Kebaruan.com Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat atau GERAM bersiap menggelar aksi unjuk rasa. Lokasinya di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Aliansi ini terdiri dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Mereka mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia sebagai simbol perjuangan aksi kali ini.
Koordinator Aksi GERAM, Ahmad Mixel, menjelaskan aksi ini mulai pukul 14.00 WIB. Ia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk pengawasan langsung masyarakat terhadap pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran DPR RI.
Tuntut Pimpinan DPR Temui Massa Langsung
“Aksi pada 27 Agustus 2026 ini bukan sekadar penyampaian pendapat biasa di jalanan, melainkan bentuk pertanggungjawaban dan pengawasan publik terhadap DPR RI,” kata Mixel dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pimpinan DPR RI turun langsung menemui massa untuk berdialog. Mixel menilai, respons DPR terhadap aksi mahasiswa selama ini kerap berhenti pada komunikasi tanpa tindak lanjut nyata.
“Kami menuntut Ketua dan Wakil Ketua DPR RI hadir langsung menemui massa aksi untuk berdialog secara nyata dan setara, bukan sekadar respons simbolis,” ucap Mixel.
Mixel memperkirakan sekitar 1.000 orang dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil bakal mengikuti aksi ini. Ia menegaskan, GERAM siap menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar kalau tuntutan berdialog dengan pimpinan DPR tidak terpenuhi.
“Jika pimpinan DPR RI tidak bersedia membuka ruang dialog, kami menilai hal tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi rakyat dan kami siap mengonsolidasikan gerakan lanjutan yang jauh lebih besar,” kata Mixel.
Elemen yang Bergabung dalam Aksi
Massa aksi ini datang dari berbagai elemen. Beberapa di antaranya adalah UNUSIA, Universitas Terbuka, Universitas Trilogi, dan Serikat Mahasiswa Indonesia. Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat dan Serikat Tahanan Politik juga ikut bergabung. Sejumlah organisasi kepemudaan dan komunitas masyarakat sipil lainnya turut meramaikan aliansi mahasiswa ini.
10 Tuntutan yang Dibawa GERAM
Dalam aksi tersebut, Aliansi GERAM membawa 10 tuntutan rakyat. Berikut rinciannya:
- Adili Prabowo-Gibran — menuntut pertanggungjawaban politik dan hukum atas kebijakan yang mereka nilai memperluas militerisme, memperlemah demokrasi, serta memperbesar ketimpangan ekonomi.
- Hentikan KDMP dan MBG — menuntut penghentian dan evaluasi menyeluruh terhadap program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis, khususnya soal transparansi anggaran dan potensi patronase politik.
- Hentikan kebijakan pajak yang menindas rakyat — menolak pajak yang mereka nilai membebani masyarakat miskin dan pekerja, serta mendorong sistem pajak progresif bagi pemilik modal besar.
- Wujudkan pendidikan dan kesehatan gratis, ilmiah, serta berkualitas — menolak komersialisasi kampus dan pemangkasan anggaran layanan dasar publik.
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan naikkan upah buruh — mendesak pengendalian harga barang kebutuhan pokok serta jaminan upah layak bagi buruh.
- Tetapkan bencana di Sumatra dan NTT sebagai bencana nasional — mendorong percepatan mobilisasi bantuan nasional dan pemulihan bagi wilayah terdampak.
- Jamin dan penuhi hak-hak pekerja rumah tangga — mendorong regulasi yang memberikan perlindungan hukum efektif, upah layak, dan jam kerja manusiawi bagi PRT.
- Laksanakan demiliterisasi dan hentikan pembangunan batalyon — menolak perluasan peran militer di ruang sipil serta menegaskan prinsip supremasi sipil.
- Hentikan kriminalisasi aktivis dan bebaskan seluruh tahanan politik — menolak kriminalisasi terhadap pejuang HAM, agraria, buruh, dan pihak yang menyampaikan ekspresi demokratis.
- Sita seluruh aset koruptor — menuntut koruptor dipenjara dan aset hasil kejahatan korupsi dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan, dan pemulihan bencana.
Konteks Aksi Serupa di Berbagai Daerah
Aksi ini muncul di tengah rangkaian demonstrasi yang juga terjadi di sejumlah daerah lain, termasuk Pati. Laporan menyebut aksi di Pati berlangsung damai dengan tujuan menyampaikan aspirasi warga setempat. Rangkaian aksi ini menunjukkan sesuatu yang penting. Isu-isu yang GERAM bawa turut beririsan dengan keresahan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Sampai berita ini terbit, pihak DPR belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan aliansi mahasiswa untuk bertemu langsung dengan pimpinan DPR. Publik masih menunggu perkembangan lebih lanjut menjelang pelaksanaan aksi pada 27 Agustus 2026.
