Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi Mundur, Buntut Kasus Klaster Mewah Lapas Cibinong

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi Mundur, Buntut Kasus Klaster Mewah Lapas Cibinong

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Jabatan tertinggi di dunia pemasyarakatan Indonesia kini kosong. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Mashudi resmi mengundurkan diri, buntut terbongkarnya fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menerima surat pengunduran diri tersebut, Kamis (1/10/2026).

“Hari ini Bapak Menteri Imipas telah menerima surat pengunduran diri Bapak Mashudi sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik Kementerian Imipas, Akbar Hadi, dalam keterangan tertulis.

Bentuk Tanggung Jawab Moral

Akbar menjelaskan, langkah Mashudi ini merupakan wujud pertanggungjawaban moral atas peristiwa yang terjadi di Lapas Cibinong. Ia memastikan, pengunduran diri sang Dirjen tidak mengganggu jalannya tugas dan fungsi Kemenimipas, khususnya di bidang pemasyarakatan.

“Pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan tugas fungsi pemasyarakatan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Seluruh jajaran tetap melaksanakan tugas sesuai kewenangan dan mekanisme yang telah ditetapkan,” ujar Akbar.

Sempat Menolak Mundur di Rapat DPR

Langkah mundur ini terbilang mendadak, mengingat sikap Mashudi beberapa hari sebelumnya justru berbeda. Dalam rapat Komisi XIII DPR pada Senin (28/9/2026), anggota Komisi XIII, Yanuar Arif Wibowo, mendesak Mashudi berani memecat pegawai Ditjenpas yang terbukti melanggar aturan dalam kasus ini.

“Ini terkait lagi juga dengan warga binaan. Kalau lapas, petugas-petugasnya dengan proses investigasi ini diberikan sanksi, bukan hanya penonaktifan, bahkan kalau terbukti secara nyata bahwa itu dilakukan oleh petugas, bukan hanya dinonaktifkan, Pak, tapi diberhentikan,” tegas Yanuar.

Yanuar bahkan mempertanyakan langsung kesanggupan Mashudi menangani kasus ini. “Kalau ada unsur pidananya di dalam proses dengan warga binaan ini, entah suap-menyuap, entah pemerasan, ini juga harus diproses. Ini Pak Dirjen masih sanggup enggak, Pak, ngurus ini nih, Pak?” imbuhnya.

Saat itu, Mashudi menjawab dirinya masih sanggup menindak para pegawainya. Namun, beberapa hari kemudian, ia justru memilih mundur dari jabatannya.

Lima Pejabat Lapas Cibinong Sudah Lebih Dulu Dinonaktifkan

Sebelum Mashudi mundur, Kemenimipas sudah menonaktifkan Kepala Lapas Cibinong Wisnu Hani Putanto beserta empat anak buahnya. Keempatnya yakni Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib), serta Kepala Urusan Umum.

Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan menjelaskan, kelima pejabat ini diduga bertanggung jawab atas kondisi yang ditemukan Ombudsman. “Fasilitas-fasilitas ini beliaulah yang mengurus. Kami nonaktifkan dan kami lakukan pemeriksaan bagaimana kondisi yang terjadi sampai ditemukan dan sampai hari ini,” ujar Rudi.

Ombudsman Siapkan Rekomendasi Tertulis

Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher memastikan lembaganya terus mengawal kasus ini hingga tuntas. “Tentu kami akan melangkah, tentu secara internal kami akan berbenah, dan hari ini juga Ombudsman sedang mengawal proses dan menyiapkan rekomendasi terkait dengan isu-isu yang sudah kita ketahui dalam rangka perbaikan tata kelola,” kata Nuzran di Istana Negara, Kamis.

Nuzran menambahkan, rekomendasi tertulis Ombudsman akan diserahkan langsung ke Menteri Agus Andrianto, meski jadwal pastinya belum ditentukan.

Mahfud MD: Pecat Semua Saja

Desakan evaluasi menyeluruh juga datang dari mantan Menko Polhukam Mahfud MD. Lewat kanal YouTube pribadinya, Rabu (30/9/2026), Mahfud menyuarakan sikap tegas. “Saya kalau saya sih pecati semua saja. Iya, dipecat, semua ganti,” katanya.

Mahfud menilai evaluasi perlu menyasar pejabat di jenjang lebih tinggi, termasuk pihak yang berwenang mengawasi lapas. Ia mengingatkan, persoalan di lembaga pemasyarakatan sudah berulang sejak lama tanpa penyelesaian tuntas. “Karena sudah sejak dulu berkali-kali terjadi dan tidak sembuh-sembuh, dan ini saya yakin di tempat lain masih banyak lho yang begitu-begitu tuh,” ucapnya.

Kilas Balik: Awal Terbongkarnya Klaster Mewah

Kasus ini bermula dari sidak Ombudsman pada Rabu (23/9/2026). Anggota Ombudsman, Syafrida Rachmawati Rasahan, mengungkap temuan “klaster mewah” yang dihuni sejumlah warga binaan, lengkap dengan lebih dari 10 rumah dan beberapa mobil mewah terparkir di sekitarnya.

