Kebaruan.com Kebakaran lahan sempat melalap kawasan Alun-Alun Barat Surya Kencana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Petugas berhasil menjinakkan api sebelum sempat merambat ke area hutan yang lebih luas. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) langsung mengambil langkah antisipatif dengan menutup seluruh jalur pendakian selama lima hari.
Kronologi Kejadian
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Sadtata Noor Adirahmanta, menjelaskan bahwa laporan awal masuk ke petugas Resor PTN Wilayah Gunung Putri pada pukul 15.15 WIB. Laporan itu datang dari pengelola basecamp setempat. Petugas gabungan dari Kemenhut, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan relawan setempat langsung bergerak ke lokasi begitu mereka menerima laporan tersebut.
Proses pemadaman berlangsung sejak Kamis (6/8). Tim berhasil mengendalikan api sepenuhnya berkat respons cepat di lapangan. “Berkat kesigapan petugas, MMP, dan relawan di lapangan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya,” ujar Sadtata dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Meski begitu, tim tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas tetap bersiaga, memantau, dan menyisir kawasan secara bergiliran selama tiga hari ke depan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemunculan titik api susulan.
Area Terdampak
Berdasarkan pemantauan lapangan, tim memperkirakan luas area yang terbakar mencapai sekitar satu hektare. Api sebagian besar melalap hamparan rumput kering. Sebagian kecil vegetasi berkayu juga ikut terdampak pada radius kurang lebih 5 meter dari kawasan sabana edelweiss menuju arah hutan. Banyak pendaki mengenal sabana ini sebagai salah satu daya tarik utama pendakian Gunung Gede Pangrango, sehingga kejadian ini cukup mengkhawatirkan bagi ekosistem di sekitarnya.
Jalur Pendakian Ditutup 7–11 Agustus
Sebagai langkah pencegahan, Kemenhut menutup sementara seluruh pintu masuk jalur pendakian TNGGP mulai 7 hingga 11 Agustus 2026. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Nomor SE.18 Tahun 2026. Surat edaran tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pun menyetujui penutupan ini. Langkah tersebut diambil untuk memberi ruang bagi proses pemulihan kawasan pascakebakaran sekaligus menjaga keselamatan pendaki.
“Langkah penutupan ini kami ambil demi keselamatan bersama. Bagi para calon pendaki yang sudah melakukan pemesanan untuk tanggal 7 hingga 11 Agustus 2026, pihak Balai Besar TNGGP memfasilitasi pengembalian dana (refund),” kata Sadtata.
Bagi pendaki yang sudah terlanjur memesan tiket di rentang tanggal tersebut, tidak perlu khawatir soal proses refund. BBTNGGP akan mengirim link pengajuan pengembalian dana langsung melalui WhatsApp resmi ke nomor ketua kelompok yang terdaftar saat registrasi.
Pengawasan Tetap Berlanjut
Meski api sudah padam, bukan berarti kewaspadaan ikut mereda. Tim di lapangan terus melakukan penyisiran berkala selama tiga hari. Penyisiran ini bertujuan memastikan tidak ada bara tersisa yang bisa memicu kebakaran susulan. Langkah kehati-hatian ini penting sebab rumput kering di kawasan pegunungan mudah tersulut lagi, apalagi saat cuaca kering dan berangin.
Bagi kamu yang berencana mendaki Gunung Gede Pangrango dalam waktu dekat, ada baiknya memantau informasi resmi dari BBTNGGP sebelum menentukan jadwal. Dengan begitu, penutupan jalur yang masih berlaku tidak akan mengganggu rencana pendakianmu.
