Rusun Subsidi Manggarai Mulai Digarap, Harga Tertinggi Ditetapkan Rp14 Juta per Meter

Jakarta Warga yang mencari hunian terjangkau di Jakarta Selatan bisa bernapas lega. Sebab, proyek rumah susun subsidi Manggarai kini mulai memasuki tahap pembangunan. Bahkan, batas harga jualnya juga sudah punya kepastian.

Harga Tertinggi Sudah Ada Batasnya

Sri Haryati, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, menyebut harga pasti baru muncul setelah konstruksi dimulai. Meski begitu, ia membocorkan batas atasnya lebih dulu, yakni Rp14 juta per meter persegi. Selain itu, pengembang tetap bisa menjual di bawah angka tersebut, tergantung hitungan mereka sendiri.

Angka ini bersumber dari Keputusan Menteri PKP Nomor 23/KPTS/M/2026. Aturan tersebut mengatur harga jual, luas lantai, suku bunga, dan jangka waktu kredit rumah susun. Sebagai catatan, Jakarta Pusat sebenarnya punya harga tertinggi se-Jakarta, yakni Rp14,5 juta per meter persegi. Namun, karena Manggarai masuk wilayah Jakarta Selatan, patokannya jadi sedikit lebih rendah.

Rincian Harga per Tipe Unit

Dengan acuan Rp14 juta per meter persegi tadi, harga maksimal tiap tipe unit sudah bisa dihitung:

  • Tipe 28: Rp392 juta
  • Tipe 36: Rp504 juta
  • Tipe 45: Rp630 juta

Sebagai gambaran, tipe 36 dan 45 menawarkan dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan meja makan. Dengan begitu, tipe ini cocok untuk keluarga kecil yang butuh ruang lebih lega. Di sisi lain, tipe 28 tampil lebih ringkas dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur. Alhasil, pilihan ini pas buat pembeli dengan bujet terbatas.

Blok G Mulai Groundbreaking Lebih Dulu

KAI Properti Management menggarap proyek ini di dua lahan milik PT KAI, yaitu Blok F dan Blok G. Untuk tahap awal, Blok G punya tiga menara: Tower A, Tower B, dan Tower C. Secara rinci, Tower A menampung 418 unit, Tower B 506 unit, dan Tower C 308 unit, sehingga totalnya 1.232 unit. Ketiga menara ini pun mulai groundbreaking bersamaan pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Blok F Menyusul dengan Skala Lebih Besar

Berbeda dengan Blok G, Blok F punya skala jauh lebih besar. Di sana, lima menara akan berdiri sekaligus. Secara berurutan, Tower 1 dan Tower 2 masing-masing 572 unit. Sementara itu, Tower 3 punya 528 unit, Tower 4 sebanyak 308 unit, dan Tower 5 sebanyak 528 unit. Jika ditotal, unit di Blok F kira-kira mencapai 2.508. Adapun pembangunan blok ini dijadwalkan mulai groundbreaking pada September 2026, menyusul Blok G.

Bagi warga yang mengincar hunian dekat Stasiun Manggarai, sebaiknya terus memantau perkembangan proyek ini. Nantinya, pengembang akan mengumumkan harga resmi per unit begitu hitungannya rampung.

[wpcode id=”2237″