Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Sekolah Menolak MBG Boleh Dilakukan Jika Alasan Ini Terpenuhi, Ini Kata BGN

Sekolah Menolak MBG Boleh Dilakukan Jika Alasan Ini Terpenuhi, Ini Kata BGN

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Sekolah menolak MBG ternyata bukan hal yang dilarang pemerintah, asal alasannya masuk akal dan jelas. Badan Gizi Nasional secara terbuka menegaskan, program Makan Bergizi Gratis sifatnya sukarela, bukan kewajiban yang mengikat setiap satuan pendidikan. Penegasan ini muncul setelah sejumlah sekolah di berbagai daerah memilih tidak ikut program tersebut, mulai dari Banyuwangi sampai Nusa Tenggara Barat.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan hal ini secara langsung. Menurutnya, tidak boleh ada pemaksaan maupun intimidasi dari kepala SPPG atau instansi mana pun terhadap sekolah yang enggan bergabung. Berikut penjelasan lengkap soal alasan yang bisa dipakai sekolah untuk menolak program ini.

Alasan Pertama: Kebutuhan Gizi Siswa Sudah Tercukupi

BGN menyebut sekolah elite dengan siswa dari keluarga mampu punya alasan kuat untuk menolak MBG. Sekolah semacam ini biasanya sudah punya sistem katering mandiri atau kantin yang memadai bagi kebutuhan gizi harian siswanya. Nanik menegaskan, penolakan dengan alasan ini sama sekali tidak masalah bagi pemerintah.

Kasus nyata terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Beberapa sekolah elite dengan ribuan siswa menolak MBG, bahkan setelah kepala SPPG setempat meminta bantuan Danramil dan Kapolsek untuk membujuk mereka. BGN akhirnya menegaskan, pendekatan semacam itu justru keliru, karena penerimaan MBG memang tidak boleh dipaksakan lewat jalur apa pun.

Alasan Kedua: Kekhawatiran Soal Keamanan dan Kualitas Makanan

Rentetan kasus keracunan massal jadi alasan kuat lain bagi sekolah untuk menolak atau bahkan mengembalikan paket MBG yang sudah diterima. Data BGN mencatat 96 kejadian luar biasa terkait MBG sepanjang Januari sampai Februari 2026 saja, dengan 22 kasus terjadi di Jawa Tengah.

SMP Negeri 1 Tayu jadi salah satu contoh konkret. Sekolah ini mengembalikan dua jenis paket MBG untuk 900 siswanya, setelah nasi ketan yang diterima dalam kondisi tidak layak konsumsi. Kepala sekolah bahkan mengaku sudah mengajukan komplain ke SPPG lebih dari 10 kali sebelum akhirnya memutuskan mengembalikan paket makanan tersebut.

Alasan Ketiga: SPPG Bermasalah dan Belum Memenuhi Standar

BGN sendiri mengakui banyak SPPG belum memenuhi standar operasional yang layak. Beberapa penyebab kejadian luar biasa mencakup dapur dengan kualitas di bawah standar, Instalasi Pengolahan Air Limbah yang belum terbangun, sampai sertifikasi laik higiene sanitasi yang belum kelar diurus.

Sedikitnya 22 SPPG di Jawa Tengah bahkan sempat dihentikan sementara operasionalnya untuk investigasi dan evaluasi. Sekolah tentu punya alasan kuat menolak MBG kalau SPPG di wilayahnya masuk kategori bermasalah semacam ini, demi melindungi keselamatan siswa.

Program Ini Tetap Diarahkan ke Kelompok yang Lebih Membutuhkan

Penolakan dari sekolah elite justru membuka ruang bagi BGN mengalihkan sasaran program ke kelompok yang lebih membutuhkan. Pesantren kecil, anak putus sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita jadi prioritas penerima manfaat berikutnya.

Koordinator Wilayah BGN NTB, Eko Prasetyo, menyebut pendekatan ini lebih masuk akal dibanding memaksakan distribusi ke sekolah yang jelas-jelas menolak. Daripada makanan terbuang percuma, alokasi tersebut lebih baik dialihkan ke pihak yang benar-benar membutuhkan asupan gizi tambahan.

