Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Terungkap Penyebab Kematian 5 Calon Manajer Kopdes Usai Latsarmil, Ini Penjelasan Wamenhan

Terungkap Penyebab Kematian 5 Calon Manajer Kopdes Usai Latsarmil, Ini Penjelasan Wamenhan

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Tragedi ini bermula dari pelatihan yang seharusnya membentuk karakter — tapi berakhir dengan duka yang mendalam. Lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) meninggal dunia setelah mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Kelima peserta itu adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.

Nama-nama ini kini menjadi simbol pertanyaan besar yang publik layangkan ke pemerintah — apa yang sebenarnya terjadi?

Wamenhan Hadir di DPR, Buka Suara Soal Penyebab Kematian

Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI Donny Ermawan Taufanto hadir langsung di rapat Komisi I DPR, Rabu (1/7/2026) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Ia memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab meninggalnya kelima peserta latsarmil tersebut.

Menurut Donny, penyebab kematian kelima orang itu berbeda-beda. Tapi ada tiga faktor utama yang ia sampaikan kepada anggota Komisi I DPR.

Penyebab 1 — Kelelahan dan Guncangan Perubahan Pola Hidup

Faktor pertama yang Donny ungkap adalah kelelahan akibat perubahan drastis gaya hidup.

Para peserta yang terbiasa menjalani kehidupan sipil tiba-tiba masuk ke lingkungan barak militer dengan disiplin sangat tinggi. Transisi ini rupanya menjadi beban berat yang tubuh mereka tidak siap tanggung.

“Memang penyebabnya berbeda-beda. Tapi kalau bisa kita tarik kesimpulan, pertama adalah karena kelelahan. Kemudian juga perubahan pola hidup, yang tadinya mungkin kehidupan sipil, masuk kehidupan ya di barak dan sebagainya yang mana semuanya harus disiplin — nah itu mungkin juga mengagetkan juga,” ujar Donny.

Perubahan mendadak seperti ini memang bisa memberikan tekanan fisik dan mental yang signifikan — terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak punya pengalaman di lingkungan dengan ritme dan kedisiplinan sekeras militer.

Penyebab 2 — Penyakit Bawaan yang Belum Tertangani Optimal

Faktor kedua yang Donny ungkap menyentuh soal kondisi kesehatan peserta sebelum masuk pelatihan.

Donny mengakui bahwa tidak semua peserta menjalani latsarmil dalam kondisi tubuh yang prima. Memang ada deteksi penyakit bawaan dalam proses seleksi, tapi kondisi tersebut dinilai masih dalam batas aman — sehingga peserta tetap lolos mengikuti pelatihan.

“Nah ini yang menyebabkan beberapa dari mereka — tidak semuanya — sebetulnya banyak juga yang kondisi kesehatannya tidak baik-baik semuanya, tapi hanya beberapa ini saja,” jelasnya.

Donny merinci lebih lanjut: tiga peserta meninggal karena penyakit jantung, sementara dua lainnya karena penyakit paru-paru.

“Yang paru-paru semuanya ada di Jakarta, di Satdik di Halim, tapi yang lainnya yang di Baturaja, yang di Balikpapan dan yang di Singkawang itu terkait dengan penyakit jantung,” terang Donny.

Terkait kasus paru-paru di Halim, Donny menyebut ada potensi penularan di lokasi pelatihan. Pemerintah sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk langkah pencegahan lebih lanjut.

Penyebab 3 — Faktor Cuaca di Lokasi Pelatihan

Selain kelelahan dan kondisi kesehatan, cuaca di lokasi latihan juga turut berkontribusi pada tragedi ini.

“Karena mungkin ada kasus-kasus tertentu ya kejadian yang tadi itu mungkin cuaca dan sebagainya sehingga menyebabkan dari kondisi yang sudah terbatas tersebut, akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Donny.

Kombinasi cuaca ekstrem dengan tubuh yang sudah kelelahan dan memiliki kondisi kesehatan tidak optimal menjadi kombinasi berbahaya yang tidak terantisipasi dengan baik.

Tim Investigasi Gabungan Kemenhan dan Kemenkes Dibentuk

Pemerintah tidak tinggal diam setelah tragedi ini mencuat ke publik.

Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan sudah membentuk tim investigasi gabungan untuk menggali data lebih dalam terkait penyebab kematian kelima calon manajer Kopdes tersebut.

“Terkait dengan meninggalnya lima ini kami juga sudah melaksanakan — kami sudah membentuk tim investigasi. Ini adalah gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan,” ujar Donny.

Tim ini akan mencari data tambahan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang luput dari perhatian dalam proses investigasi awal.

Latsarmil Dihapus, Diganti Pendidikan Bela Negara

Menyusul kematian kelima peserta itu, Kementerian Pertahanan mengambil langkah tegas — menghapus latihan militer dari program pelatihan calon manajer Kopdes.

Sebagai gantinya, pelatihan kini beralih ke pendidikan Bela Negara yang lebih sesuai dengan karakter dan kondisi fisik peserta sipil.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada anggota Komisi I bahwa kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi Komponen Cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan bela negara,” tegas Donny.

Perubahan ini juga berdampak pada status kepesertaan. Para calon manajer Kopdes kini batal menjadi Komponen Cadangan (Komcad) TNI karena tidak lagi menjalani pelatihan militer.

Durasi pelatihan pun dipangkas signifikan — dari semula satu bulan menjadi hanya dua minggu.

