Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Regulasi » Apa Itu Aksi Kamisan? Arti, Sejarah, dan Tuntutannya

Apa Itu Aksi Kamisan? Arti, Sejarah, dan Tuntutannya

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Aksi Kamisan adalah aksi diam yang digelar korban dan keluarga korban pelanggaran HAM setiap hari Kamis di seberang Istana Merdeka, Jakarta. Para peserta berpakaian serba hitam dan memegang payung hitam. Mereka menuntut negara menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Aksi ini berjalan sejak 18 Januari 2007 dan belum pernah berhenti.

Siapa penggagas Aksi Kamisan?

Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggagas aksi ini. Banyak sumber menyebut dua nama paling depan: Maria Katarina Sumarsih dan Suciwati.

Sumarsih adalah ibu Bernardus Realino Norma Irawan, atau Wawan. Mahasiswa itu tewas akibat tembakan aparat dalam Tragedi Semanggi I pada 13 November 1998. Suciwati adalah istri Munir Said Thalib, pejuang HAM yang tewas dalam pembunuhan pada 7 September 2004.

Ide aksi ini lahir dalam pertemuan JSKK bersama KontraS. Inspirasinya datang dari Ibu-Ibu Plaza de Mayo di Argentina. Para ibu itu rutin berdemonstrasi untuk anak-anak mereka yang menjadi korban kediktatoran militer.

Kenapa payung dan pakaian hitam?

Sumarsih mengusulkan payung sebagai simbol. Suciwati lalu menambahkan warna hitam. Bagi Sumarsih, hitam melambangkan keteguhan dalam mencintai sesama manusia.

Peserta tidak berorasi panjang. Mereka berdiri diam, memajang foto korban, dan membentangkan spanduk. Mereka juga mengirim surat kepada Presiden setiap pekan. Aksi berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.

Dari Aksi Diam menjadi Aksi Kamisan

Nama pertama aksi ini adalah Aksi Diam. Masyarakat kemudian menyebutnya Aksi Payung Hitam. Nama Aksi Kamisan baru populer sejak 2016, menurut kajian sejarah aksi tersebut.

Awalnya jumlah peserta sangat sedikit. Sumarsih mengenang, aksi pada Desember 2007 dan Desember 2008 sempat hanya diikuti delapan orang. Ia bahkan pernah menyatakan aksi akan berhenti jika pesertanya tinggal tiga orang.

Kasus apa saja yang disuarakan?

Peserta membawa banyak kasus pelanggaran HAM berat. Daftarnya mencakup peristiwa 1965, Tragedi Trisakti, Semanggi I dan II, kerusuhan Mei 1998, penghilangan paksa aktivis, dan pembunuhan Munir.

Setiap pekan JSKK mengusung tema berbeda. Pada Aksi Kamisan ke-917, 23 Juli 2026, misalnya, mereka memperingati 27 tahun Tragedi Beutong Ateuh di Aceh. Kasus itu menyangkut pembantaian Tgk. Bantaqiah dan para santrinya pada 23 Juli 1999.

Sudah berapa lama dan menyebar ke mana?

Aksi Kamisan sudah menembus angka ke-570 pada Januari 2019, dan ke-917 pada Juli 2026. Pada 15 Januari 2026, aksi ini genap berusia 19 tahun.

Gerakan ini juga meluas ke daerah. Sumarsih mencatat 60 kota menggelar Aksi Kamisan pada 2023. Banyak anak muda yang datang ke Jakarta lalu membuat aksi serupa di kotanya.

Aksi Kamisan hari ini

Polda Metro Jaya mencatat JSKK menggelar Aksi Kamisan di Taman Pandang, kawasan Monas dekat Istana, pada Kamis (29/10/2026). Aksi itu salah satu dari 61 titik penyampaian pendapat di Jakarta hari itu.

Apakah ada hasilnya?

