Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kebakaran Gunung Lawu Luas Terbakar 230 hingga 490 Hektare

Kebakaran Gunung Lawu Luas Terbakar 230 hingga 490 Hektare

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Berapa hektare yang hangus akibat kebakaran Gunung Lawu? Per Selasa (20/10/2026), BPBD Jawa Tengah menyebut 230 hektare, sedangkan BPBD Karanganyar memperkirakan 490 hektare. Kedua angka itu masih bersifat sementara. Api masih menyala, angin kencang menyulitkan petugas, dan pendataan belum selesai. Berikut perkembangannya hari demi hari.

Kamis, 15 Oktober: api pertama

Warga melaporkan api pertama di lereng Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, sekitar pukul 10.00 WIB. Api membesar pada sore harinya. Kebakaran menyasar alang-alang, tanaman perdu, dan tegakan pinus di kawasan hutan lindung. Dugaan sementara menyebut api berasal dari seresah atau tumpukan daun kering yang terbakar. Pada saat itu, jalur pendakian Lawu sudah ditutup total.

Sabtu, 17 Oktober: 100 hektare dan status tanggap darurat

Dua hari kemudian, pantauan drone thermal mendeteksi sekitar 11 titik api, naik dari empat sampai enam titik sebelumnya. Luas lahan terbakar diperkirakan 100 hektare. Tim melakukan penyekatan di empat titik agar api tidak melebar.

Hari itu juga, Pemkab Karanganyar menetapkan status tanggap darurat lewat SK Bupati Nomor 300.2/768 Tahun 2026. Api mengarah ke pos bayangan jalur pendakian via Cemoro Kandang, dan berpotensi merambat ke wilayah Tambak, Kecamatan Ngargoyoso. Karena itu, petugas menyiapkan penyekatan di jalur pendakian via Tambak.

Senin, 19 Oktober: api merembet

Kobaran api masih terlihat dari area Segoro Gunung di sisi barat pada Senin malam. Harian Basis juga melaporkan kebakaran di kawasan Gunung Lawu sisi Magetan, Jawa Timur, yang meluas hingga melewati perbatasan Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Magetan mengoordinasikan patroli untuk membentengi wilayahnya.

Selasa, 20 Oktober: 230 sampai 490 hektare

Titik api melonjak. Menurut BPBD Jawa Tengah, data SiPongi mencatat 36 titik pada Selasa, padahal hari sebelumnya hanya 10. Hembusan angin kencang menjadi penyebab utama. Kondisi itu membuat api sulit padam dan lahan terbakar bertambah.

Angka luas ikut berubah. Gubernur Ahmad Luthfi menyebut sekitar 230 hektare di Desa Gondosuli. BPBD Karanganyar, melalui Kepala Pelaksana Sugiharjo, memperkirakan 490 hektare pada hari keenam penanganan. Pemerintah provinsi menegaskan luas kawasan terbakar masih dalam pendataan.

Bagaimana cara petugas memadamkan api?

Medan pegunungan menyulitkan armada pemadam konvensional. Karena itu, tim gabungan, yang mencakup 244 personel, memadamkan api secara manual dan menyekat jalur penyebaran. Pemadaman udara lewat water bombing diupayakan, tetapi angin kencang dan awan tebal menghambat helikopter. BPBD Karanganyar juga menambah posko menjadi empat titik, termasuk satu di Cetho.

Di tengah itu, Pemprov Jawa Tengah meminta polisi menyelidiki penyebab kebakaran. Gunung Sumbing di Wonosobo juga mengalami karhutla, sehingga sumber daya terbagi.

Apa yang perlu diketahui warga dan pendaki

Pertama, jalur pendakian Gunung Lawu tetap ditutup sampai kondisi dinyatakan aman. Kedua, warga di lereng perlu mengikuti arahan petugas dan menyiapkan antisipasi asap. Ketiga, jangan membuang puntung rokok atau membakar sampah di area rawan saat kemarau.

