Kapal Virgo: 57 Korban Masih Tahap Pencarian, Basarnas Kerahkan 1.000 Lebih Personel
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Pencarian korban Kapal Virgo belum juga tuntas. Memasuki hari ke-18 operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Rabu (30/9/2026), Basarnas mencatat 57 korban dari kecelakaan KM Virgo Transport 8 masih berstatus hilang di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Dari total 243 orang dalam manifes kapal, tim SAR gabungan sudah menemukan 186 orang. Rinciannya, 108 orang selamat dan 78 orang meninggal dunia.
1.041 Personel dan 63 Penyelam Diterjunkan
Basarnas tidak main-main dalam mengerahkan kekuatan pencarian. Pada hari ke-18 ini, tim SAR gabungan menurunkan 1.041 personel, 11 kapal untuk unsur laut, 3 helikopter, 42 ambulans, dan 63 penyelam untuk mendukung pencarian di bawah permukaan laut.
Meski begitu, operasi penyelaman hari ini belum membuahkan hasil tambahan. Tim penyelam gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan unsur SAR lainnya sudah menyisir bagian dalam badan kapal, termasuk kamar dan lorong. Namun, mereka belum menemukan korban baru dari dalam bangkai kapal itu sendiri.
Empat Jasad Ditemukan Lewat Penyisiran Darat
Hasil justru datang dari jalur berbeda. Search and Rescue Unit (SRU) menemukan empat jasad korban lewat penyisiran darat di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Basarnas juga menerima laporan soal sebuah life craft yang memasuki wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Putu Sudayana, menegaskan tim terus mengoptimalkan segala jalur pencarian. “Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan operasi pencarian dengan mengerahkan SRU laut, SRU darat, dan tim penyelam secara terkoordinasi, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta keselamatan seluruh personel,” katanya, dikutip Antara.
Lorong Kapal Tertutup, Kondisi Bangkai Masih Labil
Pencarian di dalam badan kapal sendiri menghadapi tantangan tersendiri. Basarnas Banjarmasin mengungkap dua kendala utama saat mengevakuasi korban. Lorong kapal tertutup, sementara bangkai kapal masih labil di dasar laut. Kondisi ini memaksa penyelam ekstra hati-hati saat menembus bagian dalam kapal.
Operasi Dievaluasi Tiap Tujuh Hari
Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, menegaskan operasi pencarian akan terus berlanjut selama masih memungkinkan. Ia menjelaskan, tim mengevaluasi operasi setiap tujuh hari untuk menentukan langkah pencarian berikutnya, berdasarkan informasi dan kondisi terbaru di lapangan.
Basarnas sebelumnya sempat memaksimalkan tiga hari pertama pencarian sebagai masa golden time pascakejadian. Kini, tim terus menyesuaikan pencarian bawah air dengan kondisi pasang surut, demi menjaga keselamatan personel yang bertugas di lapangan.
Proses Hukum Berjalan Paralel
Di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung, proses hukum kasus ini juga sudah bergulir. Polisi menetapkan nakhoda KM Virgo Transport 8, Arief Yunianto, sebagai tersangka dan menahannya di Polda Kalimantan Selatan. Kapal ini dilaporkan hilang kontak sejak Minggu (13/9/2026) dini hari.
Dengan sisa 57 korban yang masih dalam pencarian, Basarnas bersama tim gabungan terus berupaya menuntaskan operasi SAR ini, sembari keluarga korban menanti kabar lebih lanjut dari lokasi kejadian.
- Penulis: Firmansyah
