadiem dengan kemampuan analisis bisnis yang matang, terbukti ketika ia mendirikan Gojek dan berhasil menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 3 juta mitra pengemudi di Indonesia. Gojek kemudian berkembang jauh melampaui layanan ojek online, merambah pembayaran digital hingga logistik.

Benang Merah dari Lima Kisah Ini

Kalau saya perhatikan pola dari lima tokoh ini, satu kesamaan yang mencolok adalah: mereka semua pernah bekerja di posisi teknis atau operasional biasa sebelum benar-benar memutuskan membangun sesuatu milik sendiri. Pengalaman kerja itu bukan cuma pengisi CV, tapi jadi fondasi pemahaman mendalam soal industri yang mereka geluti kemudian.

Buat kamu yang masih merasa “cuma karyawan biasa” saat ini, kelima kisah ini menunjukkan bahwa posisi awal karier bukan penentu akhir cerita. Chip designer bisa jadi CEO perusahaan terbesar dunia, penjaga warnet bisa membangun raksasa e-commerce, dan konsultan bisa mendirikan perusahaan yang menghidupi jutaan orang. Yang membedakan bukan titik awalnya, melainkan keberanian mengambil langkah membangun sesuatu yang baru.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaur Keuangan Desa di Kalsel Ditahan, Korupsi Rp646 Juta untuk Gift dan Nyawer TikTok

    Kaur Keuangan Desa di Kalsel Ditahan, Korupsi Rp646 Juta untuk Gift dan Nyawer TikTok

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dari sekian banyak kasus korupsi yang pernah terungkap di Indonesia, kasus ini termasuk yang paling membuat geleng kepala. Seorang aparatur desa berinisial MT — menjabat sebagai Kaur Keuangan Desa Lok Bangkai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan — resmi mendekam di balik jeruji besi sejak Selasa, 23 Juni 2026. Alasan korupsinya? Bukan untuk investasi […]

  • Nanik Sudaryati Badan Gizi Nasional Siapkan Laporan Efisiensi Makan Bergizi Gratis ke Presiden

    Nanik Sudaryati Badan Gizi Nasional Siapkan Laporan Efisiensi Makan Bergizi Gratis ke Presiden

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, bersiap menyampaikan laporan penting terkait efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto sore ini. Rencana pertemuan tersebut sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada siang kemarin. Namun, agenda diskusi itu terpaksa ditunda karena satu dan lain hal. Nanik Sudaryati sempat terpantau tiba di lingkungan Istana Kepresidenan […]

  • Wisata Mandiri ke Pulau Mentawai 2026: Rute, Jadwal Kapal, dan Estimasi Biaya Terbaru

    Wisata Mandiri ke Pulau Mentawai 2026: Rute, Jadwal Kapal, dan Estimasi Biaya Terbaru

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Pulau Mentawai bukan sekadar titik di peta yang menawarkan ombak kelas dunia bagi para peselancar. Wilayah kepulauan yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia ini menyimpan harmoni alam yang sangat magis, hutan hujan yang lebat, serta kearifan lokal Suku Sikerei yang mendunia. Memasuki pertengahan tahun 2026 ini, data kunjungan pelancong mandiri lokal maupun mancanegara ke destinasi […]

  • Mengenal Jenis Kanker Paling Ganas dan Penyebabnya

    Mengenal Jenis Kanker Paling Ganas dan Penyebabnya

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Kanker bukan satu penyakit tunggal. Ada lebih dari 100 jenis kanker yang dikenal dalam dunia medis, masing-masing tumbuh dari jenis sel yang berbeda dan menyerang organ yang berbeda pula. Sebagian tumbuh lambat dan mudah ditangani. Sebagian lain berkembang cepat dan sulit dideteksi sejak awal. Artikel ini merangkum jenis-jenis kanker utama, kanker mana yang tergolong paling […]

  • Anyang-Anyangan: Penyebab dan Bahaya Jika Sering Ditahan-Tahan

    Anyang-Anyangan: Penyebab dan Bahaya Jika Sering Ditahan-Tahan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Anyang-anyangan sering muncul tiba-tiba saat kita sedang sibuk beraktivitas. Rasa ingin kencing datang terus-menerus, tapi urine yang keluar cuma sedikit. Kadang kamu juga merasakan nyeri atau sensasi panas saat berkemih. Banyak orang menganggapnya remeh dan memilih menahannya sampai pekerjaan selesai. Padahal, kebiasaan ini justru bisa memperburuk kondisi yang sedang kamu alami. Dalam istilah medis, […]

  • tanah-karhutla-sulit-padam

    Tanah Karhutla Sulit Padam: Bara Gambut, Bukan Batu Bara?

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Kebaruan. Penyebab utamanya gambut, bukan batu bara. Tanah karhutla di Kalimantan dan Sumatra banyak berupa gambut, yaitu lapisan tanah organik yang bisa menyimpan bara di bawah permukaan. Karena itu, api yang tampak padam di atas sering masih menyala di bawah. Memang ada kasus batu bara yang ikut terbakar di bawah tanah, tetapi itu pengecualian, bukan […]

expand_less