Makanan Setengah Matang Amankah Dimakan? Cek Risikonya
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Sebaiknya jangan. Makanan setengah matang, atau yang orang sering sebut setengah mateng, menyimpan risiko keracunan karena bakteri belum mati. Jadi kue pancong yang bagian tengahnya masih lembek bukan pilihan yang bijak.
Kenapa bagian tengah kue pancong jadi sorotan
Kue pancong dibuat dari adonan tepung dan santan, dan sebagian resep memakai telur. Panas cetakan sering cukup untuk mengeringkan bagian luar, tapi belum tentu menembus sampai tengah. Adonan yang masih basah di dalam sama saja dengan adonan mentah.
Dua bahan itu sama-sama bermasalah. Telur bisa membawa Salmonella, bakteri yang menempel di cangkang dan kadang ada di dalam telur. Tepung mentah juga bisa terkontaminasi bakteri seperti E. coli. Karena itu CDC menyarankan jangan makan adonan kue mentah, bahkan yang tidak memakai telur.
Telur setengah matang: sulit ditebak
Tidak semua telur membawa bakteri. Masalahnya, Anda tidak bisa tahu telur mana yang bersih hanya dari tampilannya. Memasak dengan api kecil sampai kuning telur masih cair juga tidak cukup membunuh Salmonella. Telur perlu mencapai suhu sekitar 71 derajat Celsius.
Gejala infeksinya antara lain mual, muntah, demam, kram perut, dan diare. Pada kasus berat, tinja bisa berdarah.
Siapa yang paling berisiko
Orang sehat mungkin hanya sakit perut ringan. Namun anak kecil, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah menanggung risiko yang lebih besar. Kelompok ini sebaiknya benar-benar menghindari makanan setengah matang.
Cara mengurangi risiko makanan setengah matang
- Masak sampai matang di seluruh bagian, termasuk bagian tengah.
- Pilih telur pasteurisasi kalau tetap ingin yang setengah matang.
- Simpan telur di kulkas dengan suhu 4 derajat Celsius atau lebih rendah.
- Jangan biarkan telur atau makanan berbahan telur di suhu ruang lebih dari dua jam.
- Cuci tangan setelah memegang bahan mentah.
Kalau terlanjur makan dan perut mulai bermasalah, perbanyak minum untuk mengganti cairan. Segera ke dokter jika demam tinggi, muntah terus-menerus, atau ada darah di tinja.
- Penulis: Firmansyah
