Kejutan datang dari kubu Timnas India menjelang gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. All India Football Federation (AIFF) resmi menyatakan tidak dapat mengikuti turnamen tersebut. Keputusan ini sudah disampaikan kepada FIFA, dan alasannya cukup mengejutkan: India memilih fokus menghadapi Brasil dalam laga persahabatan di periode FIFA Matchday yang sama.
Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dijadwalkan bergulir mulai 24 September 2026. India sebenarnya masuk sebagai salah satu tim undangan dari luar Asia Tenggara. Mereka bahkan sudah ditempatkan satu grup dengan tuan rumah Indonesia, bersama Malaysia dan Singapura.
Alasan di Balik Keputusan Mundur
Presiden AIFF, Kalyan Chaubey, angkat bicara soal keputusan ini. Ia menegaskan bahwa komitmen dengan federasi sepak bola Brasil menjadi faktor utama. Selain itu, ada kendala teknis yang cukup krusial: hanya empat pertandingan yang bisa dimainkan selama jeda internasional tersebut.
“Kami telah memberi tahu FIFA, dan para pejabat terkait memahami alasan mengapa kami terpaksa mengambil keputusan ini,” ujar Chaubey, seperti dikutip Times of India, Rabu (12/8/2026) malam.
Duel Bersejarah Lawan Brasil Jadi Prioritas
India dijadwalkan menghadapi Brasil di Kolkata pada 3 Oktober 2026. Tanggal ini bertepatan persis dengan hari final Divisi 1 FIFA ASEAN Cup, sehingga bentrok jadwal memang sulit dihindari.
Chaubey menilai laga ini punya nilai jauh lebih besar bagi perkembangan sepak bola India ketimbang turnamen regional. Ia menyebut kesempatan menghadapi Brasil sebagai momen langka yang bisa mendongkrak popularitas sepak bola di negaranya. Dalam tiga tahun terakhir, India memang sudah empat kali bersua Malaysia dan Singapura, jadi peluang bertemu lagi kedua tim itu di masa depan sebenarnya masih terbuka lebar.
“Bermain melawan Brasil mungkin merupakan kesempatan sekali seumur hidup bagi para pemain India. Ini adalah hal yang dapat mempromosikan olahraga ini di seluruh negeri kami,” kata Chaubey.
AIFF Kejar Tambahan Laga Uji Coba
Setelah keputusan mundur ini resmi, India baru mengantongi satu laga persahabatan melawan Brasil pada jeda internasional mendatang. AIFF pun tengah berusaha menambah dua laga uji coba lain agar jeda tersebut tidak terbuang percuma.
Chaubey belum mau membocorkan calon lawan untuk dua laga tambahan itu. Proses negosiasi masih berjalan, dan ada klausul kerahasiaan yang mengikat. Beberapa sumber menyebutkan setidaknya satu calon lawan pernah tampil di Piala Dunia 2026, membuat rasa penasaran publik semakin besar.
“ASEAN Cup adalah kompetisi penting yang menarik banyak minat. Kami akan melewatkan kesempatan itu, tetapi kami akan memanfaatkan jeda internasional FIFA ini sebaik mungkin agar India bisa memainkan dua pertandingan persahabatan tambahan melawan lawan berkualitas, tim-tim yang peringkatnya jauh lebih tinggi daripada India,” jelas Chaubey. “Kami bisa belajar banyak dari pertandingan-pertandingan berat seperti itu.”
Ancaman Denda Mengintai India
Keputusan mundur ini bukan tanpa risiko. Pasal 5.2 regulasi FIFA ASEAN Cup mengatur bahwa peserta yang mengundurkan diri paling lambat 30 hari sebelum laga pertama bisa dikenai denda minimal CHF 15.000, setara sekitar Rp329 miliar.
AIFF sudah mengirimkan penjelasan resmi kepada Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, lewat surat elektronik. Para pejabat federasi India berharap langkah ini bisa membebaskan mereka dari sanksi denda tersebut. Sementara itu, publik sepak bola di kawasan Asia Tenggara masih menanti kejelasan lebih lanjut soal nasib grup Indonesia usai ditinggal salah satu anggotanya ini.