Saat tim berhasil masuk ke salah satu rumah, mereka menemukan fasilitas setara apartemen: ruang tamu, kamar tidur, televisi, kulkas, dan perlengkapan lainnya. “Kami menemukan beberapa lokasi hunian di sekitar lapas berupa bangunan terlihat seperti homestay dengan atap seng bercat warna biru dan ada seperti rumah klaster, di dalamnya berisi sofa, kulkas, TV, meja makan,” kata Syafrida.

Selain itu, Ombudsman menemukan fasilitas fitness lengkap dan proyek pembangunan simulator golf yang masih berjalan, serta celah keamanan berupa akses keluar tak terkunci yang terhubung ke hutan bambu dan tempat pembuangan sampah.

Yang lebih mengejutkan, salah satu penghuni mengaku membayar sejumlah uang untuk mendapat fasilitas tersebut. “Berdasarkan wawancara kami pada saat itu yang terutama yang menunggui rumah, memang dia membayar sejumlah, tetapi tidak disebutkan angkanya. Itu memang dikomersialkan. Nah, ini yang perlu nanti kita dalami lagi,” ungkap Syafrida.

Babak Baru Pascamundurnya Dirjen Pas

Dengan mundurnya Mashudi, kursi Dirjen Pas kini kosong di tengah sorotan publik yang masih tinggi terhadap tata kelola lapas di Indonesia. Publik menanti siapa yang akan ditunjuk sebagai pengganti, sekaligus langkah konkret Kemenimipas menindaklanjuti rekomendasi Ombudsman demi mencegah kasus serupa terulang di lapas-lapas lain.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampus Top Jakarta, Deretan Perguruan Tinggi Favorit Incaran Calon Mahasiswa

    Kampus Top Jakarta, Deretan Perguruan Tinggi Favorit Incaran Calon Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kebaruan. Mencari kampus top Jakarta jadi agenda wajib siswa kelas 12. Mereka tengah bersiap menyongsong bangku kuliah. Ibu Kota punya deretan perguruan tinggi favorit. Pendaftar menyerbunya setiap tahun, mulai dari kampus negeri, swasta, hingga sekolah tinggi dengan kekhasan bidang tertentu. Belakangan, sebuah infografis ramai beredar di media sosial. Infografis ini memuat logo puluhan kampus di […]

  • 7 Kesalahan Memilih Genset yang Masih Sering Dilakukan Pelaku Usaha

    7 Kesalahan Memilih Genset yang Masih Sering Dilakukan Pelaku Usaha

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Genset menjadi salah satu investasi penting bagi pelaku usaha yang mengandalkan pasokan listrik untuk menjaga kelancaran operasional. Namun, masih banyak pemilik bisnis yang melakukan kesalahan memilih genset sehingga biaya operasional meningkat, produktivitas terganggu, bahkan umur peralatan menjadi lebih pendek. Memahami kesalahan-kesalahan tersebut dapat membantu pelaku usaha menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Kesalahan Memilih […]

  • Pasal Hukum yang Menjerat Pengemudi yang Pakai Lampu Jarak Jauh Sembarangan di Jalan

    Pasal Hukum yang Menjerat Pengemudi yang Pakai Lampu Jarak Jauh Sembarangan di Jalan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Siapa yang tidak pernah merasakan silau mematikan saat berpapasan dengan kendaraan yang menggunakan lampu jarak jauh di jalan dua arah? Mata mendadak tidak bisa melihat apapun selama beberapa detik. Jantung berdegup kencang. Dan dalam beberapa kasus, kecelakaan terjadi hanya karena pengemudi kehilangan orientasi akibat silau lampu high beam dari arah berlawanan. Ternyata tindakan ini […]

  • AS Tembak Kapal Tanker M/T Belma, Blokade Laut Iran Kembali Memanas

    AS Tembak Kapal Tanker M/T Belma, Blokade Laut Iran Kembali Memanas

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Angkatan Laut Amerika Serikat mengambil tindakan tegas terhadap kapal yang melanggar aturan dagang mereka. Sebuah pesawat militer AS menembak kapal tanker M/T Belma berbendera Curaçao pada Rabu (15/7). Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa jet tempur mereka melepas rudal Hellfire tepat ke arah cerobong asap kapal. Kapal […]

  • 5 Aplikasi Game Penghasil Uang Terpercaya, Cuan dari Hobi Main Game

    5 Aplikasi Game Penghasil Uang Terpercaya, Cuan dari Hobi Main Game

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Aplikasi game penghasil uang masih jadi favorit banyak orang yang ingin mengisi waktu luang sambil dapat penghasilan tambahan. Cukup bermodal smartphone dan koneksi internet, pemain bisa menyelesaikan misi harian, mini game, atau tantangan sederhana untuk mengumpulkan poin. Poin tersebut nantinya bisa ditukar jadi saldo e-wallet, voucher belanja, atau hadiah lain. Berikut lima aplikasi yang […]

  • Marc Marquez Juara MotoGP Aragon 2026, Akui Blunder di Awal Balapan

    Marc Marquez Juara MotoGP Aragon 2026, Akui Blunder di Awal Balapan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Marc Marquez kembali menegaskan dominasinya di MotoGP Aragon 2026. Rider Ducati itu finis terdepan setelah melahap 23 lap dengan catatan waktu 41 menit 10,969 detik pada balapan yang digelar Minggu (30/8/2026) malam WIB. Marquez start dari posisi kedua. Begitu lampu start padam, ia langsung tancap gas dan merebut posisi terdepan dari rider Aprilia, Marco […]

expand_less