Bagaimana Prosedur Penolakan yang Benar

Penolakan sekolah terhadap MBG idealnya disampaikan secara resmi lewat komunikasi langsung dengan pihak SPPG atau BGN setempat, bukan sekadar menolak diam-diam di lapangan. Berikut beberapa langkah yang bisa ditempuh sekolah:

  • Sampaikan alasan penolakan secara tertulis kepada kepala SPPG setempat
  • Laporkan kondisi makanan bermasalah lewat jalur komplain resmi, sertakan bukti foto jika memungkinkan
  • Koordinasikan dengan dinas pendidikan setempat kalau penolakan berkaitan dengan kebijakan sekolah secara keseluruhan
  • Pastikan keputusan penolakan sudah dikomunikasikan ke orang tua siswa, supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman

Bukan Sekadar Menolak Tanpa Alasan

BGN menegaskan, penolakan sekolah tidak sama dengan sikap tidak mendukung program pemerintah. Selama alasannya jelas, entah karena kebutuhan gizi sudah tercukupi maupun kekhawatiran soal keamanan pangan, penolakan tersebut sah-sah saja dilakukan.

Orang tua dan pihak sekolah tetap disarankan mengedepankan komunikasi terbuka dengan SPPG sebelum mengambil keputusan final. Dengan begitu, hak siswa mendapat asupan gizi tetap terjaga, sekaligus keselamatan mereka tidak dikorbankan demi mengejar target distribusi semata.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik Anggaran MBG: Menkeu Sebut Ada Pemangkasan, BGN Bantah

    Polemik Anggaran MBG: Menkeu Sebut Ada Pemangkasan, BGN Bantah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Anggaran MBG kini menjadi pusat perhatian publik setelah muncul pernyataan yang tidak selaras antara Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional (BGN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya langkah efisiensi berupa pemotongan dana sebesar Rp67 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Menurut penjelasan Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, proyeksi […]

  • MotoGP Mandalika 2026 Digelar Oktober, MGPA Mulai Matangkan Lintasan dan Fasilitas

    MotoGP Mandalika 2026 Digelar Oktober, MGPA Mulai Matangkan Lintasan dan Fasilitas

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 203
    • 0Komentar

    LOMBOK – Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 akan kembali digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026. Jadwal tersebut telah tercantum dalam kalender resmi MotoGP 2026. Seri Indonesia dijadwalkan menjadi putaran ke-17 dari rangkaian kejuaraan dunia MotoGP musim ini. Menjelang penyelenggaraan ajang balap motor dunia tersebut, […]

  • Demo Hari Ini: Mahasiswa BEM SI Geruduk DPR Tuntut Pendidikan Gratis

    Demo Hari Ini: Mahasiswa BEM SI Geruduk DPR Tuntut Pendidikan Gratis

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Kebaruan. Kawasan Gedung DPR/MPR RI kembali dipadati massa Demo hari ini. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar demonstrasi di Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026), mulai pukul 13.00 WIB. Mereka membawa tuntutan utama pendidikan gratis bagi seluruh warga negara. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Akhmadi, membenarkan jadwal aksi ini kepada wartawan. “Benar […]

  • Perampasan Aset: Apa Saja yang Bisa Disita Negara dari Koruptor?

    Perampasan Aset: Apa Saja yang Bisa Disita Negara dari Koruptor?

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Perampasan aset jadi topik yang ramai orang bicarakan belakangan ini. DPR berkomitmen mengesahkan RUU-nya paling lambat Desember 2026. Tapi banyak orang masih bertanya-tanya, sebenarnya aset apa saja sih yang negara bisa rampas lewat regulasi ini? Jawabannya ternyata lebih luas dari sekadar rumah mewah atau mobil hasil korupsi yang sering muncul di berita. Kepala Badan […]

  • Mengapa Turis Arab Memilih Puncak Bogor Sebagai Destinasi Liburan Favorit?

    Mengapa Turis Arab Memilih Puncak Bogor Sebagai Destinasi Liburan Favorit?

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Turis Arab memang punya daya tarik tersendiri dengan kawasan Puncak, Bogor. Sejak era 1990-an, wisatawan dari Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, hingga Qatar rutin menjadikan wilayah ini sebagai destinasi utama mereka. Bahkan, salah satu area di Cisarua mendapat julukan “Kampung Arab” karena banyaknya Turis Arab yang menetap sementara di sana. Tidak jarang, beberapa di antara […]

  • Daftar Kabinet Merah Putih Terbaru: 49 Kementerian dan Nama Menterinya

    Daftar Kabinet Merah Putih Terbaru: 49 Kementerian dan Nama Menterinya

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Kebaruan. Siapa saja yang sekarang duduk di Kabinet Merah Putih? Pertanyaan itu wajar muncul, sebab Prabowo Subianto sudah merombak susunannya tujuh kali sejak Oktober 2024. Reshuffle terbaru pada 1 Oktober 2026 menaikkan jumlah kementerian dari 48 menjadi 49. Berikut nama-nama aktif per 31 Oktober 2026, dikelompokkan per bidang agar mudah dicari. Ringkasan jumlah Kabinet Merah […]

expand_less