Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Terungkap Penyebab Kematian 5 Calon Manajer Kopdes Usai Latsarmil, Ini Penjelasan Wamenhan

Terungkap Penyebab Kematian 5 Calon Manajer Kopdes Usai Latsarmil, Ini Penjelasan Wamenhan

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Tragedi ini bermula dari pelatihan yang seharusnya membentuk karakter — tapi berakhir dengan duka yang mendalam. Lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) meninggal dunia setelah mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Kelima peserta itu adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.

Nama-nama ini kini menjadi simbol pertanyaan besar yang publik layangkan ke pemerintah — apa yang sebenarnya terjadi?

Wamenhan Hadir di DPR, Buka Suara Soal Penyebab Kematian

Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI Donny Ermawan Taufanto hadir langsung di rapat Komisi I DPR, Rabu (1/7/2026) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Ia memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab meninggalnya kelima peserta latsarmil tersebut.

Menurut Donny, penyebab kematian kelima orang itu berbeda-beda. Tapi ada tiga faktor utama yang ia sampaikan kepada anggota Komisi I DPR.

Penyebab 1 — Kelelahan dan Guncangan Perubahan Pola Hidup

Faktor pertama yang Donny ungkap adalah kelelahan akibat perubahan drastis gaya hidup.

Para peserta yang terbiasa menjalani kehidupan sipil tiba-tiba masuk ke lingkungan barak militer dengan disiplin sangat tinggi. Transisi ini rupanya menjadi beban berat yang tubuh mereka tidak siap tanggung.

“Memang penyebabnya berbeda-beda. Tapi kalau bisa kita tarik kesimpulan, pertama adalah karena kelelahan. Kemudian juga perubahan pola hidup, yang tadinya mungkin kehidupan sipil, masuk kehidupan ya di barak dan sebagainya yang mana semuanya harus disiplin — nah itu mungkin juga mengagetkan juga,” ujar Donny.

Perubahan mendadak seperti ini memang bisa memberikan tekanan fisik dan mental yang signifikan — terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak punya pengalaman di lingkungan dengan ritme dan kedisiplinan sekeras militer.

Penyebab 2 — Penyakit Bawaan yang Belum Tertangani Optimal

Faktor kedua yang Donny ungkap menyentuh soal kondisi kesehatan peserta sebelum masuk pelatihan.

Donny mengakui bahwa tidak semua peserta menjalani latsarmil dalam kondisi tubuh yang prima. Memang ada deteksi penyakit bawaan dalam proses seleksi, tapi kondisi tersebut dinilai masih dalam batas aman — sehingga peserta tetap lolos mengikuti pelatihan.

“Nah ini yang menyebabkan beberapa dari mereka — tidak semuanya — sebetulnya banyak juga yang kondisi kesehatannya tidak baik-baik semuanya, tapi hanya beberapa ini saja,” jelasnya.

Donny merinci lebih lanjut: tiga peserta meninggal karena penyakit jantung, sementara dua lainnya karena penyakit paru-paru.

“Yang paru-paru semuanya ada di Jakarta, di Satdik di Halim, tapi yang lainnya yang di Baturaja, yang di Balikpapan dan yang di Singkawang itu terkait dengan penyakit jantung,” terang Donny.

Terkait kasus paru-paru di Halim, Donny menyebut ada potensi penularan di lokasi pelatihan. Pemerintah sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk langkah pencegahan lebih lanjut.

Penyebab 3 — Faktor Cuaca di Lokasi Pelatihan

Selain kelelahan dan kondisi kesehatan, cuaca di lokasi latihan juga turut berkontribusi pada tragedi ini.

“Karena mungkin ada kasus-kasus tertentu ya kejadian yang tadi itu mungkin cuaca dan sebagainya sehingga menyebabkan dari kondisi yang sudah terbatas tersebut, akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Donny.

Kombinasi cuaca ekstrem dengan tubuh yang sudah kelelahan dan memiliki kondisi kesehatan tidak optimal menjadi kombinasi berbahaya yang tidak terantisipasi dengan baik.

Tim Investigasi Gabungan Kemenhan dan Kemenkes Dibentuk

Pemerintah tidak tinggal diam setelah tragedi ini mencuat ke publik.

Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan sudah membentuk tim investigasi gabungan untuk menggali data lebih dalam terkait penyebab kematian kelima calon manajer Kopdes tersebut.

“Terkait dengan meninggalnya lima ini kami juga sudah melaksanakan — kami sudah membentuk tim investigasi. Ini adalah gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan,” ujar Donny.

Tim ini akan mencari data tambahan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang luput dari perhatian dalam proses investigasi awal.

Latsarmil Dihapus, Diganti Pendidikan Bela Negara

Menyusul kematian kelima peserta itu, Kementerian Pertahanan mengambil langkah tegas — menghapus latihan militer dari program pelatihan calon manajer Kopdes.

Sebagai gantinya, pelatihan kini beralih ke pendidikan Bela Negara yang lebih sesuai dengan karakter dan kondisi fisik peserta sipil.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada anggota Komisi I bahwa kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi Komponen Cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan bela negara,” tegas Donny.

Perubahan ini juga berdampak pada status kepesertaan. Para calon manajer Kopdes kini batal menjadi Komponen Cadangan (Komcad) TNI karena tidak lagi menjalani pelatihan militer.

