Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Dampak Asap Karhutla bagi Kesehatan: 277 Ribu Kasus ISPA Tercatat

Dampak Asap Karhutla bagi Kesehatan: 277 Ribu Kasus ISPA Tercatat

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Asap karhutla kini menyerang kesehatan ratusan ribu orang. Kemenkes mencatat 277.075 kasus ISPA di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak, dan 62.400 kasus menimpa balita usia 0–5 tahun. Selain itu, lebih dari 13 juta penduduk berisiko terkena dampak kesehatannya. kbknewskbknews

ISPA jadi gangguan terbanyak akibat asap karhutla

Infeksi saluran pernapasan akut mendominasi laporan di lapangan. Di Pekanbaru, ISPA menjadi kasus terbanyak dengan 9.816 penderita dari total 11.707 kasus gangguan kesehatan. Dengan kata lain, sekitar 84 persen keluhan warga berupa ISPA (hitungan dari data yang sama). viva

Pola serupa muncul di Sumatra Selatan. Dinas Kesehatan Palembang mencatat kasus ISPA terus naik tiap bulan sejak Juli.

Bulan (2026) Kasus ISPA di Palembang
Juli 13.480
Agustus 15.020
September 17.434 (rekor tertinggi)

Dari Juli ke September, kasusnya naik sekitar 29 persen (hitungan dari data di atas).

Kalimantan Tengah juga mengalami lonjakan. Pada Agustus 2026, kasus ISPA di provinsi itu naik dari 402 menjadi 716 hanya dalam seminggu.

Apa saja isi asap karhutla yang masuk ke tubuh

Asap karhutla bukan sekadar debu. Kemenkes menyebut kandungannya meliputi PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun.

Partikel PM2.5 paling berbahaya karena ukurannya sangat kecil. Partikel ini bisa menembus jauh ke dalam paru-paru dan sebagian komponennya berkaitan dengan efek ke seluruh tubuh.

Riset terbaru menguatkan hubungan itu. Penelitian 2026 atas 366.632 kasus ISPA dan 27.574 kasus pneumonia pada anak di Palembang (2011–2020) menemukan kaitan antara kenaikan partikel udara saat kabut asap dan lonjakan gangguan napas. PM2.5 lebih konsisten berhubungan dengan pneumonia, sedangkan PM10 lebih dekat ke ISPA.

Dampak asap karhutla pada paru, jantung, mata, dan kulit

Keluhan paling awal biasanya batuk dan sesak. Paparan asap dapat menimbulkan ISPA, batuk, dan sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma.

Dampaknya tidak berhenti di saluran napas. Kemenkes juga mencatat iritasi mata dan kulit, perburukan PPOK, serta peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Pada lansia, paparan asap kebakaran berkaitan dengan jantung berdebar dan lebih banyak rawat inap.

Kabut asap yang berlarut-larut turut menekan kondisi mental. Aktivitas harian yang terhambat berpotensi mengganggu kesehatan mental, termasuk pada anak-anak.

Dalam kasus terburuk, korban jiwa jatuh. Laporan Kemenkes per 9 September 2026 mencatat empat orang meninggal akibat karhutla, dan gangguan pernapasan akut termasuk salah satu penyebab yang dilaporkan.

Kelompok yang paling rentan terkena asap karhutla

Tidak semua orang menanggung risiko yang sama. Anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, dan pekerja luar ruangan perlu perlindungan lebih. Kemenkes juga memasukkan bayi dan balita ke daftar kelompok rentan.

Cara melindungi diri dari asap karhutla

Langkah pertama adalah mengurangi paparan. Warga di wilayah terdampak perlu membatasi waktu terkena asap. Selain itu, gunakan masker berlapis saat harus keluar rumah (anjuran Kemenkes).

Waspadai tanda bahaya. Kemenkes meminta warga yang sesak napas segera ke fasilitas kesehatan.

Layanan kesehatan yang disiagakan

Pemerintah menyiapkan layanan di daerah terdampak. Kemenkes mengirim 2.106 tenaga medis dan tenaga kesehatan, serta menyediakan pos kesehatan dan ruang oksigen. Sebanyak 1.691 puskesmas dan 36 rumah sakit rujukan juga siaga menangani dampak karhutla.

