Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Sekolah Menolak MBG Boleh Dilakukan Jika Alasan Ini Terpenuhi, Ini Kata BGN

Sekolah Menolak MBG Boleh Dilakukan Jika Alasan Ini Terpenuhi, Ini Kata BGN

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Sekolah menolak MBG ternyata bukan hal yang dilarang pemerintah, asal alasannya masuk akal dan jelas. Badan Gizi Nasional secara terbuka menegaskan, program Makan Bergizi Gratis sifatnya sukarela, bukan kewajiban yang mengikat setiap satuan pendidikan. Penegasan ini muncul setelah sejumlah sekolah di berbagai daerah memilih tidak ikut program tersebut, mulai dari Banyuwangi sampai Nusa Tenggara Barat.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan hal ini secara langsung. Menurutnya, tidak boleh ada pemaksaan maupun intimidasi dari kepala SPPG atau instansi mana pun terhadap sekolah yang enggan bergabung. Berikut penjelasan lengkap soal alasan yang bisa dipakai sekolah untuk menolak program ini.

Alasan Pertama: Kebutuhan Gizi Siswa Sudah Tercukupi

BGN menyebut sekolah elite dengan siswa dari keluarga mampu punya alasan kuat untuk menolak MBG. Sekolah semacam ini biasanya sudah punya sistem katering mandiri atau kantin yang memadai bagi kebutuhan gizi harian siswanya. Nanik menegaskan, penolakan dengan alasan ini sama sekali tidak masalah bagi pemerintah.

Kasus nyata terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Beberapa sekolah elite dengan ribuan siswa menolak MBG, bahkan setelah kepala SPPG setempat meminta bantuan Danramil dan Kapolsek untuk membujuk mereka. BGN akhirnya menegaskan, pendekatan semacam itu justru keliru, karena penerimaan MBG memang tidak boleh dipaksakan lewat jalur apa pun.

Alasan Kedua: Kekhawatiran Soal Keamanan dan Kualitas Makanan

Rentetan kasus keracunan massal jadi alasan kuat lain bagi sekolah untuk menolak atau bahkan mengembalikan paket MBG yang sudah diterima. Data BGN mencatat 96 kejadian luar biasa terkait MBG sepanjang Januari sampai Februari 2026 saja, dengan 22 kasus terjadi di Jawa Tengah.

SMP Negeri 1 Tayu jadi salah satu contoh konkret. Sekolah ini mengembalikan dua jenis paket MBG untuk 900 siswanya, setelah nasi ketan yang diterima dalam kondisi tidak layak konsumsi. Kepala sekolah bahkan mengaku sudah mengajukan komplain ke SPPG lebih dari 10 kali sebelum akhirnya memutuskan mengembalikan paket makanan tersebut.

Alasan Ketiga: SPPG Bermasalah dan Belum Memenuhi Standar

BGN sendiri mengakui banyak SPPG belum memenuhi standar operasional yang layak. Beberapa penyebab kejadian luar biasa mencakup dapur dengan kualitas di bawah standar, Instalasi Pengolahan Air Limbah yang belum terbangun, sampai sertifikasi laik higiene sanitasi yang belum kelar diurus.

Sedikitnya 22 SPPG di Jawa Tengah bahkan sempat dihentikan sementara operasionalnya untuk investigasi dan evaluasi. Sekolah tentu punya alasan kuat menolak MBG kalau SPPG di wilayahnya masuk kategori bermasalah semacam ini, demi melindungi keselamatan siswa.

Program Ini Tetap Diarahkan ke Kelompok yang Lebih Membutuhkan

Penolakan dari sekolah elite justru membuka ruang bagi BGN mengalihkan sasaran program ke kelompok yang lebih membutuhkan. Pesantren kecil, anak putus sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita jadi prioritas penerima manfaat berikutnya.

Koordinator Wilayah BGN NTB, Eko Prasetyo, menyebut pendekatan ini lebih masuk akal dibanding memaksakan distribusi ke sekolah yang jelas-jelas menolak. Daripada makanan terbuang percuma, alokasi tersebut lebih baik dialihkan ke pihak yang benar-benar membutuhkan asupan gizi tambahan.

Bagaimana Prosedur Penolakan yang Benar

Penolakan sekolah terhadap MBG idealnya disampaikan secara resmi lewat komunikasi langsung dengan pihak SPPG atau BGN setempat, bukan sekadar menolak diam-diam di lapangan. Berikut beberapa langkah yang bisa ditempuh sekolah:

  • Sampaikan alasan penolakan secara tertulis kepada kepala SPPG setempat
  • Laporkan kondisi makanan bermasalah lewat jalur komplain resmi, sertakan bukti foto jika memungkinkan
  • Koordinasikan dengan dinas pendidikan setempat kalau penolakan berkaitan dengan kebijakan sekolah secara keseluruhan
  • Pastikan keputusan penolakan sudah dikomunikasikan ke orang tua siswa, supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman

Bukan Sekadar Menolak Tanpa Alasan

BGN menegaskan, penolakan sekolah tidak sama dengan sikap tidak mendukung program pemerintah. Selama alasannya jelas, entah karena kebutuhan gizi sudah tercukupi maupun kekhawatiran soal keamanan pangan, penolakan tersebut sah-sah saja dilakukan.

