Cek BSU 2026: Cara Cek Penerima, Jadwal Cair, dan Link Resminya
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 70
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Kamu belum bisa memastikan status BSU 2026 sekarang. Pemerintah menjadwalkan penyaluran Bantuan Subsidi Upah pada kuartal IV, yaitu Oktober sampai Desember 2026. Namun, per 6 Oktober 2026, belum ada tanggal pencairan resmi, kriteria penerima yang rinci, maupun tautan cek yang aktif untuk periode ini. Jadi, kamu hanya bisa bersiap. Berikut yang sudah pasti dan cara cek BSU yang kemungkinan dipakai.
Yang Sudah Pasti dari BSU 2026
Pemerintah sudah mengumumkan tiga hal. Pertama, nilai bantuannya Rp900.000 per pekerja, yaitu Rp300.000 per bulan untuk tiga bulan, dan cair sekaligus. Kedua, targetnya 13,3 juta pekerja. Ketiga, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut anggaran sekitar Rp12 triliun.
Selain itu, pemerintah belum mengumumkan syarat resmi, jadwal tanggal, dan mekanisme teknis. Kemnaker akan menyampaikannya lewat kanal resmi.
Kapan BSU 2026 Cair?
Pemerintah baru menyebut kuartal IV 2026, jadi pencairan bisa terjadi kapan saja antara Oktober dan Desember. Pada 1 Oktober, detik.com mencatat pemerintah belum menetapkan jadwal resmi. Lima hari kemudian, detikSulsel menemukan hal yang sama.
Sementara itu, ada satu jebakan. Kompas.com menulis bahwa laman bsu.kemnaker.go.id saat ini masih memuat data BSU 2025. Karena itu, hasil cek di laman tersebut belum menggambarkan status BSU 2026. Laman itu juga sempat error karena banyak pengunjung.
Cara Cek BSU Lewat Situs Kemnaker
Mekanisme tahun lalu menjadi acuan. Begini langkahnya:
- Buka bsu.kemnaker.go.id di browser ponsel atau komputer.
- Gulir ke bagian “Cek Status” atau “Pengecekan NIK Penerima”.
- Ketik 16 digit NIK sesuai KTP, lalu isi captcha.
- Klik “Cek Status”.
Jika NIK-mu lolos, sistem menampilkan notifikasi penerima. Penerima lalu mencairkan dana lewat bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN), Bank Syariah Indonesia, atau PT Pos Indonesia. Kalau tidak lolos, muncul keterangan bahwa NIK tidak terdaftar.
Cek BSU Lewat Aplikasi JMO dan PosPay
Kamu juga bisa cek BSU lewat aplikasi lain. Di JMO (Jamsostek Mobile), masuk ke akunmu, lalu pilih menu “Bantuan Subsidi Upah (BSU)”. Aplikasi menunjukkan status penerima, status penyaluran, dan rekening tujuan.
Sementara itu, di PosPay, pilih jenis bantuan “Bantuan Subsidi Upah Tahun 2026”, masukkan NIK, lalu klik “Cek Status Penerima”. Cara ini terutama untuk penerima yang menyalurkan bantuan lewat PT Pos Indonesia.
Catatan penting: semua langkah ini mengikuti mekanisme tahun lalu, dan pemerintah belum mengonfirmasi bahwa 2026 memakai cara yang sama.
Siapa yang Berhak Menerima BSU?
Kriteria resmi 2026 belum keluar. Sebagai gambaran, syarat tahun sebelumnya mencakup peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan kategori Pekerja Penerima Upah. Dugaan umumnya, kriteria lain seperti batas gaji dan status bukan ASN juga mirip, tetapi belum ada konfirmasi. Karena itu, pastikan iuran BPJS Ketenagakerjaan tempatmu bekerja aktif dan datanya cocok, termasuk NIK dan nomor rekening. Kamu juga bisa menanyakan hal ini ke HRD.
Waspada Link Palsu BSU
Setiap musim BSU, penipu menyebarkan tautan palsu. Ingat dua hal. Pertama, BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri. Kedua, informasi resmi hanya lewat bsu.kemnaker.go.id dan media sosial resmi Kemnaker. Jangan masukkan NIK, kata sandi, atau kode OTP di situs yang tidak jelas.
Singkatnya, simpan laman Kemnaker dan JMO, lalu cek lagi saat pemerintah mengumumkan jadwalnya.
- Penulis: Firmansyah
