Demo Hari Ini: Mahasiswa BEM SI Geruduk DPR Tuntut Pendidikan Gratis
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Kawasan Gedung DPR/MPR RI kembali dipadati massa Demo hari ini. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar demonstrasi di Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026), mulai pukul 13.00 WIB. Mereka membawa tuntutan utama pendidikan gratis bagi seluruh warga negara.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Akhmadi, membenarkan jadwal aksi ini kepada wartawan. “Benar di depan DPR/MPR (ada demonstrasi pukul 13.00 WIB). Jumlah pengamanan gabungan TNI, Polri, Pemda dan Pamdal 3.983 personel,” ujarnya.
Pengamanan Ketat, Hampir 4.000 Personel Dikerahkan
Skala pengamanan demo hari ini tergolong besar. TNI, Polri, Pemda, dan Satuan Pengamanan Dalam (Pamdal) menerjunkan total 3.983 personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi di sekitar kompleks parlemen.
Rekayasa Lalu Lintas, Waspada Gatot Subroto
Demo hari ini berpotensi memicu kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan utama Jakarta Pusat, terutama di sekitar Jalan Gatot Subroto. Polisi menyiapkan rekayasa arus lalu lintas secara situasional. Mereka menyesuaikan langkah ini dengan dinamika dan jumlah massa di lapangan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung,” tutur Akhmadi.
Tuntutan BEM SI: Pendidikan Jadi Hak Fundamental
Lewat akun Instagram resmi @bem_si, aliansi ini mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk mengawal reformasi sektor pendidikan. BEM SI menekankan, akses pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara, bukan privilese segelintir orang.
Aksi hari ini mengangkat isu seputar Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) dan kesejahteraan guru. BEM SI biasanya membawa empat poin utama dalam aksi-aksi sejenis sepanjang 2026. Tuntutan itu mencakup reformasi tata kelola anggaran pendidikan, pemerataan akses pendidikan hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), peningkatan kesejahteraan guru termasuk penyelesaian status guru honorer, serta revisi RUU Sisdiknas dengan melibatkan partisipasi masyarakat sipil.
RUU Sisdiknas Masih Jadi Sorotan
Isu RUU Sisdiknas memang terus bergulir sepanjang tahun ini. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) sempat mengkritik draf RUU tertanggal 8 Juli 2026. Mereka menilai aturan itu belum serius membangun lima pilar tata kelola guru: kompetensi, kesejahteraan, rekrutmen, distribusi, dan perlindungan.
P2G khususnya menyoroti pilar kesejahteraan. Mereka menilai draf RUU masih mencampurkan gaji pokok dengan tunjangan guru, sehingga berpotensi membuka celah pengupahan yang tidak layak.
Bukan Aksi Pertama BEM SI Soal Pendidikan
Demo hari ini melanjutkan rangkaian aksi BEM SI yang konsisten menyuarakan isu pendidikan sepanjang 2026. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026, BEM SI sudah lebih dulu menggelar aksi serupa di kawasan Patung Kuda. Saat itu, mereka membawa 10 tuntutan, termasuk desakan agar pemerintah menghentikan komersialisasi pendidikan berlebihan.
Lima bulan kemudian, BEM SI kembali menggelar demo hari ini. Fakta ini menunjukkan tekanan publik terhadap pembahasan RUU Sisdiknas dan nasib kesejahteraan guru tampaknya belum menemukan titik terang yang memuaskan kalangan mahasiswa dan organisasi pendidik.
- Penulis: Firmansyah