Orang tua dan pihak sekolah tetap disarankan mengedepankan komunikasi terbuka dengan SPPG sebelum mengambil keputusan final. Dengan begitu, hak siswa mendapat asupan gizi tetap terjaga, sekaligus keselamatan mereka tidak dikorbankan demi mengejar target distribusi semata.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Lengkap Wisata ke Pulau Tidung 2026: Rute Laut, Transportasi Umum, dan Estimasi Budget Terbaru

    Panduan Lengkap Wisata ke Pulau Tidung 2026: Rute Laut, Transportasi Umum, dan Estimasi Budget Terbaru

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pulau Tidung menawarkan pelarian tropis yang sempurna bagi warga Jakarta dan sekitarnya tanpa perlu menghabiskan waktu berhari-hari di perjalanan. Menjadi salah satu ikon terbesar di gugusan Kepulauan Seribu, destinasi ini terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Tidung Besar yang padat aktivitas dan Tidung Kecil yang berfungsi sebagai area konservasi mangrove. Data kunjungan dari Dinas Pariwisata […]

  • Komisi Pemberantasan Korupsi Tangkap 5 ASN BPK, Diduga Terkait Suap Pemkab Muara Enim

    Komisi Pemberantasan Korupsi Tangkap 5 ASN BPK, Diduga Terkait Suap Pemkab Muara Enim

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pihak di Sumatera Selatan. Kali ini, lembaga antirasuah tersebut melakukan operasi penangkapan terhadap lima aparatur sipil negara (ASN) yang berasal dari lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Langkah tersebut menjadi kelanjutan dari operasi tangkap tangan yang sebelumnya dilakukan di Kabupaten Muara Enim. Dalam […]

  • Rekomendasi Tablet 1 Jutaan Terbaik 2026: Spek Anti Lemot

    Rekomendasi Tablet 1 Jutaan Terbaik 2026: Spek Anti Lemot

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Tablet 1 jutaan terbaik kini bukan lagi sekadar impian bagi konsumen yang menginginkan gawai murah berkinerja tinggi di tahun 2026. Standardisasi industri gadget global telah bergeser secara masif, memaksa para produsen menyematkan spesifikasi premium pada segmen harga ekonomis. Anda tidak perlu lagi memaklumi layar buram atau performa sistem yang tersendat-sendat seperti beberapa tahun lalu. […]

  • Seruan Aksi BEM UI 18 Agustus 2026 Disiapkan, Mahasiswa Diminta Berkumpul di FISIP UI

    Seruan Aksi BEM UI 18 Agustus 2026 Disiapkan, Mahasiswa Diminta Berkumpul di FISIP UI

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Dalam poster BEM UI , kegiatan itu membawa tema “Seruan Aksi #MerebutKemerdekaan”. Informasi tersebut juga mencantumkan Departemen Aksi dan Propaganda sebagai bagian yang menggelar seruan. Jadwal Aksi BEM UI 18 Agustus 2026 Poster mencantumkan beberapa informasi penting bagi mahasiswa yang ingin mengikuti agenda tersebut. Hari: Selasa, 18 Agustus 2026 Waktu: 10.00 WIB Titik kumpul: Lapangan […]

  • Harga Emas Antam Selasa 14 Juli 2026 Anjlok Rp20.000, Terendah Dalam Dua Pekan Terakhir

    Harga Emas Antam Selasa 14 Juli 2026 Anjlok Rp20.000, Terendah Dalam Dua Pekan Terakhir

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Koreksi harga emas Antam berlanjut dan kali ini cukup dalam untuk dicermati serius. Per Selasa, 14 Juli 2026 pukul 08.30 WIB, harga emas batangan Antam turun Rp20.000 dari posisi kemarin Rp2.635.000 menjadi Rp2.615.000 per gram untuk harga dasar. Ini level terendah yang emas Antam sentuh dalam dua pekan terakhir — jauh dari puncak Rp2.670.000 […]

  • Said Iqbal Usul Pajak JHT Jadi 0 Persen ke Menkeu Purbaya, Ini Alasan dan Dampaknya

    Said Iqbal Usul Pajak JHT Jadi 0 Persen ke Menkeu Purbaya, Ini Alasan dan Dampaknya

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, melempar usulan yang langsung menarik perhatian publik. Ia meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar menghapus pajak Jaminan Hari Tua (JHT) — atau menetapkan tarifnya menjadi 0 persen. Bukan hanya JHT. Said Iqbal juga mengusulkan pembebasan pajak untuk pesangon, jaminan pensiun, dan Tunjangan Hari […]

expand_less