Hasil Argentina vs Mesir 3-2: Comeback Gila dari 0-2, Enzo Fernandez Cetak Gol Bersejarah

Kebaruan.com Argentina mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Mesir 3-2 di Atlanta Stadium — dan cara mereka melakukannya membuat seluruh dunia sepak bola tidak bisa berkedip.

Tim berjuluk La Albiceleste mengalahkan Mesir 3-2. Tim asuhan Lionel Scaloni sempat berada di ambang kekalahan setelah Mesir unggul 2-0 saat pertandingan tersisa 15 menit. Namun tiga gol pada 11 menit terakhir, termasuk gol kemenangan Enzo Fernandez pada masa injury time, membuat Argentina membalikkan keadaan.

Mesir Buka Skor Lebih Dulu — Argentina Tertinggal Sejak Menit 15

Mesir tidak datang untuk kalah. Mereka datang dengan rencana yang matang dan nyaris sempurna menjalankannya.

Mesir membuka keunggulan pada menit 15 lewat gol yang dicetak Yasser Ibrahim. Ia memanfaatkan umpan silang Marwan Attia yang memberikan umpan silang ke dalam kotak penalti, dan ia mencetak gol ke sudut kanan bawah gawang.

Argentina langsung merespons dan mendapat peluang emas untuk menyamakan skor. Wasit menunjuk titik putih setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan di kotak penalti. Messi maju sebagai algojo — tapi babak pertama diwarnai kegagalan penalti Lionel Messi yang dimentahkan Mostafa Shobeir.

Shobeir benar-benar tampil tangguh di bawah mistar gawang sepanjang babak pertama. Kiper 26 tahun itu berulang kali melakukan penyelamatan gemilang, termasuk mementahkan peluang emas dari Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez.

VAR Selamatkan Argentina — Sebelum Ziko Akhirnya Tembus

Babak kedua dimulai dengan drama langsung.

Pada menit ke-59, Mostafa Ziko sempat menggandakan keunggulan Mesir, tetapi gol tersebut dibatalkan setelah tinjauan VAR merekomendasikan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez terjadi sebelumnya.

Tapi Mesir tidak menyerah. Mostafa Zico menggandakan keunggulan Mesir pada menit 67. Ia menerima umpan dari Haissem Hassan melalui serangan balik dan melepaskan tembakan first-time yang bagus ke gawang dari jarak dekat.

Argentina tertinggal 0-2. Waktu terus berjalan. Dan tidak ada yang benar-benar yakin Tim Tango bisa bangkit dari situasi sesulit ini.

Romero Memulai Kebangkitan di Menit 79

Lionel Scaloni tidak tinggal diam. Ia memasukkan Gonzalo Montiel dan Lautaro Martinez sebagai pengganti — dan keputusan itu langsung mengubah dinamika laga.

Argentina memperkecil ketertinggalan lewat gol Cristian Romero pada menit 78. Ia memanfaatkan umpan lambung Lionel Messi dan mengalahkan duel udara dengan bek lawan. Sundulannya menyasar ke sisi kanan gawang dari jarak dekat.

Skor berubah 1-2. Stadion Atlanta yang tadinya sunyi untuk suporter Argentina tiba-tiba meledak. Dan satu gol itu mengubah seluruh atmosfer laga.

Messi Bayar Lunas Kegagalan Penalti — Skor Kembali Imbang

Lima menit setelah Romero memperkecil ketinggalan, giliran sang kapten tampil ke depan.

Berawal dari aksi Lautaro Martinez yang mengirim bola ke dalam kotak penalti, Messi yang berada dalam posisi bebas bersiap melahap peluang tersebut. Sang kapten langsung melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Shobeir kembali mampu menepisnya, tetapi bola membentur mistar dan memantul masuk ke gawang.

Skor 2-2. Argentina sudah menyamakan kedudukan dari posisi tertinggal dua gol. Dan momentum sepenuhnya beralih ke tangan Albiceleste.

Enzo Fernandez Tutup Drama dengan Gol Bersejarah

Ketika semua orang sudah menyiapkan diri untuk perpanjangan waktu, satu momen injury time mengubah segalanya.

Pada menit ketiga tambahan waktu, Enzo Fernandez mencetak gol yang memastikan lolosnya Argentina ke perempat final berkat umpan dari Lautaro Martinez yang baru masuk sebagai pemain pengganti.

Tapi bukan hanya kemenangan yang Enzo ukir malam itu. Gol penentu kemenangan yang dicetak oleh gelandang Chelsea itu bukan cuma meloloskan negaranya, tetapi juga tercatat resmi sebagai gol ke-3.000 dalam sejarah panjang Piala Dunia.

Gol bersejarah di momen paling dramatis. Tidak ada penulis fiksi yang berani menulis cerita seperti ini.

Kontroversi di Akhir Laga

Kemenangan Argentina tidak datang tanpa drama tambahan.

Gol itu memicu protes dari kubu Mesir yang menyebut ada pelanggaran pada Mohamed Salah dalam prosesnya. Wasit sampai mengeluarkan kartu merah untuk staf Mesir yang masuk ke lapangan. IDN Times

Suporter dan ofisial Mesir bereaksi keras terhadap keputusan wasit Francois Letexier. Tapi protes itu tidak mengubah apapun — skor tetap 3-2 untuk Argentina hingga peluit panjang berbunyi.

Shobeir — Kiper Terbaik yang Berada di Tim yang Kalah

Di balik kekalahan Mesir, ada satu nama yang layak mendapat tepuk tangan meriah.

Mostafa Shobeir tampil luar biasa sepanjang 90 menit. Ia menepis penalti Messi, memblok peluang Mac Allister dan Alvarez, dan membuat Argentina frustrasi selama lebih dari satu jam. Tanpa Shobeir, Mesir mungkin sudah kebobolan jauh lebih banyak gol di babak pertama.

Argentina Selanjutnya Hadapi Pemenang Kolombia vs Swiss

Kemenangan ini membuat Argentina melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi pemenang pertandingan antara Kolombia kontra Swiss.

Argentina lolos dengan cara yang tidak elegan — tertinggal 0-2, gagal penalti, lalu bangkit dalam 11 menit terakhir. Tapi dalam sepak bola, cara lolos tidak selalu penting. Yang penting adalah tiket ke babak berikutnya sudah di tangan.

Susunan Pemain

Argentina: Emiliano Martinez; Nahuel Molina (Gonzalo Montiel 73′), Cristian Romero (Nicolas Otamendi 90′), Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico (Nico Gonzalez 66′); Rodrigo De Paul (Lautaro Martinez 66′), Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Julian Alvarez (Facundo Medina 90′).

Mesir: Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Emam Ashour (Hamdi Fathy 45′), Marwan Attia, Mohanad Lasheen (Zizo 90′), Haissem Hassan (Trezeguet 73′); Mohamed Salah, Mostafa Ziko (Omar Marmoush 80′).

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi