Efek Darah Manis Gatal, Bekas Hitam, dan Mitos Nyamuk
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Efek darah manis yang paling terasa ada di kulit: gatal berlebihan, luka garukan, dan bekas gelap yang lama memudar. Istilah ini bukan diagnosis medis. Dokter kulit menyebut kondisi yang mirip dengan gambaran itu sebagai prurigo. Rasa manis pada darah tidak ada hubungannya dengan nyamuk. Gula darah tinggi pun tidak terbukti membuat nyamuk lebih sering menggigit seseorang.
Apa sebenarnya arti darah manis?
Orang Indonesia memakai istilah ini untuk tiga hal yang berbeda. Pertama, kulit yang mudah gatal, korengan, dan berbekas hitam setelah gigitan serangga. Klikdokter menjelaskan bahwa secara medis kondisi ini bernama prurigo.
Kedua, anggapan bahwa seseorang sering kena gigitan nyamuk karena darahnya manis. Ketiga, sebutan awam untuk diabetes. Halodoc mencatat bahwa darah manis bukan diagnosis resmi dan sering merujuk ke diabetes melitus. Karena ketiganya tercampur, banyak orang salah paham soal penyebab dan cara mengatasinya.
Efek darah manis di kulit
Efek utamanya adalah rasa gatal yang sulit ditahan. Garukan memicu peradangan, peradangan memicu gatal baru, lalu siklus itu terus berulang. Dokter menyebutnya lingkaran gatal-garuk (itch-scratch cycle).
Pada kasus berat, muncul benjolan keras yang disebut nodul, biasanya di lengan, kaki, punggung, atau perut. Luka bekas garukan bisa terinfeksi. Gatal yang mengganggu juga merusak kualitas tidur.
Para ahli belum menemukan penyebab pasti prurigo. Pemicu yang sering muncul meliputi gigitan serangga dan penyakit kulit lain seperti eksim.
Bekas gelap di kulit punya nama sendiri: hiperpigmentasi pascainflamasi. Sel pigmen kulit bekerja berlebihan setelah kulit meradang karena garukan. Jadi, warna gelap itu hasil reaksi kulit, bukan tanda darah yang manis.
Darah manis dan nyamuk: apa kata sains
Nyamuk tidak memilih korban berdasarkan rasa darah. Dr. Supriyono dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University menyatakan belum ada bukti yang mendukung klaim itu. Menurut dia, bau badan, keringat, karbon dioksida, suhu tubuh, dan warna pakaian paling berpengaruh. Nyamuk juga lebih tertarik pada warna gelap.
Studi di jurnal Cell pada 2022 memberi bukti yang lebih rinci. Tim Leslie Vosshall di Rockefeller University menguji 64 relawan yang memakai lengan nilon untuk menangkap bau kulit. Sampel dari relawan paling menarik empat kali lebih memikat daripada peringkat kedua. Daya tariknya lebih dari 100 kali lipat dibanding dua relawan paling tidak menarik.
Orang yang paling digemari nyamuk menghasilkan lebih banyak asam karboksilat di kulit. Senyawa itu terdapat di sebum, lapisan minyak yang melindungi kulit. Pola tersebut bertahan selama bertahun-tahun pada peserta yang sama. Penulis studi menegaskan bahwa temuan ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat langsung.
Dokter kulit Elizabeth Tanzi, dikutip JPNN, menyebut golongan darah O lebih sering menarik nyamuk. Alasannya belum jelas. Klikdokter juga mencatat bahwa ibu hamil lebih rentan menerima gigitan.
Risiko lain dari gigitan nyamuk
Gigitan nyamuk bukan sekadar urusan gatal. Nyamuk Aedes aegypti menularkan virus penyebab demam berdarah dengue, demam kuning, dan zika. Nyamuk lain menularkan malaria.
Sebagian orang juga mengalami reaksi alergi besar terhadap gigitan, dikenal sebagai sindrom skeeter. Gejalanya berupa bengkak dan kemerahan yang luas di sekitar gigitan.
Kalau darah manis berarti diabetes
Sebagian orang memakai istilah ini untuk diabetes. Dokter memastikan diabetes lewat tes gula darah puasa, gula darah sewaktu, atau HbA1c. Gejalanya antara lain sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, dan luka sulit sembuh.
Gula darah tinggi memang bisa membuat kulit kering dan gatal. Tetapi keluhan kulit saja tidak cukup untuk menyimpulkan diabetes. Halodoc menyarankan pemeriksaan medis bila keluhan itu muncul.
Cara meredakan gatal dan mencegah bekas gelap
Tahan keinginan menggaruk. Kompres dingin dan pelembap membantu menenangkan kulit. Dokter dapat meresepkan krim kortikosteroid untuk meredakan peradangan.
Hindari gigitan sejak awal dengan losion antinyamuk, kelambu, dan menutup genangan air. Kuku yang pendek mengurangi luka akibat garukan.
Kapan harus ke dokter
Periksakan diri bila gatal berlangsung lebih dari dua minggu. Segera ke dokter juga bila luka tampak infeksi, muncul nanah, atau gatal mengganggu tidur. Demam setelah gigitan nyamuk perlu pemeriksaan segera, karena bisa menandakan penyakit yang ditularkan nyamuk. Informasi ini tidak menggantikan diagnosis dokter.
- Penulis: Firmansyah