Durasi pelatihan pun dipangkas signifikan — dari semula satu bulan menjadi hanya dua minggu.

Keluarga Korban Terima Santunan Kopdes

Pemerintah menyiapkan dana santunan bagi keluarga kelima korban yang meninggal.

Kementerian Pertahanan memberikan santunan sebesar Rp50 juta per keluarga. Selain itu, ada tambahan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang estimasinya sekitar Rp42 juta — meski jumlah pastinya masih dalam proses.

“Santunan tadi yang dari Kementerian Pertahanan kita berikan Rp50 juta, kemudian untuk yang dari BPJS itu kemungkinan sekitar Rp42 juta. Kami belum tahu angka pastinya, karena ini sudah kami proses ya terkait yang dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Donny.

Pertanyaan Besar yang Harus Dijawab

Tragedi ini memunculkan sejumlah pertanyaan mendasar yang publik dan DPR berhak mendapatkan jawabannya secara transparan.

Mengapa peserta dengan kondisi kesehatan tidak optimal tetap lolos seleksi dan mengikuti pelatihan fisik berat? Apakah standar seleksi kesehatan sudah cukup ketat sebelum program ini berjalan? Bagaimana mekanisme pengawasan kondisi fisik peserta selama pelatihan berlangsung?

Pembentukan tim investigasi gabungan adalah langkah awal yang tepat. Tapi hasilnya harus transparan — bukan hanya disampaikan ke Komisi I DPR, melainkan juga ke publik yang keluarganya ikut merasakan dampak program ini.

Lima nyawa sudah melayang. Revisi program saja tidak cukup — perlu evaluasi menyeluruh agar tragedi seperti ini tidak terulang kembali dalam program pemerintah manapun di masa mendatang.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turis Arab

    Mengapa Turis Arab Memilih Puncak Bogor Sebagai Destinasi Liburan Favorit?

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Turis Arab memang punya daya tarik tersendiri dengan kawasan Puncak, Bogor. Sejak era 1990-an, wisatawan dari Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, hingga Qatar rutin menjadikan wilayah ini sebagai destinasi utama mereka. Bahkan, salah satu area di Cisarua mendapat julukan “Kampung Arab” karena banyaknya Turis Arab yang menetap sementara di sana. Tidak jarang, beberapa di antara […]

  • kata-kata-kemerdekaan-ri-81

    20 Kata-Kata Kemerdekaan RI ke-81 untuk Kobarkan Semangat Persatuan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Setiap tanggal 17 Agustus, seluruh Indonesia larut dalam suasana penuh haru dan bangga. Bendera merah putih berkibar di setiap sudut jalan, lomba-lomba khas kemerdekaan digelar dengan meriah, dan masyarakat ramai-ramai membagikan ucapan penuh semangat di media sosial. Tahun ini, bangsa kita genap merayakan usia ke-81 sejak proklamasi dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta pada 1945. Momen ini […]

  • said-iqbal-usul-pajak-jht-nol-persen

    Said Iqbal Usul Pajak JHT Jadi 0 Persen ke Menkeu Purbaya, Ini Alasan dan Dampaknya

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, melempar usulan yang langsung menarik perhatian publik. Ia meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar menghapus pajak Jaminan Hari Tua (JHT) — atau menetapkan tarifnya menjadi 0 persen. Bukan hanya JHT. Said Iqbal juga mengusulkan pembebasan pajak untuk pesangon, jaminan pensiun, dan Tunjangan Hari […]

  • bupati-langkat-syah-afandin

    Bupati Langkat Syah Afandin Jalani Pemeriksaan di KPK Pasca OTT Suap Proyek

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bupati Langkat, Syah Afandin, tiba di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Jumat (3/7/2026) siang. Pria yang akrab disapa Ondim ini datang sekitar pukul 14.22 WIB setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap proyek. Kendaraan yang membawa dirinya langsung masuk ke area dalam gedung agar proses masuk berlangsung lancar. […]

  • Dampak Rupiah Anjlok: Harga Oli Motor Naik hingga 30 Persen, Biaya Servis Ikut Melambung

    Dampak Rupiah Anjlok: Harga Oli Motor Naik hingga 30 Persen, Biaya Servis Ikut Melambung

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi belakangan ini mulai memukul dompet para pemilik kendaraan roda dua secara langsung di tanah air. Salah satu dampak paling nyata dari volatilitas pasar mata uang ini terlihat pada lonjakan harga oli mesin yang mengalami kenaikan sangat signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah pengelola bengkel mengaku […]

  • Gunung Patah

    Ekspedisi Menggapai Puncak Gunung Patah 2026: Rute Terkini, Transportasi Publik, dan Simulasi Anggaran

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Gunung Patah berdiri kokoh sebagai salah satu kiblat petualangan paling menantang bagi para pencinta alam bebas yang mendambakan keasrian mutlak. Berada di bentangan pembatas antara Provinsi Bengkulu dan Sumatra Selatan, kawasan gunung api ini menyimpan sejuta pesona, mulai dari kawah aktif tersembunyi hingga formasi hutan lumut pekat yang tampak seperti dunia prasejarah. Memasuki pertengahan […]

expand_less