Keluarga Korban Terima Santunan Kopdes

Pemerintah menyiapkan dana santunan bagi keluarga kelima korban yang meninggal.

Kementerian Pertahanan memberikan santunan sebesar Rp50 juta per keluarga. Selain itu, ada tambahan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang estimasinya sekitar Rp42 juta — meski jumlah pastinya masih dalam proses.

“Santunan tadi yang dari Kementerian Pertahanan kita berikan Rp50 juta, kemudian untuk yang dari BPJS itu kemungkinan sekitar Rp42 juta. Kami belum tahu angka pastinya, karena ini sudah kami proses ya terkait yang dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Donny.

Pertanyaan Besar yang Harus Dijawab

Tragedi ini memunculkan sejumlah pertanyaan mendasar yang publik dan DPR berhak mendapatkan jawabannya secara transparan.

Mengapa peserta dengan kondisi kesehatan tidak optimal tetap lolos seleksi dan mengikuti pelatihan fisik berat? Apakah standar seleksi kesehatan sudah cukup ketat sebelum program ini berjalan? Bagaimana mekanisme pengawasan kondisi fisik peserta selama pelatihan berlangsung?

Pembentukan tim investigasi gabungan adalah langkah awal yang tepat. Tapi hasilnya harus transparan — bukan hanya disampaikan ke Komisi I DPR, melainkan juga ke publik yang keluarganya ikut merasakan dampak program ini.

Lima nyawa sudah melayang. Revisi program saja tidak cukup — perlu evaluasi menyeluruh agar tragedi seperti ini tidak terulang kembali dalam program pemerintah manapun di masa mendatang.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel: Polda Metro Jaya Panggil Ulang Awkarin dan Faisal

    Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel: Polda Metro Jaya Panggil Ulang Awkarin dan Faisal

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Polda Metro Jaya kembali mengambil langkah tegas dalam mengusut kasus dugaan penipuan umrah yang dilakukan oleh Hanania Travel. Polisi resmi menjadwalkan pemanggilan kedua terhadap influencer Karin Novilda alias Awkarin serta Faisal Bagus Ibrahim. Keduanya diketahui tidak memenuhi panggilan pertama yang seharusnya berlangsung pada Senin (8/6/2026) lalu. Polisi Akan Terbitkan Panggilan Kedua Kompol Andaru Rahutomo, […]

  • Revolusi Berkebun Di Rumah: Panduan Praktis Menanam Pangan Sendiri dengan Anggaran Minimalis

    Revolusi Berkebun Di Rumah: Panduan Praktis Menanam Pangan Sendiri dengan Anggaran Minimalis

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Banyak orang mengurungkan niat berkebun karena bayangan biaya mahal atau rumitnya perawatan. Padahal, berkebun di rumah adalah soal memahami siklus alam di skala kecil. Baik Anda memiliki halaman luas atau hanya balkon apartemen, kunci keberhasilannya terletak pada persiapan media tanam dan konsistensi, bukan pada kemewahan alatnya. Data & Fakta: Investasi Hijau yang Masuk Akal […]

  • Harga Minyak Dunia Tembus US, Efek Serangan AS ke Iran di Selat Hormuz

    Harga Minyak Dunia Tembus US$90, Efek Serangan AS ke Iran di Selat Hormuz

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Harga minyak mentah dunia menembus level psikologis US$90 per barel. Pemicunya, militer Amerika Serikat (AS) menghantam dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak, kawasan strategis Selat Hormuz. Kenaikan ini terjadi hanya beberapa jam setelah pasukan AS melancarkan serangan pada Minggu (30/8/2026) waktu setempat. Brent Melonjak, WTI Ikut Terkerek Minyak Brent berjangka untuk pengiriman November […]

  • IHSG Hari Ini 28 April 2026: Prediksi Melemah Tipis, Cek 6 Saham Potensi Cuan!

    IHSG Hari Ini 28 April 2026: Prediksi Melemah Tipis, Cek 6 Saham Potensi Cuan!

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa (28/4/2026), diprediksi akan mengalami variasi dengan kecenderungan melemah. CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan secara teknikal bahwa indeks akan bermain di rentang support 6.955–7.030 dan level resistance pada kisaran 7.185–7.260. Situasi ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya (27/4), indeks terjun ke posisi 7.106,52 atau terkoreksi sekitar 0,32 persen. Faktor Penekan […]

  • Menakar Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih: Standar PKWT BUMN dan Peluang Kariernya

    Menakar Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih: Standar PKWT BUMN dan Peluang Kariernya

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Proses rekrutmen 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih kini menjadi buah bibir. Banyak calon pelamar yang bertanya-tanya: Berapa sebenarnya take-home pay yang akan mereka terima? Mengingat posisi ini berada di bawah naungan Agrinas Pangan Nusantara dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), pemahaman mengenai standar upah BUMN menjadi sangat krusial. Pemerintah melalui […]

  • Tren Utang Negara Kuartal I-2026: Pertumbuhan Melambat dan Struktur Finansial Semakin Sehat

    Tren Utang Negara Kuartal I-2026: Pertumbuhan Melambat dan Struktur Finansial Semakin Sehat

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Utang Negara atau posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I-2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang melambat. Bank Indonesia (BI) mencatat total pembiayaan luar negeri kita mencapai USD 433,4 miliar atau setara Rp 7.653 triliun. Secara tahunan, angka ini hanya tumbuh 0,8 persen. Rasio ini melambat cukup signifikan jika kita bandingkan dengan pertumbuhan kuartal […]

expand_less