IHSG Menguat 0,37% ke 6.525, Investor Cermati Rebalancing MSCI Akhir Bulan

IHSG menutup perdagangan Jumat (21/8/2026) dengan kenaikan 0,37% atau 24,10 poin, bertengger di level 6.525,69. Dalam sepekan, indeks ini sudah melesat 3,55%, sebuah capaian yang cukup solid di tengah dinamika pasar global yang masih penuh ketidakpastian.

Dana Asing Kembali Masuk, Komoditas Ikut Menopang

Head of Research KGI Sekuritas Rovandi menyebut tiga faktor utama di balik penguatan lima hari terakhir. Dana asing kembali masuk ke pasar domestik, saham-saham berbasis komoditas menguat, dan risk appetite investor lokal membaik. Sepanjang pekan, arus dana asing tercatat net inflow sekitar Rp2,23 triliun.

Rupiah yang menguat turut menambah sentimen positif. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter di kawasan regional serta kenaikan harga emas dan komoditas juga ikut mendorong optimisme pelaku pasar.

Dari sisi domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di angka 5,75%. Keputusan ini memberi stabilitas tambahan bagi rupiah dan pasar keuangan secara umum. Di sisi lain, rencana Bursa Efek Indonesia menurunkan batas minimum harga saham turut mengangkat optimisme terhadap likuiditas dan aktivitas perdagangan ke depan.

Sentimen Positif RAPBN 2027 Ikut Dorong Reli

Co-Founder Alphagate Capital sekaligus mantan Chief Indonesia Strategist J.P. Morgan, Henry Wibowo, punya pandangan senada. Menurutnya, reli IHSG sepekan terakhir terutama dipicu respons pasar terhadap RAPBN 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo pada 14 Agustus lalu.

Pasar menyambut baik komitmen fiskal pemerintah, terutama target defisit anggaran 2,4% terhadap PDB. Nilai tukar rupiah pun relatif stabil dan bertahan jauh di bawah level Rp18.000 per dolar AS, kondisi yang menurut Henry ikut memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik.

Proyeksi Pekan Depan: Sideways to Positive

Rovandi mengingatkan, momentum kenaikan IHSG memang masih positif. Namun setelah reli 3,55% dalam sepekan, ruang penguatan lanjutan kemungkinan mulai menyempit sementara volatilitas berpotensi naik.

Untuk perdagangan Senin (24/8/2026), Rovandi memproyeksikan IHSG bergerak di rentang 6.480–6.650 dengan skenario dasar sideways to positive. Level 6.500 menjadi support psikologis, sedangkan area 6.600–6.650 berperan sebagai resistance terdekat. Peluang menembus 6.600–6.650 terbuka lebar jika IHSG bertahan di atas 6.500 dan foreign flow tetap positif.

Henry menambahkan, momentum positif pasar berpeluang berlanjut pekan depan. Meski begitu, ia mengingatkan investor untuk mewaspadai potensi arus keluar dana asing menjelang 31 Agustus 2026, tanggal efektif rebalancing kuartalan indeks MSCI yang biasanya memicu fluktuasi jangka pendek.