Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Regulasi » Kasus Cukai PT Djarum KPK Taksir Kerugian Negara Triliunan

Kasus Cukai PT Djarum KPK Taksir Kerugian Negara Triliunan

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. KPK menaksir kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi cukai yang menyeret PT Djarum mencapai triliunan rupiah. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan hitungan awal itu pada Kamis malam (29/10/2026). Namun, angka pasti belum keluar, dan KPK belum menetapkan tersangka dari sprindik umum yang terbit pada Oktober ini. Artikel ini merangkum apa yang sudah jelas dan yang belum.

Apa yang KPK katakan soal kerugian negara?

Budi menyebut kerugian negara berada di angka triliunan rupiah berdasarkan perhitungan awal. Ia tidak merinci nilai pasti dan belum mengungkap periode terjadinya dugaan korupsi. KPK juga menegaskan penyidikan masih di tahap awal, sehingga angka itu bisa berubah.

Perhitungan resmi kerugian negara umumnya membutuhkan lembaga berwenang. Putusan Mahkamah Konstitusi 28/PUU-XXIV/2026 menegaskan BPK berwenang menghitung kerugian negara. Karena itu, angka final kemungkinan baru muncul setelah audit.

Bagaimana kasus ini bermula?

Perkara ini berakar dari kasus korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang terungkap pada Februari 2026. Pada 21 Juli 2026, KPK menerbitkan dua sprindik pengembangan. Pada Oktober 2026, KPK menerbitkan sprindik umum baru yang berkaitan dengan PT Djarum, sehingga jumlah sprindik pengembangan menjadi tiga, menurut Jurnas.

Sprindik umum berarti penyidik belum menyebut pihak yang menjadi tersangka. Karena itu, status hukum PT Djarum dalam perkara ini belum diumumkan resmi.

Apa yang digeledah KPK di Kudus?

Pada Rabu (28/10/2026), penyidik menggeledah dua lokasi di Kudus, Jawa Tengah: kantor pusat PT Djarum dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Kudus. Dari penggeledahan itu, KPK menyita dokumen dan barang bukti elektronik.

Budi menjelaskan bahwa penggeledahan menjadi strategi penyidik di tahap awal untuk mengumpulkan alat bukti. Ia juga menegaskan perkara ini murni penegakan hukum terkait penerimaan negara di sektor cukai.

Apa dugaan perbuatannya?

KPK menyelidiki dugaan uang pelicin dari pihak PT Djarum kepada oknum di lingkungan Bea Cukai. Dugaan itu berkaitan dengan pengurusan pita cukai rokok, dan berujung pada penyimpangan penerimaan negara. KPK menyebut dugaan ini “berkaitan dengan kerugian keuangan negara”.

KPK masih mempertimbangkan pasal yang akan dipakai, yakni Pasal 2 atau 3 UU Tipikor, atau Pasal 603 dan 604 KUHP yang berlaku sejak Januari 2026. Pasal mana yang dipilih akan menentukan ancaman hukuman nanti.

Apa tanggapan PT Djarum?

Djarum Group menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Corporate Communication Senior Manager Budi Darmawan menyampaikan hal itu setelah penggeledahan kantor pusat. KPK juga membuka peluang memanggil jajaran direksi untuk dimintai keterangan.

Perlu diingat, tahap ini masih penyidikan. Semua pihak berstatus tidak bersalah sampai pengadilan memutus, dan keterlibatan perusahaan masih berupa dugaan.

Apa bedanya dengan kasus di Kejaksaan Agung?

KPK menegaskan kasus ini berbeda dengan perkara perpajakan yang ditangani Kejaksaan Agung, meski keduanya bersinggungan dengan penerimaan negara. KPK menangani dugaan korupsi cukai, sedangkan Kejaksaan Agung mengusut perkara pajak.

Apa yang perlu dipantau berikutnya?

Pertama, pemeriksaan saksi dan pemanggilan direksi. Kedua, penetapan tersangka. Ketiga, rincian kerugian negara dari perhitungan resmi. Industri rokok juga diminta lebih transparan dalam pelaporan cukai agar kebocoran penerimaan negara tidak terulang.

