Air Kencing Berbusa Penyebab, Tanda Bahaya, dan Kapan ke Dokter
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Air kencing berbusa lebih sering tidak berbahaya daripada berbahaya. Menurut Mayo Clinic, urine berbusa sesekali itu normal karena kecepatan buang air kecil dan faktor lain memengaruhinya. Namun, busa yang sering muncul dan makin jelas dari waktu ke waktu perlu diperiksa, karena bisa menandakan protein dalam urine.
Kenapa air kencing bisa berbusa?
Penyebab paling umum justru sepele. Aliran urine yang cepat, misalnya saat kandung kemih terlalu penuh, membuat urine berbusa seperti air yang menyembur dari keran. Selain itu, dehidrasi, infeksi saluran kemih, dan olahraga juga bisa membuat urine berbusa.
Bedakan jenis busanya. Busa dari aliran deras biasanya besar, tidak rata, dan hilang dalam hitungan detik. Busa akibat protein terlihat halus, rapat, dan bertahan lama. Jadi, perhatikan seberapa lama busa itu bertahan.
Penyebab air kencing berbusa yang perlu diwaspadai
1. Protein dalam urine (proteinuria). Ini penyebab medis terpenting. Ginjal yang sehat menahan protein di dalam darah. Saat filternya rusak, protein dalam jumlah besar lolos ke urine dan membuatnya berbusa. Menurut Mayo Clinic, jumlah protein yang tinggi bisa berarti ada masalah ginjal serius.
2. Diabetes dan tekanan darah tinggi. Dua kondisi ini termasuk penyebab utama kerusakan ginjal. Diabetes yang tidak terkontrol juga bisa menyebabkan urine berbusa. Karena itu, penderita keduanya sebaiknya tidak menunggu lama untuk memeriksakan diri.
3. Ejakulasi retrograde pada pria. Pada kondisi ini, air mani masuk ke kandung kemih dan bukan keluar lewat penis, sehingga urine tampak keruh dan berbusa. Waspada bila air mani keluar sangat sedikit atau tidak keluar sama sekali saat orgasme.
4. Penyakit lain yang lebih jarang. Penyakit hati, multiple myeloma, dan penyakit celiac juga diduga bisa memicu kondisi ini. Dokter yang menentukan apakah ada kaitannya.
Tanda air kencing berbusa yang tidak boleh diabaikan
Segera periksa bila busa disertai gejala lain. Contohnya:
- Bengkak di kaki, pergelangan kaki, atau tangan
- Mual dan nafsu makan hilang
- Jumlah urine berkurang, atau urine pekat dan keruh
- Urine berdarah, nyeri, atau demam
- Sesak napas
Kalau Anda punya diabetes atau tekanan darah tinggi, periksa lebih cepat meski gejalanya hanya busa.
Bagaimana dokter memeriksa air kencing berbusa?
Pemeriksaannya sederhana. Menurut Mayo Clinic, urine ditampung dalam wadah, lalu dicek kadar proteinnya dengan dipstick. Bila kadarnya tinggi, sampel dikirim ke laboratorium. Dokter juga bisa meminta tes rasio albumin-kreatinin dan pemeriksaan darah untuk menilai fungsi ginjal.
Apa yang bisa dilakukan di rumah?
Mulai dari hal paling mudah. Kalau penyebabnya dehidrasi, minum cairan sampai urine berwarna kuning pucat. Coba juga buang air kecil lebih pelan, lalu lihat apakah busa tetap muncul.
Namun, air putih tidak menghilangkan protein. Bila busa tetap ada setelah Anda cukup minum, jangan ditunda. Pemeriksaan lebih awal membuat penanganan lebih mudah.
- Penulis: Firmansyah