Pantau perkembangan dari BPBD setempat. Luas lahan terbakar bisa berubah saat petugas menyelesaikan pendataan.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Solusi Program MBG — Dihentikan atau Diperbaiki Dulu?

    Solusi Program MBG — Dihentikan atau Diperbaiki Dulu?

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program MBG sejak awal 2025. Tujuannya satu — anak sekolah, ibu hamil, dan balita mendapat gizi cukup setiap hari. Lapangan bercerita berbeda. Kendala datang bertubi-tubi. Kualitas makanan tidak konsisten, distribusi timpang antara kota dan pelosok, dan anggaran jumbo terus memantik perdebatan publik. Banyak orang pun bertanya: haruskah Program MBG berhenti, […]

  • 10 Game Seru untuk Outing Bareng Rekan Kerja, Dijamin Bikin Kantor Makin Solid

    10 Game Seru untuk Outing Bareng Rekan Kerja, Dijamin Bikin Kantor Makin Solid

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Outing kantor jangan cuma diisi acara makan-makan dan foto bareng. Momen ini justru pas banget buat mempererat kekompakan tim lewat game seru untuk outing bareng rekan kerja yang bikin suasana makin cair. Yuk, simak sepuluh pilihan gamenya berikut ini. 1. Human Bingo Setiap peserta pegang kartu berisi berbagai deskripsi unik, misalnya “punya hewan peliharaan” […]

  • Analisis Harga Batu Bara dan Komoditas Energi Dunia per Mei 2026

    Analisis Harga Batu Bara dan Komoditas Energi Dunia per 7 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pergerakan pasar komoditas global menunjukkan dinamika yang kontras pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Harga batu bara terpantau mengalami tren penurunan tipis dibandingkan dengan komoditas energi lainnya. Pelemahan harga batu bara ini terjadi di saat investor sedang fokus memperhatikan perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Mengetahui fluktuasi harga batu bara sangat penting bagi pelaku industri […]

  • Apa Itu Pamali? Pengertian, Contoh, dan Makna di Balik Larangan Leluhur

    Apa Itu Pamali? Pengertian, Contoh, dan Makna di Balik Larangan Leluhur

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pernah dengar kalimat “jangan duduk di depan pintu, nanti susah jodoh”? Atau mungkin “jangan menyapu malam-malam, nanti rezekimu ikut tersapu”? Itulah pamali. Larangan yang hampir semua orang Indonesia pernah dengar — entah dari nenek, orang tua, atau tetangga yang sudah sepuh. Tidak ada buku panduannya, tidak ada sanksi tertulis. Tapi anehnya, larangan itu tetap […]

  • Warga Pati Keluhkan Pemberitaan Negatif, Tegaskan Cinta Damai ke DPR

    Warga Pati Keluhkan Pemberitaan Negatif, Tegaskan Cinta Damai ke DPR

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Sejumlah warga Pati mengeluhkan pemberitaan media yang mereka nilai kerap bernada negatif tentang daerah asal mereka. Mereka menegaskan bahwa masyarakat Pati sebenarnya cinta damai dan ramah terhadap siapa pun. Forum Komunikasi Rakyat Pati menyampaikan keresahan itu saat menemui pimpinan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026). Lukman Hakim, salah satu perwakilan warga […]

  • 11 Gempa Magnitudo 7+ yang Mengguncang Dunia Sepanjang 2026, Indonesia Ikut Kena

    11 Gempa Magnitudo 7+ yang Mengguncang Dunia Sepanjang 2026, Indonesia Ikut Kena

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bumi memang nggak pernah benar-benar diam. Sepanjang 2026, tercatat sudah 11 kali gempa magnitudo 7+ mengguncang berbagai penjuru dunia, dari Amerika Latin sampai kawasan Pasifik. Beberapa di antaranya bahkan terjadi di wilayah Indonesia sendiri. Rentetan Gempa Besar dari Awal Tahun Catatan Kompas.com menunjukkan gempa magnitudo 7+ pertama tahun ini terjadi di Kota Belud, Malaysia, […]

expand_less