Perolehan Medali Asian Games 2026: China Kokoh di Puncak, Indonesia Berjuang di Papan Tengah
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 44 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. China memimpin klasemen perolehan medali Asian Games 2026 dengan koleksi 23 emas, 10 perak, dan lima perunggu. Total 38 medali itu sebagian besar datang dari cabang akuatik, terutama renang, yang selama ini memang jadi lumbung emas andalan Negeri Tirai Bambu di ajang multicabang Asia.
Tuan rumah Jepang menempel di posisi kedua dengan delapan emas, 12 perak, dan 12 perunggu. Korea Selatan melengkapi tiga besar lewat lima emas, tiga perak, dan 15 perunggu. Ajang Asian Games ke-20 ini berlangsung di Aichi-Nagoya sejak akhir September 2026, dan persaingan medali masih terus bergerak setiap hari pertandingan berjalan.
Posisi Indonesia di Klasemen Sementara
Kontingen Indonesia berada di peringkat ke-13 hingga Selasa (22/9/2026) pukul 11.00 WIB, dengan raihan tujuh medali: satu perak dan enam perunggu. Padahal sehari sebelumnya, Indonesia sempat menempati posisi ke-12, namun pergeseran itu terjadi setelah negara lain menambah pundi medali mereka.
Medali perak satu-satunya bagi Indonesia datang dari cabang Teqball nomor putri. Sementara itu, keping perunggu tersebar dari beberapa cabang berbeda: Soft Tennis, Teqball, dan Karate masing-masing menyumbang satu perunggu, sedangkan Wushu justru tampil lebih produktif dengan dua perunggu sekaligus.
Eugenia Diva Widodo menjadi salah satu penyumbang medali terbaru lewat nomor taolu changquan putri, dengan catatan skor 9,710. Selain itu, Vallensia Fahira Hotmauli menambah pundi perunggu dari cabang mixed martial arts (MMA) kelas -54 kilogram putri, setelah menang telak 3-0 atas wakil Thailand.
Tambahan Medali dari Karate
Perolehan Indonesia terus bertambah seiring pertandingan yang masih berlangsung. Karateka putri Cok Istri Agung Sanistyarani memastikan medali perunggu dari nomor kumite -55 kilogram usai mengalahkan wakil Singapura, Hafezan Marissa, dengan skor 7-3 di Toyohashi Gymnasium.
Medali itu menjadi perunggu kedua Indonesia dari cabang karate, menyusul raihan sebelumnya dari Leica Al Humaira Lubis. Dengan tambahan ini, total perolehan Indonesia di arena pertandingan naik menjadi delapan medali, meski angka tersebut belum sepenuhnya tercantum dalam tabel klasemen resmi penyelenggara karena proses pembaruan data yang berjalan lebih lambat.
Indonesia Unggul dari Malaysia, Tertinggal dari Thailand
Di antara negara Asia Tenggara, Indonesia justru unggul jauh atas Malaysia, yang baru mengoleksi dua perunggu dan terpuruk di peringkat ke-23. Namun demikian, Thailand tampil lebih dominan dengan tiga emas dan satu perak, sehingga menjadikannya negara ASEAN dengan posisi tertinggi sejauh ini.
Myanmar juga sempat mengungguli Indonesia lewat raihan satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Fakta ini menunjukkan persaingan antarnegara serumpun di Asia Tenggara masih cukup ketat, meski Indonesia mengirim kontingen besar berjumlah 430 atlet yang berlaga di 39 cabang olahraga.
Emas Masih Jadi PR Besar
Sampai berita ini ditulis, Indonesia belum berhasil menembus medali emas Asian Games 2026. Padahal, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sempat mengingatkan bonus sebesar Rp3 miliar bagi atlet peraih emas, sebagai bentuk dorongan semangat menjelang babak-babak krusial di berbagai cabang.
Beberapa cabang seperti bulu tangkis masih menyimpan peluang, mengingat tim ganda putri Indonesia berhasil melaju ke babak semifinal usai mengalahkan wakil Taiwan. Harapan tambahan medali pun masih terbuka lebar, sebab ajang ini masih menyisakan banyak hari pertandingan sebelum klasemen akhir ditentukan.
- Penulis: Firmansyah
