Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup » Kenapa Masih Banyak Orang yang Pengangguran? Ini Penyebab Nyatanya

Kenapa Masih Banyak Orang yang Pengangguran? Ini Penyebab Nyatanya

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 257
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Indonesia terus membangun infrastruktur, investasi asing masuk, dan startup baru bermunculan setiap tahun. Tapi di sisi lain, jutaan orang masih banyak pengangguran/berdiri di antrean pencari kerja — mengirim CV ke sana ke mari tanpa kepastian.

Kenapa ini masih terjadi? Jawabannya bukan satu hal. Ada banyak lapisan yang perlu dibongkar satu per satu.

1. Skill yang Dimiliki Tidak Sesuai yang Dibutuhkan Industri

Ini salah satu akar masalah terbesar yang jarang dibicarakan secara jujur.

Banyak lulusan perguruan tinggi keluar dengan gelar di tangan — tapi skill yang mereka bawa tidak sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini. Industri teknologi, logistik, dan keuangan digital berkembang sangat cepat. Sementara kurikulum pendidikan banyak yang masih berjalan di jalur lama.

Fenomena ini dikenal sebagai mismatch skill atau kesenjangan kompetensi. Perusahaan butuh talenta dengan kemampuan data analytics, digital marketing, atau coding — tapi pelamar yang datang belum tentu punya kemampuan itu.

Hasilnya? Kursi lowong dan pencari kerja sama-sama ada — tapi tidak bertemu di titik yang tepat.

2. PHK Massal Akibat Otomasi dan Efisiensi Perusahaan

Revolusi industri 4.0 membawa dua wajah sekaligus: kemajuan teknologi di satu sisi, dan gelombang PHK di sisi lain.

Banyak pekerjaan yang dulu dikerjakan manusia kini digantikan mesin, software, atau kecerdasan buatan. Kasir supermarket, operator pabrik, hingga staf administrasi — semua perlahan tergantikan oleh sistem otomatis yang lebih murah dan tidak butuh cuti.

Perusahaan melakukan efisiensi bukan karena kejam — tapi karena tekanan kompetisi global memaksa mereka bergerak lebih ramping. Dan korbannya adalah ribuan pekerja yang tiba-tiba kehilangan posisi tanpa sempat menyiapkan skill baru.

3. Jumlah Angkatan Kerja Baru Tumbuh Lebih Cepat dari Lapangan Kerja

Setiap tahun, Indonesia menghasilkan jutaan lulusan baru — dari SMK, diploma, hingga sarjana. Mereka semua masuk ke pasar kerja dengan harapan besar.

Masalahnya, pertumbuhan lapangan kerja formal tidak selalu mengimbangi laju pertambahan angkatan kerja baru itu.

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia masih menyentuh angka yang signifikan — dan sebagian besar pengangguran justru berasal dari kelompok usia muda 15–24 tahun. Mereka yang paling antusias masuk dunia kerja, justru kelompok yang paling banyak belum terserap.

4. Kesenjangan antara Kota dan Daerah

Lapangan kerja di Indonesia tidak merata. Mayoritas peluang kerja formal terkonsentrasi di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan beberapa kota besar lainnya.

Sementara itu, jutaan pencari kerja tersebar di daerah yang infrastruktur ekonominya belum sekuat kota besar. Mereka tidak punya akses mudah ke informasi lowongan, tidak memiliki jaringan profesional, dan tidak selalu mampu menanggung biaya pindah ke kota.

Hasilnya? Banyak potensi manusia yang terkubur di daerah — bukan karena tidak mau bekerja, tapi karena kesempatannya memang belum sampai ke sana.

5. Standar Gaji vs Ekspektasi Pelamar yang Tidak Ketemu

Ini bagian yang agak sensitif tapi penting untuk dibahas jujur.

Sebagian pengangguran bukan karena tidak ada tawaran kerja sama sekali. Tapi karena tawaran yang ada tidak memenuhi ekspektasi gaji atau kondisi kerja yang mereka harapkan.

Di sisi lain, banyak perusahaan — terutama UMKM dan startup tahap awal — menawarkan gaji di bawah standar hidup layak. Ini menciptakan jarak yang sulit dijembatani antara pencari kerja dan pemberi kerja.

Tidak ada yang sepenuhnya salah di sini. Tapi gap ekspektasi ini nyata dan berkontribusi pada angka pengangguran yang terus bertahan.

6. Mental Barrier: Takut Gagal, Nunggu yang “Sempurna”

Faktor ini jarang masuk dalam laporan resmi — tapi sangat nyata di lapangan.

Sebagian pencari kerja, terutama fresh graduate, menunda melamar karena merasa belum siap. Atau menunggu pekerjaan impian yang sesuai jurusan, sesuai passion, dan sesuai gaji harapan — semua dalam satu paket.

Sambil menunggu, waktu terus berjalan. Dan status pengangguran pun ikut bertahan lebih lama dari yang seharusnya.

Memulai dari pekerjaan yang tidak sempurna bukan kekalahan. Itu justru cara paling cepat untuk membangun pengalaman, jaringan, dan kepercayaan diri yang nantinya membuka pintu ke peluang yang lebih besar.

