Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sudaryono Ungkap Penyebab Utama Keracunan MBG Selama 50 Hari Menjabat

Sudaryono Ungkap Penyebab Utama Keracunan MBG Selama 50 Hari Menjabat

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Sudaryono buka suara soal deretan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis sejak dirinya menjabat Kepala Badan Gizi Nasional. Ia menggantikan Nanik S Deyang di posisi tersebut. Sudaryono mengakui kasus gangguan kesehatan akibat MBG terjadi sangat banyak selama 50 hari masa kepemimpinannya. Pengakuan ini ia sampaikan langsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut Sudaryono, penyebab utamanya sudah jelas: kerusakan bahan makanan. Lauk dan sayur jadi dua komponen paling rentan busuk sebelum sempat diolah. Berikut penjelasan lengkap soal akar masalah ini, sekaligus langkah perbaikan yang sudah BGN lakukan.

Protein Hewani Jadi Sumber Masalah Terbesar

Sudaryono menjelaskan, lauk dalam menu MBG memang didominasi protein hewani. Ayam, telur, ikan, dan daging jadi bahan utama yang paling sering diolah dapur SPPG setiap hari. Bahan-bahan ini pula yang paling gampang rusak kalau penanganannya tidak tepat sejak awal.

Ia menegaskan pentingnya setiap dapur menentukan bahan baku secara benar sejak proses pembelian. Menurutnya, teknik memasak sebaik apa pun tidak akan menyelamatkan hasil akhir kalau bahan bakunya sudah busuk duluan. Logikanya sederhana: bahan rusak menghasilkan makanan yang tetap berbahaya, apa pun cara pengolahannya.

BGN Bangun Sistem Marketplace Bahan Baku

Sudaryono mengungkap solusi konkret yang sedang BGN garap. Lembaganya kini menerapkan sistem absensi penerimaan barang di setiap dapur SPPG. Selain itu, BGN tengah membangun semacam marketplace khusus untuk bahan baku protein hewani.

Tujuan marketplace ini jelas: memastikan kualitas bahan baku benar-benar sesuai standar, dengan harga yang wajar tanpa mark up. Sudaryono menyoroti praktik curang yang sering terjadi, di mana dapur memesan bahan kualitas A tapi yang datang justru kualitas D. Sistem baru ini diharapkan menutup celah kecurangan semacam itu.

Dapur Bermasalah Sudah Ditutup dan Pekerja Dicopot

Sudaryono mengeklaim BGN sudah menutup dapur-dapur yang bekerja tidak sesuai prosedur. Pekerja dan kepala dapur yang terbukti tidak kompeten pun sudah dicopot dari posisinya. Langkah tegas ini terus berlanjut seiring proses evaluasi menyeluruh yang masih berjalan.

BGN sudah memeriksa hampir setengah dari total dapur SPPG di seluruh Indonesia. Sekitar 13.000 sampai 14.000 dapur dinyatakan memenuhi standar operasional. Sisanya, hampir separuh dari total dapur, masih dalam proses pemeriksaan lanjutan.

Sanksi Bertingkat bagi Dapur yang Tidak Memenuhi Syarat

BGN menerapkan sistem sanksi bertahap bagi dapur bermasalah. Dapur yang tidak memenuhi syarat langsung kena suspend sementara. Kalau dapur tersebut tidak kunjung memperbaiki diri setelah masa suspend, BGN akan menutupnya secara permanen.

Pendekatan bertahap ini memberi kesempatan perbaikan, tapi tetap tegas bagi dapur yang terus melanggar standar keamanan pangan. Sudaryono menegaskan proses evaluasi dan penindakan ini akan terus berjalan, bukan cuma respons sesaat setelah kasus viral.

Kenapa Pengakuan Ini Penting bagi Publik

Keterbukaan Sudaryono soal akar masalah keracunan MBG jadi langkah maju dibanding sekadar menutupi masalah. Publik jadi tahu persis di mana letak kelemahan sistem selama ini, mulai dari kualitas bahan baku sampai lemahnya pengawasan di tingkat dapur. Informasi ini penting bagi orang tua siswa yang ingin memantau perkembangan perbaikan program MBG ke depannya.