Sebagian pihak menilai aksi ini tidak menghasilkan apa-apa. Sumarsih membantah dengan menunjuk pada anak muda yang terus bergabung. Pada awal 2023, Presiden Joko Widodo mengakui 12 kasus pelanggaran HAM berat. Sumarsih menanggapi bahwa kasus-kasus itu harus berujung di Pengadilan HAM ad hoc.

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Itu Pamali? Pengertian, Contoh, dan Makna di Balik Larangan Leluhur

    Apa Itu Pamali? Pengertian, Contoh, dan Makna di Balik Larangan Leluhur

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pernah dengar kalimat “jangan duduk di depan pintu, nanti susah jodoh”? Atau mungkin “jangan menyapu malam-malam, nanti rezekimu ikut tersapu”? Itulah pamali. Larangan yang hampir semua orang Indonesia pernah dengar — entah dari nenek, orang tua, atau tetangga yang sudah sepuh. Tidak ada buku panduannya, tidak ada sanksi tertulis. Tapi anehnya, larangan itu tetap […]

  • 10 Menu Sarapan Simpel untuk Anak, Praktis dan Bergizi

    10 Menu Sarapan Simpel untuk Anak, Praktis dan Bergizi

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Kebaruan. Pagi hari sering jadi waktu paling hectic buat orang tua. Anak harus siap-siap sekolah, sementara dapur belum tentu punya banyak waktu untuk masak ribet. Menu sarapan simpel untuk anak jadi kunci biar pagi tetap lancar tanpa mengorbankan gizi si kecil. Berikut kumpulan ide sarapan yang gampang dibuat, minim ribet, tapi tetap mengenyangkan dan bikin […]

  • Prabowo Dorong Pendidikan Negeri Gratis dari SD sampai Perguruan Tinggi

    Prabowo Dorong Pendidikan Negeri Gratis dari SD sampai Perguruan Tinggi

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Kebaruan. Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya memperluas akses pendidikan negeri gratis bagi masyarakat Indonesia. Kebijakan ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi negeri. Anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi pun bisa mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari […]

  • 9 Cara Memutihkan Gigi Tanpa ke Dokter yang Aman, Mudah, dan Terbukti Efektif

    9 Cara Memutihkan Gigi Tanpa ke Dokter yang Aman, Mudah, dan Terbukti Efektif

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Jujur saja — gigi kuning bikin tidak percaya diri. Saat foto, saat ngobrol, bahkan saat senyum di depan cermin sendiri. Tapi sebelum langsung booking ke klinik gigi yang harganya bisa menguras kantong, ada beberapa cara yang bisa kamu coba sendiri di rumah. Beberapa di antaranya sudah punya bukti ilmiah yang cukup kuat — bukan sekadar […]

  • Tarif Parkir Termahal di Tangerang Selatan, Ini Titik-Titiknya

    Tarif Parkir Termahal di Tangerang Selatan, Ini Titik-Titiknya

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Kebaruan.com rsial di Tangsel menerapkan tarif yang cukup menguras kantong. Kadang tarifnya bahkan terasa lebih tinggi dibanding kota-kota tetangga. Yuk, kita bahas titik-titik mana saja yang selama ini terkenal dengan tarif parkirnya yang tinggi. Sebelum masuk ke detail lokasi, kamu perlu tahu satu hal penting dulu. Pemkot Tangsel mengatur tarif parkir lewat Peraturan Daerah Nomor […]

  • Sejarah Adat Betawi yang Masih Hidup Hari Ini — Tradisi, Istiadat, dan Lokasi Bersejarahnya

    Sejarah Adat Betawi yang Masih Hidup Hari Ini — Tradisi, Istiadat, dan Lokasi Bersejarahnya

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Jakarta bukan hanya soal gedung pencakar langit dan kemacetan. Di balik modernitas ibu kota, ada suku asli yang punya sejarah panjang — Betawi. Orang Betawi bukan suku tunggal yang datang dari satu asal. Mereka terbentuk dari percampuran berbagai etnis — Melayu, Sunda, Jawa, Arab, Tionghoa, Portugis, dan Belanda — yang bermukim di Batavia sejak […]

expand_less