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Hemat Air Selama Musim Kemarau Panjang 2026, Jangan Tunggu Kran Kering

    Tips Hemat Air Selama Musim Kemarau Panjang 2026, Jangan Tunggu Kran Kering

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Kebaruan. Tips hemat air jadi kebutuhan mendesak buat banyak keluarga Indonesia saat ini. BMKG mencatat, puncak musim kemarau 2026 berlangsung sepanjang Agustus sampai September, diperparah fenomena El Nino berkategori kuat. Sumur mulai menyusut debitnya, pasokan PDAM ikut berkurang di beberapa wilayah, sementara kebutuhan air untuk mandi, memasak, dan mencuci tetap harus terpenuhi setiap hari. Ironisnya, […]

  • Bisnis Franchise Minuman: 8 Brand dan Estimasi Modalnya

    Bisnis Franchise Minuman: 8 Brand dan Estimasi Modalnya

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kebaruan. Ingin memulai bisnis franchise minuman tetapi bingung memilih brand? Pilihannya luas, dari booth mikro seharga belasan juta rupiah sampai gerai besar bermodal ratusan juta. Brand yang paling sering disebut adalah Janji Jiwa, Es Teh Indonesia, Haus!, Mixue, dan Chatime. Besaran modalnya berbeda jauh, dan angka di internet pun tidak seragam. Perkiraan modal tiap brand […]

  • Uang Pajak Digunakan untuk Apa? Ini Rincian Lengkap Alokasi APBN 2026

    Uang Pajak Digunakan untuk Apa? Ini Rincian Lengkap Alokasi APBN 2026

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Kebaruan. Uang pajak yang kamu setor setiap bulan lewat gaji atau transaksi harian ternyata tidak menghilang begitu saja ke kas negara. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa penerimaan perpajakan menyumbang lebih dari 82 persen sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana ini mengalir kembali ke masyarakat lewat belanja kementerian, lembaga, serta transfer ke […]

  • 10 Negara Terbersih di Dunia 2026, Estonia Juaranya

    10 Negara Terbersih di Dunia 2026, Estonia Juaranya

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Negara terbersih di dunia selalu jadi topik menarik. Kamu mungkin penasaran bagaimana suatu negara bisa menjaga kualitas udara, air, dan ekosistemnya tetap prima. Data terbaru dari Environmental Performance Index atau EPI 2026 menjawab rasa penasaran itu. Yale University dan Columbia University menyusun indeks ini bersama, dan hasilnya menunjukkan negara-negara Eropa mendominasi jajaran atas daftar […]

  • Penyakit Angkel: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Nyeri Pergelangan Kaki

    Penyakit Angkel: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Nyeri Pergelangan Kaki

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Nyeri di area pergelangan kaki atau yang sering disebut penyakit angkel kerap dialami banyak orang, mulai dari atlet hingga pekerja kantoran. Kondisi ini bisa muncul tiba-tiba akibat cedera, atau berkembang perlahan karena tekanan berulang pada sendi. Memahami penyebab dan cara penanganannya penting agar aktivitas harian tidak terganggu. Apa Itu Penyakit Angkel? Istilah “angkel” merujuk […]

  • Kisah Nabi Sulaiman AS Raja yang Paham Bahasa Semut dan Burung

    Kisah Nabi Sulaiman AS Raja yang Paham Bahasa Semut dan Burung

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Kebaruan. Nabi Sulaiman ‘alaihissalam (AS) adalah nabi sekaligus raja yang Allah beri kerajaan tiada banding: angin, jin, dan burung tunduk kepadanya. Ia putra Nabi Daud AS, dan Al-Qur’an menegaskan bahwa Sulaiman mewarisi Daud (QS An-Naml: 16). Namun, kisahnya bukan tentang kekuasaan semata. Kisah ini menonjolkan rasa syukur dan kerendahan hati seorang raja. Kerajaan yang Tak […]

expand_less