Bagi keluarga yang anaknya menerima manfaat MBG, tetap penting mengawasi kondisi makanan yang diterima anak setiap hari. Laporkan segera ke pihak sekolah atau SPPG setempat kalau menemukan tanda-tanda makanan tidak layak konsumsi, sebelum berujung pada kasus keracunan yang lebih luas.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Cerdas Hadapi Kuota Haji 2026: Fakta Terbaru dan Persiapan Realistis

    Strategi Cerdas Hadapi Kuota Haji 2026: Fakta Terbaru dan Persiapan Realistis

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bagi banyak dari kita, melihat status “Estimasi Keberangkatan” di aplikasi Pusaka Kemenag adalah rutinitas yang penuh harap sekaligus mendebarkan. Per hari ini, 19 April 2026, dinamika kuota haji global sedang mengalami penyesuaian signifikan pasca-evaluasi besar-besaran musim sebelumnya. Jika Anda berharap ada keajaiban antrean mendadak maju 10 tahun, mari kita bicara jujur: itu sulit. Namun, […]

  • Update Harga Emas Hari Ini dan Analisis Pergerakan Saham Antam per 8 Mei 2026

    Update Harga Emas Hari Ini dan Analisis Pergerakan Saham Antam per 8 Mei 2026

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kabar terbaru dari pasar komoditas menunjukkan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk mengalami penurunan tipis pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Penurunan harga logam mulia ini tentu menjadi perhatian bagi para investor yang juga memantau pergerakan saham Antam di Bursa Efek Indonesia. Secara historis, fluktuasi harga emas dunia sering kali memberikan sentimen […]

  • 5 Pantai dan Pulau di Papua yang Keindahannya Susah Dicari Tandingan

    5 Pantai dan Pulau di Papua yang Keindahannya Susah Dicari Tandingan

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Papua sering dianggap sebagai destinasi yang jauh dan sulit dijangkau, padahal justru di situlah letak pesonanya. Sebagai pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland, wilayah ini menyimpan pantai dan gugusan pulau yang keindahannya belum banyak terjamah tangan manusia. Berikut 5 pilihan yang layak masuk daftar liburan Anda berikutnya. 1. Raja Ampat Nama Raja Ampat […]

  • Ketentuan Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan: Tidak Semua Kena PPh

    Ketentuan Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan: Tidak Semua Kena PPh

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memberikan penjelasan penting bahwa tidak semua pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan wajib dikenakan Pajak Penghasilan (PPh). Ketentuan perpajakan atas pencairan dana ini sangat bergantung pada cara serta waktu pengambilan manfaat oleh peserta. Aturan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri […]

  • Waspada Mata Elang di Jalan: Tips Menghindari dan Cara Menghadapinya

    Waspada Mata Elang di Jalan: Tips Menghindari dan Cara Menghadapinya

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Fenomena “mata elang” atau penagih utang lapangan sering kali meresahkan para pengguna kendaraan bermotor. Mereka biasanya mengincar kendaraan yang menunggak cicilan kredit dengan cara membuntuti pengendara secara diam-diam. Anda tentu tidak ingin mengalami situasi tidak nyaman ini saat sedang berkendara. Berikut adalah beberapa langkah preventif yang bisa Anda lakukan agar tetap aman di jalan. […]

  • Persib Bandung Juara Super League, Cetak Rekor Hat-trick Beruntun

    Persib Bandung Juara Super League, Cetak Rekor Hat-trick Beruntun

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pesta pora suporter setia membiru memenuhi seluruh sudut tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada akhir pekan ini. Pasukan Persib Bandung sukses mengunci gelar juara kasta tertinggi sepak bola nasional setelah melakoni laga pekan terakhir yang menegangkan. Menjamu Persijap Jepara pada Sabtu (23/5), tim tuan rumah menyudahi pertandingan sengit ini dengan skor kacamata 0-0. […]

expand_less