Stok BBM Pertalite Aman sampai Kapan? Ini Jawaban Bahlil
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Stok BBM Pertalite aman sampai kapan? Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Ketahanan stok nasional kini berada di 16-18 hari. Angka itu di bawah level normal selama sekitar 20 hari. Bahlil menargetkan pemulihan dalam satu pekan kerja.
Penjelasan Bahlil soal stok Pertalite
Bahlil mengakui stok bensin RON 90 turun ke kisaran 18-20 hari. Menurut Bloomberg Technoz, hanya Pertalite yang berada di bawah 20 hari. Jenis BBM lain tidak mengalami penurunan serupa.
Meski begitu, Bahlil menepis anggapan bahwa Indonesia kekurangan bahan bakar. “Enggak ada masalah,” katanya. Ia menilai angka 16-18 hari masih memenuhi standar nasional.
Untuk menambah pasokan, Pertamina kini melakukan blending di kilang. Bahlil memperkirakan proses itu butuh waktu sekitar seminggu sampai stok kembali ke 20 hari.
Kenapa stok Pertalite menyusut
Penyebab utamanya adalah perpindahan konsumen. Pada 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Setelah itu, penyaluran Pertalite melonjak. Pertamax memang turun ke Rp15.950 per liter pada September, tetapi selisihnya dengan Pertalite tetap lebar. Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga per Juni 2026, Pertalite dijual Rp10.000 per liter.
Periskop melaporkan konsumsi Pertalite naik hingga 12,92%. Sementara itu, BPH Migas memasang kuota BBM Pertalite 2026 sebesar 29,27 juta kiloliter, turun sekitar 6,28% dari tahun sebelumnya. Kuota yang lebih kecil dan konsumsi yang lebih tinggi membuat stok cepat terkuras.
Pemerintah sebenarnya sudah melihat gejala ini. Pada September, Bahlil menyebut pemerintah menimbang langkah untuk mencegah pengguna BBM nonsubsidi pindah ke Pertalite. Bentuk langkah itu belum jelas.
Antrean di daerah: soal stok atau distribusi?
Stok nasional dan antrean di SPBU adalah dua hal berbeda. Bahlil mengaitkan kelangkaan di sejumlah daerah dengan distribusi yang terganggu cuaca. Ombudsman RI, menurut kutipan Bloomberg Technoz, mencatat gangguan distribusi di 11 provinsi.
Bali jadi salah satu sorotan. Kontan melaporkan kapal tanker membawa 19,2 juta liter Pertalite ke depot Manggis dan Pesanggaran pada 13 Oktober. Jumlah itu cukup untuk enam sampai tujuh hari. Gubernur Wayan Koster menyebut kiriman 25 juta liter lagi tiba pada 15 sampai 17 Oktober. Pemerintah juga menambah penyaluran secara bertahap sejak 14 Oktober dan akan berlanjut sampai 17 Oktober.
Seberapa aman angka 16-18 hari?
Konteksnya membantu. Pada 13 Maret 2026, Bahlil melaporkan stok Pertalite 24,39 hari kepada Presiden Prabowo. Dalam enam bulan, angka itu merosot sekitar tujuh hari. Pada Desember 2025, Bahlil menyebut cadangan minimum nasional Pertalite sekitar 17-18 hari. Dengan kata lain, stok sekarang berada di sekitar batas bawah itu.
Bahlil juga pernah memberi janji lebih luas. Pada Juni, ia menyatakan harga BBM subsidi tidak naik sampai akhir tahun dan pasokan minyak mentah aman sampai Desember. Pernyataan Oktober ini lebih sempit, karena hanya menyangkut Pertalite.
Yang perlu dipantau konsumen
Pertama, stok baru terbukti pulih setelah angka 20 hari tercapai. Pemerintah menargetkan itu sekitar akhir pekan depan. Kedua, antrean lokal bisa bertahan lebih lama dari stok nasional, karena kapal dan truk tangki butuh waktu sampai ke SPBU. Ketiga, ikuti pengumuman resmi Pertamina dan Kementerian ESDM, bukan kabar berantai.
Ujian berikutnya datang sekitar 23 Oktober. Kalau Bahlil benar, ketahanan stok BBM Pertalite kembali ke 20 hari. Kalau tidak, tekanan pada pasokan subsidi masih berlanjut.
- Penulis: Firmansyah
