Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Perangkat Audio Nirkabel: Benarkah TWS Berbahaya bagi Otak?

Perangkat Audio Nirkabel: Benarkah TWS Berbahaya bagi Otak?

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Sumbat telinga nirkabel menempel di kepala Anda berjam-jam setiap hari. Wajar kalau muncul pertanyaan: apakah perangkat audio Bluetooth seperti TWS dan headset berbahaya bagi otak? Jawaban ilmiah saat ini cukup tegas. Bukti yang menghubungkannya dengan kanker belum ada. Namun, perangkat ini punya risiko lain yang jauh lebih nyata, yaitu pendengaran.

Radiasi di perangkat audio Bluetooth

Bluetooth bekerja lewat gelombang radio, dan gelombang itu memang membawa radiasi. Jenisnya non-pengion. Energinya cukup untuk menggerakkan atom, tetapi tidak cukup untuk melepas elektron dari atom. Sinar-X, sebaliknya, termasuk radiasi pengion yang bisa merusak sel.

Gelombang radio juga datang dari ponsel, televisi, dan radio di sekitar Anda. Menurut Ken Foster, profesor emeritus bioteknologi di Universitas Pennsylvania, TWS memancarkan radiasi sedikit lebih rendah dari ponsel. Karena itu, menempelkan ponsel ke telinga memberi paparan lebih besar daripada memakai earbud.

Apa kata lembaga kesehatan

National Cancer Institute (NCI) di Amerika Serikat belum menemukan bukti konsisten bahwa radiasi non-pengion meningkatkan risiko kanker. Menurut lembaga itu, efek biologis yang diketahui dari energi radiofrekuensi hanya pemanasan.

Gambarannya tidak sepenuhnya hitam-putih. Pada 2011, badan kanker WHO, IARC, mengklasifikasikan medan elektromagnetik radiofrekuensi sebagai “mungkin karsinogenik” (Grup 2B). Penilaian itu bertumpu pada bukti terbatas soal glioma pada pengguna ponsel berat. American Cancer Society menjelaskan, klasifikasi 2B tidak membuktikan sebab-akibat. Kopi dan gas buang bensin pun masuk kelompok yang sama.

Dengan kata lain, para ilmuwan masih mengamati. Penelitian jangka panjang belum memberi jawaban yang meyakinkan.

Bahaya perangkat audio yang lebih nyata

Pendengaran, bukan otak, yang paling terancam. WHO menilai suara di atas 85 desibel selama delapan jam, atau 100 desibel selama 15 menit, tidak aman. Badan itu memperkirakan sekitar 1,1 miliar anak muda berisiko kehilangan pendengaran karena kebiasaan mendengar yang buruk.

Volume maksimum earphone bisa mencapai sekitar 110 desibel menurut NIH. Angka itu jauh di atas batas aman. Karena kerusakan sel rambut telinga bersifat permanen, mencegahnya jauh lebih mudah daripada memulihkannya.

Ada bahaya kedua. Headphone yang terlalu keras membuat pemakainya tidak awas terhadap sekitar. Di jalan raya, hal itu bisa berujung celaka.

Cara memakai perangkat audio dengan aman

Mulai dari kebiasaan sederhana. Lepas earbud saat tidak dipakai. Turunkan volume, dan beri jeda teratur. Kompas menyarankan batas 60-90 menit per hari dengan volume tidak lebih dari 60-80%. WHO lebih ketat dan menganjurkan kurang dari satu jam per hari, jadi pilih batas yang lebih rendah bila ragu.

Aktifkan peredam bising (noise cancelling) bila tersedia. Fitur ini membantu Anda mendengar jelas di tempat ramai tanpa menaikkan volume. Kalau Anda tetap khawatir soal radiasi, Foster menyarankan beralih ke headphone berkabel.

Gejala seperti telinga berdenging atau suara terdengar teredam adalah tanda bahaya. Periksakan ke dokter THT bila muncul.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siapa Wiji Thukul

    Siapa Wiji Thukul? Penyair Rakyat yang Hilang pada 1998

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kebaruan. Wiji Thukul adalah penyair dan aktivis prodemokrasi asal Solo yang hilang pada 1998, beberapa bulan sebelum Orde Baru tumbang. Hingga kini, tidak ada yang tahu di mana dia. Komnas HAM mencatat namanya di antara 13 aktivis yang masih hilang setelah penyelidikan kasus penculikan 1997-1998. Dari Sorogenen ke panggung puisi Wiji Thukul lahir di Sorogenen, […]

  • Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ini Fakta Lengkapnya

    Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ini Fakta Lengkapnya

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Nama Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mendadak jadi sorotan publik. Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meringkusnya lewat operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (28/7/2026) malam. Kasus ini menambah panjang daftar kepala daerah yang tersandung dugaan korupsi sepanjang 2026. Operasi Senyap Berlangsung di Tiga Kota Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membeberkan detail lokasi penindakan yang ternyata tersebar […]

  • Pelantikan pejabat prabowo 15 oktober 2026

    Pelantikan 15 Oktober 2026: Daftar Lengkap 9 Pejabat Baru Prabowo

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Kebaruan. Presiden Prabowo Subianto melantik sembilan pejabat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026). CNN Indonesia mencatat sembilan orang menerima jabatan baru pada pelantikan ini, mulai dari Wakil Panglima TNI sampai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Daftar lengkap pelantikan hari ini No Nama Jabatan baru 1 Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Wakil Panglima TNI, merangkap Kepala […]

  • Peta Baru Semifinal UCL 2026: PSG & Atlético Madrid Lolos ke Semi Final

    Peta Baru Semifinal UCL 2026: PSG & Atlético Madrid Lolos ke Semi Final

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dunia sepak bola sering kali terjebak dalam romantisme tim penyerang, namun babak perempat final UCL 2026 memberikan pelajaran berbeda. Lolosnya PSG & Atlético Madrid ke semifinal bukan sekadar hasil skor akhir, melainkan kemenangan atas kedisiplinan taktis yang menghancurkan dominasi penguasaan bola tim-tim besar lainnya. Analisis Data: Kemenangan Efisiensi atas Dominasi Jika kita membedah statistik […]

  • Pola Tidur Ideal: Jam Berapa Waktu Terbaik untuk Tidur dan Bangun?

    Pola Tidur Ideal: Jam Berapa Waktu Terbaik untuk Tidur dan Bangun?

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Kebaruan. Pola tidur yang baik idealnya dimulai antara pukul 21.00 hingga 23.00 malam, dengan durasi tidur tujuh sampai sembilan jam bagi orang dewasa. Jam ini bukan angka sembarangan — ia mengikuti ritme sirkadian, jam biologis tubuh yang mengatur kapan seseorang merasa mengantuk dan kapan terjaga. Banyak orang mengira tidur larut malam tidak masalah asal totalnya […]

  • Minum Harus Duduk, Ini Alasan Ilmiah di Balik Kebiasaan Ini

    Minum Harus Duduk, Ini Alasan Ilmiah di Balik Kebiasaan Ini

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Kebaruan. Minum harus duduk sering diajarkan orang tua sejak kita kecil, tapi jarang ada yang menjelaskan alasannya secara mendalam. Kebiasaan ini ternyata bukan sekadar sopan santun belaka, melainkan punya dasar medis yang cukup kuat kalau ditelusuri lebih jauh. Banyak orang menganggap posisi minum cuma soal kenyamanan atau kebiasaan turun-temurun. Padahal, cara tubuh memproses air yang […]

expand_less