Kebaruan.com Isu WNI beramai-ramai melepas kewarganegaraan ternyata selama ini disalahpahami publik. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, angkat bicara meluruskan persepsi keliru tersebut. Ia mengungkap fakta mengejutkan: pernikahan, bukan kesulitan mencari kerja, menjadi penyebab dominan di balik fenomena ini.
Rujukan Datanya Langsung dari Kementerian Imigrasi
Klarifikasi ini bukan asal bicara. Mukhtarudin menelusuri sendiri data resmi ke Kementerian Imigrasi sebelum menyampaikan pernyataannya ke publik. Baginya, isu ini terlanjur digiring ke arah yang tidak sesuai fakta.
“Sebenarnya, isunya di-blow up ke lain gitu, padahal dari data yang saya tanya dari Kementerian Imigrasi, yang mau lepas warga negara itu justru oleh karena nikah,” ungkap Mukhtarudin saat berkunjung ke Kota Sukabumi, Senin (27/7/2026) siang.
Pelurusan fakta ini muncul di tengah gencarnya narasi yang mengaitkan pelepasan status WNI dengan minimnya kesempatan kerja di tanah air.
Bantah Tudingan Lapangan Kerja Domestik yang Sempit
Mukhtarudin tak segan membantah secara langsung tuduhan bahwa keterbatasan lapangan pekerjaan di Indonesia mendorong warganya hengkang sekaligus melepas status kewarganegaraan. Ia menyebut tudingan tersebut kental nuansa politis dan bertolak belakang dengan temuan data sesungguhnya.
“Jadi, bukan oleh karena faktor karena enggak ada pekerjaan di sini ataupun apa, enggak. Cuma ini ya namanya politis ya, padahal datanya tidak begitu,” tegasnya.
Publik pun ia ajak lebih cermat membaca data sebelum terburu-buru menyimpulkan. Kesimpulan tanpa dasar data yang kuat, menurutnya, hanya akan melahirkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Membedah Angka 80.000 WNI
Mukhtarudin menyoroti angka besar yang selama ini jadi sorotan: 80.000 WNI berencana pindah kewarganegaraan. Namun ia menekankan pentingnya memilah angka tersebut berdasarkan motif sebenarnya, bukan sekadar dibiarkan jadi angka mentah tanpa konteks.
“Jadi kalau dilihat, 80.000 orang Indonesia mau pindah, dari 80.000 itu mungkin dilihat berapa sih yang sebenarnya yang cari pekerjaan, berapa sih yang pindah warga negara oleh karena pernikahan,” paparnya.
Pemilahan data semacam ini krusial dilakukan. Sebagian besar dari mereka nyatanya memilih melepas status WNI demi mengikuti pasangan hidup berkewarganegaraan asing—bukan murni terdesak faktor ekonomi seperti anggapan selama ini.
Dampaknya ke Kebijakan Pemerintah Selanjutnya
Motif sebenarnya di balik keputusan melepas kewarganegaraan ini rupanya sangat menentukan langkah pemerintah ke depan. Bayangkan saja, penanganannya jelas berbeda antara kasus pernikahan campuran dengan persoalan sempitnya lapangan kerja di dalam negeri.
Kalau Anda penasaran dengan tren migrasi WNI belakangan ini, ada baiknya langsung merujuk ke data resmi kementerian terkait, bukan sekadar percaya isu yang beredar di linimasa media sosial. Kejernihan data seperti ini pada akhirnya membantu pemerintah menyusun kebijakan perlindungan pekerja migran yang lebih tepat sasaran, sekaligus meredam kesimpangsiuran informasi yang kerap muncul belakangan.
