Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Olah Raga » India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Pilih Uji Nyali Lawan Brasil

India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Pilih Uji Nyali Lawan Brasil

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kejutan datang dari kubu Timnas India menjelang gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. All India Football Federation (AIFF) resmi menyatakan tidak dapat mengikuti turnamen tersebut. Keputusan ini sudah disampaikan kepada FIFA, dan alasannya cukup mengejutkan: India memilih fokus menghadapi Brasil dalam laga persahabatan di periode FIFA Matchday yang sama.

Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dijadwalkan bergulir mulai 24 September 2026. India sebenarnya masuk sebagai salah satu tim undangan dari luar Asia Tenggara. Mereka bahkan sudah ditempatkan satu grup dengan tuan rumah Indonesia, bersama Malaysia dan Singapura.

Alasan di Balik Keputusan Mundur

Presiden AIFF, Kalyan Chaubey, angkat bicara soal keputusan ini. Ia menegaskan bahwa komitmen dengan federasi sepak bola Brasil menjadi faktor utama. Selain itu, ada kendala teknis yang cukup krusial: hanya empat pertandingan yang bisa dimainkan selama jeda internasional tersebut.

“Kami telah memberi tahu FIFA, dan para pejabat terkait memahami alasan mengapa kami terpaksa mengambil keputusan ini,” ujar Chaubey, seperti dikutip Times of India, Rabu (12/8/2026) malam.

Duel Bersejarah Lawan Brasil Jadi Prioritas

India dijadwalkan menghadapi Brasil di Kolkata pada 3 Oktober 2026. Tanggal ini bertepatan persis dengan hari final Divisi 1 FIFA ASEAN Cup, sehingga bentrok jadwal memang sulit dihindari.

Chaubey menilai laga ini punya nilai jauh lebih besar bagi perkembangan sepak bola India ketimbang turnamen regional. Ia menyebut kesempatan menghadapi Brasil sebagai momen langka yang bisa mendongkrak popularitas sepak bola di negaranya. Dalam tiga tahun terakhir, India memang sudah empat kali bersua Malaysia dan Singapura, jadi peluang bertemu lagi kedua tim itu di masa depan sebenarnya masih terbuka lebar.

“Bermain melawan Brasil mungkin merupakan kesempatan sekali seumur hidup bagi para pemain India. Ini adalah hal yang dapat mempromosikan olahraga ini di seluruh negeri kami,” kata Chaubey.

AIFF Kejar Tambahan Laga Uji Coba

Setelah keputusan mundur ini resmi, India baru mengantongi satu laga persahabatan melawan Brasil pada jeda internasional mendatang. AIFF pun tengah berusaha menambah dua laga uji coba lain agar jeda tersebut tidak terbuang percuma.

Chaubey belum mau membocorkan calon lawan untuk dua laga tambahan itu. Proses negosiasi masih berjalan, dan ada klausul kerahasiaan yang mengikat. Beberapa sumber menyebutkan setidaknya satu calon lawan pernah tampil di Piala Dunia 2026, membuat rasa penasaran publik semakin besar.

“ASEAN Cup adalah kompetisi penting yang menarik banyak minat. Kami akan melewatkan kesempatan itu, tetapi kami akan memanfaatkan jeda internasional FIFA ini sebaik mungkin agar India bisa memainkan dua pertandingan persahabatan tambahan melawan lawan berkualitas, tim-tim yang peringkatnya jauh lebih tinggi daripada India,” jelas Chaubey. “Kami bisa belajar banyak dari pertandingan-pertandingan berat seperti itu.”

Ancaman Denda Mengintai India

Keputusan mundur ini bukan tanpa risiko. Pasal 5.2 regulasi FIFA ASEAN Cup mengatur bahwa peserta yang mengundurkan diri paling lambat 30 hari sebelum laga pertama bisa dikenai denda minimal CHF 15.000, setara sekitar Rp329 miliar.

AIFF sudah mengirimkan penjelasan resmi kepada Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, lewat surat elektronik. Para pejabat federasi India berharap langkah ini bisa membebaskan mereka dari sanksi denda tersebut. Sementara itu, publik sepak bola di kawasan Asia Tenggara masih menanti kejelasan lebih lanjut soal nasib grup Indonesia usai ditinggal salah satu anggotanya ini.

