Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Indonesia dan Filipina Sepakati Kerja Sama Barter untuk Dorong Perdagangan Bilateral

Indonesia dan Filipina Sepakati Kerja Sama Barter untuk Dorong Perdagangan Bilateral

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Indonesia dan Filipina baru saja mencapai kesepakatan strategis terkait kerja sama imbal dagang atau sistem barter. Langkah ini bertujuan meningkatkan volume perdagangan bilateral secara signifikan tanpa perlu melibatkan mata uang dolar AS sebagai alat tukar utama. Kesepakatan tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Trade Barter Indonesia bersama mitra usaha dari Filipina.

Fokus Sektor Industri dan Manufaktur

Skema barter ini mencakup beberapa sektor industri krusial bagi kedua negara. Pada industri tekstil, Indonesia berencana mengimpor serat abaka dari Filipina sebagai bahan baku utama. Serat tersebut kemudian diolah oleh berbagai perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI). Setelah menjadi produk jadi berkualitas, barang tersebut akan diekspor kembali ke pasar Filipina.

Selain tekstil, kerja sama ini juga menyasar sektor manufaktur logam berat. Indonesia melalui Krakatau Steel akan mengolah bijih besi yang didatangkan langsung dari Filipina menjadi produk baja siap pakai. Sama seperti skema tekstil, produk baja hasil olahan ini nantinya dikirim kembali ke Filipina sebagai bagian dari kontrak imbal dagang.

Alternatif Strategis di Tengah Tekanan Ekonomi

Pemerintah memandang mekanisme barter ini sebagai alternatif strategis yang sangat relevan saat ini. Langkah ini berfungsi mendorong pertumbuhan ekspor nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing. Strategi ini menjadi sangat krusial di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat terjadi.

Kesepakatan ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi kedua belah pihak. Total potensi transaksi dari kedua kesepakatan tersebut mencapai US$350 juta atau setara dengan Rp6,34 triliun per tahun. Implementasi sistem imbal dagang ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik bagi Indonesia di masa mendatang.

Kedepannya, pemerintah optimistis model kerja sama seperti ini bisa diperluas ke berbagai negara lain untuk memperkuat posisi ekspor Indonesia di pasar regional. Sinergi antar pelaku usaha dan dukungan kebijakan pemerintah menjadi kunci utama keberhasilan program ini dalam menjaga keseimbangan neraca perdagangan nasional.

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo Mahasiswa BEM UI Serukan Aksi Turun Ke Jalan 12 Juni 2026

    Demo Mahasiswa BEM UI Serukan Aksi Turun Ke Jalan 12 Juni 2026

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Demo mahasiswa skala besar akan segera memanaskan situasi politik ibu kota pada akhir pekan ini. Pengumuman aksi tersebut tersebar luas secara daring melalui unggahan akun Instagram resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (@bemui_official). Para aktivis menjadwalkan pergerakan massa ini pada hari Jumat, 12 Juni 2026. Selebaran digital itu memuat seruan provokatif bertajuk “AYO TURUN!” […]

  • Terobosan Medis Galaxy Watch6: Kini Mampu Prediksi Pingsan Mendadak dengan Akurasi Tinggi

    Terobosan Medis Galaxy Watch6: Kini Mampu Prediksi Pingsan Mendadak dengan Akurasi Tinggi

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Samsung Electronics baru saja mengumumkan pencapaian luar biasa melalui pemanfaatan sensor canggih pada Galaxy Watch6 untuk mendeteksi kondisi medis secara preventif. Melalui kolaborasi riset dengan Chung-Ang University Gwangmyeong Hospital di Korea, perangkat Galaxy Watch6 terbukti mampu memvalidasi tanda-tanda vasovagal syncope (VVS) atau pingsan mendadak dengan tingkat akurasi yang impresif. Teknologi dalam Galaxy Watch6 ini […]

  • Demo Masih Berlangsung Pagi Hari Ini, Jalan Menuju Stasiun Palmerah Lumpuh Total

    Demo Masih Berlangsung Pagi Hari Ini, Jalan Menuju Stasiun Palmerah Lumpuh Total

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Demo masih berlangsung pagi hari ini di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya di sekitar Pejompongan dan Slipi. Jalan Pejompongan Raya yang mengarah ke Stasiun Palmerah, masih belum bisa dilalui kendaraan, pada Jumat (28/8) pagi. Kondisi ini melanjutkan langsung kericuhan yang terjadi semalam di area yang sama. Pantauan CCTV live TikTok akun amatyuda14 merekam situasi sekitar […]

  • Buah Menaikkan Berat Badan: Ini 7 Pilihan Terbaik untuk Anda yang Ingin Gemuk Sehat

    Buah Menaikkan Berat Badan: Ini 7 Pilihan Terbaik untuk Anda yang Ingin Gemuk Sehat

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Buah menaikkan berat badan sebenarnya bukan mitos, asalkan Anda memilih jenis yang tepat. Tidak semua buah rendah kalori seperti anggapan kebanyakan orang, karena beberapa jenis justru menyimpan energi dan lemak sehat dalam jumlah signifikan. Berikut tujuh pilihan buah yang bisa membantu Anda menambah berat badan secara sehat, bukan sekadar menumpuk lemak sembarangan. 1. Alpukat […]

  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak ke Barat Daya, BMKG Coret Jakarta dari Daerah Terdampak

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak ke Barat Daya, BMKG Coret Jakarta dari Daerah Terdampak

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui data sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Jakarta kini tidak lagi masuk dalam daftar wilayah terdampak, berbeda dari laporan sebelumnya. Citra satelit Himawari-9 pada Senin (7/9/2026) pukul 15.00 WIB menangkap dua klaster sebaran abu vulkanik dengan arah berbeda. BMKG menjelaskan, angin mendorong material vulkanik […]

  • Mitos Materai 10.000: Bukan Penentu Keabsahan Dokumen Perjanjian Anda

    Mitos Materai 10.000: Bukan Penentu Keabsahan Dokumen Perjanjian Anda

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Banyak orang salah mengira bahwa membubuhkan Materai 10.000 pada selembar kertas otomatis membuat perjanjian memiliki kekuatan hukum absolut. Anggapan bahwa Materai 10.000 menjadi syarat sah utama dokumen adalah keliru besar. Faktanya, Materai 10.000 hanyalah bentuk pajak dokumen yang dibayarkan kepada negara, bukan penentu keabsahan sebuah kesepakatan. Banyak pihak kehilangan aset atau terjebak kasus hukum […]

expand_less