7. Minimnya Akses Informasi Lowongan Kerja yang Tepat

Banyak orang tidak menganggur karena malas. Mereka menganggur karena tidak tahu harus mencari kerja di mana.

Portal lowongan kerja seperti LinkedIn, Jobstreet, Glints, atau Kalibrr sudah tersedia — tapi tidak semua pencari kerja familiar dengan platform ini. Terutama mereka yang berasal dari daerah atau latar belakang ekonomi yang terbatas.

Informasi lowongan yang tersebar tidak merata ini menciptakan blind spot besar dalam pasar kerja Indonesia.

Jadi, siapa yang bertanggung jawab?

Pengangguran bukan murni kesalahan individu. Tapi bukan juga sepenuhnya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan.

Ini masalah sistemik yang butuh solusi dari banyak arah sekaligus — reformasi pendidikan yang lebih relevan, pemerataan investasi ke daerah, pelatihan vokasi yang masif, serta akses informasi kerja yang lebih terbuka dan merata.

Yang bisa kamu lakukan sekarang sebagai individu: jangan tunggu kondisi sempurna. Perkuat skill, perluas jaringan, dan ambil langkah pertama — sekecil apapun itu.

Karena pasar kerja tidak menunggu siapapun yang terlalu lama berdiri di tempat.

Masih bingung mau mulai dari mana untuk keluar dari lingkaran pengangguran? Pantau terus artikel seputar karier, skill development, dan peluang kerja terbaru di sini.

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 Brand Air Minum Populer di Indonesia dan Kandungannya, Mana yang Cocok untuk Anda?

    7 Brand Air Minum Populer di Indonesia dan Kandungannya, Mana yang Cocok untuk Anda?

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Rak minimarket di Indonesia menyimpan puluhan brand air minum kemasan, dan masing-masing punya klaim kandungan mineral yang berbeda-beda. Sayangnya, tidak semua orang sempat membaca label dengan teliti sebelum membeli. Padahal, mengetahui kandungan tiap brand air minum bisa membantu Anda memilih produk yang paling sesuai kebutuhan tubuh. Berikut rangkuman tujuh brand air minum kemasan yang […]

  • Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026, Simak Susunan Acara Lengkap

    Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026, Simak Susunan Acara Lengkap

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Tokoh-tokoh negara kembali memadati Kompleks Parlemen Senayan pagi ini. Presiden ke-7 RI Joko Widodo hadir dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD yang berlangsung Jumat (14/8/2026). Jokowi Tiba Pukul 07.38 WIB Jokowi tampak mengenakan setelan jas biru tua saat memasuki kompleks parlemen. Selain itu, ia tiba pukul 07.38 WIB, dan pihak Kesekjenan DPR langsung […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini, 26 Agustus 2026

    Harga Emas Antam Hari Ini, 26 Agustus 2026

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Harga emas Antam hari ini, Rabu 26 Agustus 2026, kembali jadi acuan buat kamu. Baik yang mau beli atau jual emas batangan bisa memantau angka ini. Pembaruan harga berlaku sejak pukul 08.30 WIB. Cakupannya meliputi seluruh pecahan, mulai dari yang terkecil 0,5 gram sampai yang terbesar 1 kilogram. Sebelum lanjut ke daftar lengkap, kamu […]

  • Keseruan Festivaaal Marapthon: Momen Nostalgia Bersama Maki Otsuki

    Keseruan Festivaaal Marapthon: Momen Nostalgia Bersama Maki Otsuki

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Gelaran Marapthon yang bertajuk The Last Tale sukses menciptakan atmosfer magis di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Ribuan pengunjung memadati arena Marapthon untuk menikmati deretan penampil papan atas yang telah dinanti sejak lama. Puncak keseruan Marapthon terjadi ketika penyanyi asal Jepang, Maki Otsuki, muncul sebagai bintang tamu kejutan di atas panggung. Kehadiran sosok […]

  • Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Ancam Somasi Penyebar Isu

    Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Ancam Somasi Penyebar Isu

    • calendar_month 8 jam yang lalu
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Kebaruan. Bahlil Lahadalia menepis tudingan yang mengaitkan namanya dengan kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi itu juga mengaku menjadi korban. Ia menyampaikan bantahan di Ambon, Maluku, Sabtu (7/11/2026), usai melantik pengurus DPD I Golkar Maluku. “Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya juga disadap?” […]

  • Sistem Tilang ETLE Terbaru Kini Mampu Deteksi Wajah Pelanggar

    Sistem Tilang ETLE Terbaru Kini Mampu Deteksi Wajah Pelanggar

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Sistem penegakan hukum digital di jalan raya kini mengalami lompatan teknologi yang sangat masif. Polisi meluncurkan pembaruan sistem Tilang ETLE dengan menyematkan fitur canggih yang mampu merekam profil pengguna jalan secara instan. Kamera pengawas tidak lagi sekadar memantau plat nomor kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas. Korlantas Polri mengambil langkah berani ini […]

expand_less