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 Daerah di Indonesia yang Paling Kental dengan Kebudayaan dan Tradisi Leluhur

    7 Daerah di Indonesia yang Paling Kental dengan Kebudayaan dan Tradisi Leluhur

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Indonesia punya lebih dari 1.300 suku bangsa dan lebih dari 700 bahasa daerah. Kekayaan ini tidak ada duanya di dunia. Tapi di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, tidak semua daerah berhasil mempertahankan akar budayanya dengan kuat. Ada yang perlahan memudar. Ada yang justru makin kokoh. Artikel ini membahas daerah-daerah di Indonesia yang paling […]

  • Stasiun Karet Resmi Terintegrasi dengan BNI City, Penggabungan Ditargetkan Rampung Akhir 2026

    Stasiun Karet Resmi Terintegrasi dengan BNI City, Penggabungan Ditargetkan Rampung Akhir 2026

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Stasiun Karet kembali menjadi sorotan setelah PT Kereta Api Indonesia memastikan proses integrasi dengan Stasiun BNI City terus berjalan. Proyek ini sekaligus mengakhiri spekulasi yang sempat berkembang mengenai kemungkinan penutupan stasiun yang berada di kawasan pusat Jakarta tersebut. Sebelumnya, keberadaan Stasiun Karet sempat menjadi bahan diskusi setelah muncul usulan penataan jaringan transportasi di ibu […]

  • Kabar Duka BTN Jakarta International Marathon 2026: Peserta Meninggal Dunia

    Kabar Duka BTN Jakarta International Marathon 2026: Peserta Meninggal Dunia

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Gelaran BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 yang seharusnya penuh sukacita kini menyisakan duka mendalam bagi dunia olahraga lari tanah air. Kabar duka ini muncul setelah sejumlah peserta dilaporkan tumbang di sepanjang lintasan lomba. Bahkan, satu orang peserta dikabarkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Pihak penyelenggara menyampaikan rasa belasungkawa resmi atas wafatnya Agus Putranadi, […]

  • Apa Itu Kampung Bahari Jakarta? Fakta di Balik Julukan Kampung Narkoba

    Apa Itu Kampung Bahari Jakarta? Fakta di Balik Julukan Kampung Narkoba

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Nama Kampung Bahari kerap muncul di headline media. Setiap kali polisi atau BNN menggelar razia narkoba di Jakarta, kawasan ini jadi sorotan. Lokasinya berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Letaknya tidak jauh dari Terminal dan Stasiun Tanjung Priok. Bagi warga ibu kota, nama kampung ini identik dengan satu label: kampung narkoba. Secara geografis, Kampung […]

  • Spider-Man Brand New Day Jadi Film Pertama yang Diproduksi Khusus untuk Format ScreenX

    Spider-Man Brand New Day Jadi Film Pertama yang Diproduksi Khusus untuk Format ScreenX

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Marvel selalu punya cara untuk membuat penonton kembali ke bioskop — dan kali ini, mereka bermain di dimensi yang benar-benar berbeda. Spider-Man: Brand New Day resmi mencetak sejarah sebagai film pertama yang diproduksi secara khusus untuk format ScreenX. Bukan sekadar dikonversi setelah syuting selesai. Tim produksi merancang sejumlah adegan dari awal dengan mempertimbangkan tiga layar […]

  • Strategi “Backdoor” Lolos Beasiswa LPDP: Mengapa Kontribusi Lebih Menentukan daripada Skor TOEFL Tinggi

    Strategi “Backdoor” Lolos Beasiswa LPDP: Mengapa Kontribusi Lebih Menentukan daripada Skor TOEFL Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Banyak calon pendaftar LPDP terjebak dalam mitos bahwa mereka harus menjadi “dewa akademik” dengan skor TOEFL di atas 600 untuk bisa lolos. Padahal, data menunjukkan banyak kandidat dengan skor bahasa Inggris pas-pasan (sesuai syarat minimal) justru berhasil mendapatkan tiket studi ke luar negeri. Mengapa? Karena LPDP bukan lembaga kursus bahasa. Mereka adalah investor SDM […]

expand_less