Daftar Juara Piala Presiden dari 2015 sampai 2026, Siapa Selanjutnya?

Kebaruan.com Piala Presiden sejak edisi pertamanya tahun 2015, dan satu hal yang selalu menarik perhatian saya adalah betapa dominannya satu klub di papan juara. Arema FC mendominasi papan juara Piala Presiden. Sejak turnamen ini pertama kali bergulir tahun 2015, Singo Edan sudah mengoleksi empat gelar — jumlah terbanyak dibanding klub mana pun yang pernah ikut serta. Kalau kamu penggemar sepak bola nasional yang penasaran soal rekam jejak turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia ini, berikut rangkumannya, langsung ke poin-poin penting tanpa berputar-putar.

Rekap Juara Piala Presiden 2015-2025

Persib Bandung mencatat sejarah sebagai juara perdana Piala Presiden pada 2015, mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 di partai final Stadion Utama Gelora Bung Karno. Turnamen ini lahir sebagai solusi darurat, tepat setelah Indonesia Super League (ISL) berhenti beroperasi Mei 2015 kala itu.

Berikut daftar lengkap juara dari tahun ke tahun:

Tahun Juara Runner-up/Catatan
2015 Persib Bandung Mengalahkan Sriwijaya FC 2-0
2017 Arema FC
2018 Persija Jakarta
2019 Arema FC
2022 Arema FC
2024 Arema FC Menang adu penalti 5-4 atas Borneo Samarinda, skor imbang 1-1
2025 Port FC Menang 2-1 atas Oxford United, jadi klub asing pertama juara

Dua tahun sempat kosong dari daftar (2016, 2020-2021), karena panitia tidak selalu menggelar turnamen ini setiap tahun — sempat vakum akibat pandemi dan penyesuaian jadwal kompetisi domestik.

Kenapa 2025 Jadi Edisi Paling Bersejarah

Edisi 2025 mengubah wajah Piala Presiden secara fundamental. Untuk pertama kalinya, panitia mengundang klub luar negeri: Oxford United dari Inggris dan Port FC dari Thailand. Port FC lantas mencatat sejarah sebagai klub asing pertama yang berhasil menjuarai turnamen ini, sekaligus mematahkan dominasi klub-klub Indonesia yang selama ini selalu jadi juara.

Format Baru dan Jadwal Piala Presiden 2026

Memasuki edisi kedelapan, PSSI memecah Piala Presiden 2026 jadi dua kategori terpisah: Piala Presiden Super Match untuk klub Super League dan tim undangan asing, serta Piala Presiden Liga 4 khusus klub kasta keempat.

Kompetisi Liga 4-nya sudah rampung lebih dulu. Pasuruan United keluar sebagai juara usai mengalahkan Pesik Kuningan 1-0 di final, 11 Juli 2026, sekaligus mengunci tiket promosi ke Liga 3 musim depan.

Sementara itu, Piala Presiden Super Match baru akan bergulir 25 Juli sampai 6 Agustus 2026. Panitia menggelar kategori utama yang biasanya klub-klub besar ikuti ini di dua kota sekaligus: Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, dan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Delapan klub ambil bagian, dan panitia membagi mereka jadi dua grup:

  • Grup A (Bandung): Persib Bandung, Arema FC, DPMM FC (Brunei Darussalam), Tampines Rovers FC (Singapura)
  • Grup B (Surabaya): Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, Port FC (Thailand, juara bertahan)

Semifinal berlangsung 4 Agustus, lalu partai perebutan tempat ketiga dan final menyusul pada 6 Agustus 2026.

Hadiah Juara Naik Jadi Rp6 Miliar

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengonfirmasi kenaikan hadiah juara dari Rp5,5 miliar di edisi sebelumnya menjadi Rp6 miliar tahun ini. Kenaikan ini mencerminkan ambisi PSSI menjadikan Piala Presiden sebagai turnamen pramusim paling bergengsi di Asia Tenggara, bukan sekadar ajang uji coba biasa.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut kehadiran klub-klub asing sebagai tolok ukur bagi klub Indonesia menjelang kompetisi resmi musim 2026/2027. Kehadiran juara bertahan Port FC otomatis jadi ujian nyata: mampukah klub-klub Tanah Air merebut kembali gelar yang sempat lepas ke tangan klub asing tahun lalu?

Dampaknya buat Sepak Bola Nasional

Format baru dengan pembagian kategori Super Match dan Liga 4 memberi ruang lebih luas buat klub kasta bawah unjuk gigi, tanpa harus bersaing langsung melawan klub-klub elite di fase yang sama. Sistem ini berpotensi mempercepat regenerasi pemain muda, sekaligus memberi klub kasta keempat jalur promosi yang lebih jelas — seperti yang sudah Pasuruan United buktikan musim ini.

Di sisi lain, kehadiran rutin klub Asia Tenggara sejak 2025 juga mengangkat level kompetisi domestik. Klub Indonesia jadi punya kesempatan mengukur diri melawan lawan luar negeri sebelum benar-benar terjun ke kompetisi resmi, sesuatu yang jarang tersedia di turnamen pramusim biasa.

Dari pengamatan saya pribadi mengikuti turnamen ini bertahun-tahun, format baru 2026 justru jadi salah satu eksperimen paling menarik yang pernah PSSI coba. Kita tinggal menunggu apakah dominasi Arema FC bakal berlanjut, atau justru klub lain — termasuk tim asing seperti Port FC — kembali mencuri panggung di partai final 6 Agustus nanti.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi