Negara yang Terdampak Asap Karhutla: dari Malaysia hingga Filipina
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 88
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Asap karhutla dari Kalimantan dan Sumatra kini mengepung sejumlah negara tetangga. Yang terdampak paling parah adalah Malaysia dan Singapura, lalu Brunei Darussalam dan Filipina. Laporan ASMC per 12 Oktober 2026 menyebut kabut asap sedang hingga pekat menyelimuti Semenanjung Malaysia, Singapura, hingga Filipina bagian selatan.
Dari Mana Asapnya Datang?
Sumbernya ada di dalam negeri. Pantauan satelit BMKG mencatat asap dari Sumatra masuk ke Semenanjung Malaysia dan Singapura, sedangkan asap Kalimantan bergerak ke Sabah, Semenanjung Malaysia, dan Singapura. Kondisi kering ikut memperparah keadaan. ASMC memperkirakan El Nino menguat pada Oktober–November 2026.
Malaysia: Sekolah Tutup, Udara Tak Sehat
Malaysia menanggung dampak yang paling terasa. Sejumlah sekolah di Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor libur pada 9 Oktober. Kini seluruh sekolah dan institusi pendidikan di Johor tutup lima hari, 12–16 Oktober 2026. Sementara itu, Klang mencatat AQI US 123, Kuala Selangor 117, dan Kuala Lumpur 113 pada Senin (12/10) pukul 11.03.
Kuala Lumpur sudah mendorong jalur diplomatik. Pemerintah Malaysia berharap pembahasan teknis operasi penanganan karhutla dengan Indonesia segera rampung agar tim bantuan bisa dikirim. Di sisi lain, Malaysia dan Brunei sepakat membawa isu ini ke mekanisme ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution.
Singapura: AQI Sempat Tembus 211
Singapura ikut merasakan asap karhutla. IQAir mencatat AQI Singapura 211 pada 7 Oktober, kategori sangat tidak sehat. Sehari kemudian, PSI 24 jam wilayah tengah mencapai 173. Meski begitu, Grand Prix F1 Singapura tetap berjalan sesuai jadwal.
Brunei dan Filipina Ikut Terpapar
Brunei lebih dulu terdampak pada akhir Agustus. Jarak pandang horizontal di sana turun dari kisaran 6–9 kilometer hingga sekitar 2 kilometer pada 31 Agustus. Warga juga melaporkan keluhan ringan seperti batuk dan iritasi mata.
Filipina bahkan ikut kena. Awal September, asap Kalimantan terpantau bergerak hingga Luzon dan Metro Manila. Menteri Kehutanan membenarkan asap itu sudah menjangkau kawasan Manila. Per 12 Oktober, ASMC masih mencatat asap menyelimuti Filipina bagian selatan.
Bagaimana dengan Thailand dan Vietnam?
Dampaknya di dua negara ini lebih sporadis. ASMC mendeteksi kabut asap dari Kalimantan di Vietnam bagian selatan pada 14 September. Adapun Thailand sebelumnya melaporkan memburuknya kualitas udara. Simulasi BRIN juga menunjukkan pola angin dapat membawa PM2.5 ke Thailand, selain Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina.
Respons Pemerintah dan Prospek ke Depan
Jakarta mengakui keresahan negara tetangga. Kepala Bakom Syahganda Nainggolan menyebut pemerintah memahami kekhawatiran Malaysia dan Singapura serta terus menjelaskan langkah penanganannya. Di lapangan, Manggala Agni membuat sumur bor di daerah yang sulit air untuk memadamkan api.
Risiko belum reda. Kondisi kering masih berpotensi mempertahankan risiko kabut asap, meski ASMC memperkirakan pola musim mulai berubah menjelang akhir Oktober. Karena itu, warga di wilayah terdampak sebaiknya memantau AQI harian dan membatasi aktivitas luar ruangan.
- Penulis: Firmansyah
