Penipuan Pasobis, Modus Digital yang Bikin Resah Warga Sulawesi Selatan
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Istilah Pasobis belakangan santer terdengar, terutama di kalangan warganet Sulawesi Selatan. Bagi yang belum familiar, wajar bila muncul pertanyaan: sebenarnya apa itu Pasobis dan kenapa namanya begitu meresahkan?
Secara sederhana, Pasobis adalah sebutan untuk modus penipuan siber yang beroperasi secara daring melalui telepon, SMS, maupun internet. Istilah ini lahir dan populer di tengah masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya wilayah Sidrap, yang paling sering jadi sasaran empuk para pelaku. Antara News Makassar
Asal Usul Nama Pasobis
Menarik untuk diketahui, nama Pasobis ternyata punya makna tersendiri. Secara etimologis, kata “sobis” merupakan akronim dari sosial dan bisnis, merujuk pada bentuk manipulasi yang memanfaatkan hubungan sosial. Jadi, pelaku Pasobis tak sekadar menipu lewat teknologi canggih, tapi lebih mengandalkan kelihaian memainkan sisi emosional dan kepercayaan korban. Redaksibaru
Fenomena ini juga membuktikan bahwa kejahatan digital tak melulu dilakukan sindikat besar atau peretas internasional, sebab kelompok kecil pun bisa menjalankannya asalkan pandai memanipulasi kepercayaan orang lewat pola komunikasi yang familiar di lingkup lokal. Tribun-timur.com
Cara Kerja Pelaku Pasobis
Modus operandi Pasobis cukup beragam, namun mengikuti pola yang mirip. Umumnya, pelaku menghubungi korban lewat telepon atau pesan singkat dengan iming-iming hadiah, peluang bisnis, atau lowongan kerja menggiurkan dari perusahaan fiktif.
Yang bikin merinding, para pelaku kerap beraksi pada malam hari untuk mengganggu psikologis korban agar lebih mudah memberikan data pribadi serta mentransfer uang lewat dompet digital atau mobile banking. Timing ini bukan kebetulan — saat kondisi mental sedang lengah, korban jadi lebih gampang terpancing. Kumparan
Ada pula variasi modus lain yang tak kalah licik. Sebagian kelompok Pasobis menawarkan produk dengan harga sangat murah lewat media sosial, seperti ponsel dan barang elektronik lainnya, namun setelah korban mentransfer uang, barang yang dijanjikan tak pernah sampai. Kerugian dari kasus semacam ini bahkan pernah menembus angka miliaran rupiah. Iainpare
Modus lain yang juga marak: pelaku menyamar dengan identitas palsu dan merancang narasi manipulatif, mulai dari tawaran kerja, skema investasi fiktif, hingga permintaan bantuan mendesak yang sebenarnya tidak benar. Bahkan ada kasus pelaku mengaku sebagai petugas pajak untuk menakut-nakuti korban soal tunggakan fiktif. Redaksibaru
Kenapa Pasobis Sulit Diberantas?
Menurut para ahli, pola kerja Pasobis punya kemiripan dengan teknik social engineering atau rekayasa sosial. Pelaku pintar membaca celah psikologis korban, lalu memanfaatkannya untuk menggali data pribadi maupun menguras rekening.
Kasus ini bahkan sempat menyeret nama oknum aparat. Polda Sulawesi Selatan tercatat menindaklanjuti dugaan keterlibatan anggota Polri yang diduga menerima setoran dari hasil kejahatan Pasobis, menyusul penangkapan sindikat oleh Polda Jawa Barat di Sidrap. Temuan ini memicu sorotan publik lantaran muncul dugaan sindikat bisa leluasa beraksi karena ada “backing” dari oknum berseragam. Antara News Makassar
Skala kasusnya pun tak main-main. Di Sidrap saja, operasi penindakan pernah menjaring 56 terduga pelaku sekaligus, dengan jeratan Pasal 282 KUHP. Angka ini menegaskan bahwa Pasobis bukan sekadar tren obrolan TikTok, melainkan kejahatan terorganisir dengan jaringan luas. Iainpare
Tips Menghindari Jebakan Pasobis
Supaya tidak jadi korban berikutnya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Jangan panik saat menerima kabar mendadak, apalagi malam hari. Pelaku sengaja memanfaatkan momen ini agar korban tidak berpikir jernih.
- Konfirmasi ulang ke pihak terkait sebelum mempercayai informasi soal hadiah, tunggakan pajak, atau kabar duka yang tiba-tiba.
- Jangan mudah membagikan data pribadi, termasuk nomor rekening, OTP, atau kode verifikasi ke pihak yang tidak dikenal.
- Waspadai harga barang yang terlalu murah dari toko online tak jelas asal-usulnya.
- Laporkan ke pihak berwajib bila menerima kontak mencurigakan yang mengarah ke indikasi penipuan.
Fenomena Pasobis jadi pengingat bahwa kejahatan siber tak selalu butuh teknologi rumit — cukup dengan memanfaatkan rasa percaya dan kelengahan korban, kerugian besar sudah bisa terjadi. Kewaspadaan tetap jadi benteng pertama sebelum data dan uang raib ke tangan yang salah.
- Penulis: Firmansyah