Pemerintah daerah ikut bergerak. Di Palembang dan sekitarnya, Surat Edaran Gubernur Sumsel pada 2 Oktober 2026 menyediakan pengobatan gratis bagi penderita ISPA di puskesmas se-Sumsel. Sementara itu, Pemko Pekanbaru menerima 6.000 masker dari BPJS Kesehatan dan memberlakukan pembelajaran jarak jauh bagi siswa PAUD hingga SMP pada 14–15 Oktober 2026.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ios 27 untuk iphone berapa saja

    iOS 27 untuk iPhone Berapa Saja? Ini Daftar Lengkap Perangkatnya

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Kebaruan.com iOS 27 resmi diperkenalkan Apple dalam ajang WWDC 2026, dan pertanyaan paling banyak muncul tentu soal kompatibilitas perangkat. Kabar baiknya, Apple mempertahankan cakupan dukungan yang sama luasnya seperti iOS 26 tahun lalu. Total ada 31 model iPhone yang bisa menjalankan sistem operasi terbaru ini, mulai dari seri lawas sampai jajaran iPhone 17 paling anyar. […]

  • Persija jakarta vs brisbane roar jis 2026

    Persija Jakarta vs Brisbane Roar: Laga Bersejarah di JIS Sambut Musim Baru

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Kabaruan.com Persija Jakarta menyambut Brisbane Roar dalam laga uji coba internasional di Jakarta International Stadium, Sabtu 29 Agustus 2026. Kick off dijadwalkan pukul 20.00 WIB, dan pertandingan ini menjadi bagian dari Persija Team Launching & International Friendly Match menjelang Super League 2026/2027. Bagi Jakmania, malam ini bukan sekadar tontonan bola biasa. Ada nuansa sejarah yang […]

  • Kuota Haji

    Strategi Cerdas Hadapi Kuota Haji 2026: Fakta Terbaru dan Persiapan Realistis

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bagi banyak dari kita, melihat status “Estimasi Keberangkatan” di aplikasi Pusaka Kemenag adalah rutinitas yang penuh harap sekaligus mendebarkan. Per hari ini, 19 April 2026, dinamika kuota haji global sedang mengalami penyesuaian signifikan pasca-evaluasi besar-besaran musim sebelumnya. Jika Anda berharap ada keajaiban antrean mendadak maju 10 tahun, mari kita bicara jujur: itu sulit. Namun, […]

  • Perpres-111-tahun-2025-ancaman-nonmiliter- budaya LGBTQ

    Perpres 111 Tahun 2025: Budaya LGBTQ Resmi Menjadi Ancaman Nonmiliter

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pemerintah secara resmi menetapkan kebijakan umum pertahanan negara untuk periode 2025–2029 melalui Presiden Prabowo Subianto. Regulasi ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 yang disahkan pada 24 Oktober 2025. Publik kini menyoroti masuknya penyebaran budaya LGBTQ, gay, bisexual, transgender, and queer (LGBTQ) ke dalam kategori ancaman nonmiliter. Keputusan ini menjadi pedoman […]

  • Prabowo Subianto Terbitkan PP Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam

    Prabowo Subianto Terbitkan PP Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Presiden Prabowo Subianto secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) baru yang mengatur tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam pada Rabu (20/5/2026). Kebijakan ini diambil Prabowo Subianto untuk memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat luas. Melalui aturan tersebut, Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh penjualan ekspor kini harus melalui satu pintu, […]

  • Edukasi anak tanpa kata jangan

    Edukasi Anak Tanpa Kata “Jangan”, Begini Cara yang Disarankan Psikolog

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kebaruan. Kata “jangan” sering meluncur begitu saja dari mulut orang tua, puluhan kali sehari. Padahal, edukasi anak lewat larangan terus-menerus justru berisiko membuat anak jadi serba takut mencoba hal baru. Psikolog keluarga dan anak Audrey Ricker menyebut, melarang tanpa penjelasan bisa membuat anak bingung antara mematuhi orang tua atau mengikuti dorongan alami mereka untuk bereksplorasi. […]

expand_less