Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Regulasi » Febrie Adriansyah Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi: Kronologi, Ancaman Hukuman, hingga Polemik Praperadilan

Febrie Adriansyah Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi: Kronologi, Ancaman Hukuman, hingga Polemik Praperadilan

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Dunia hukum Indonesia diguncang berita yang tidak banyak yang menduga sebelumnya. Febrie Adriansyah — jaksa yang menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung sejak 6 Januari 2022 hingga 11 Juli 2026 — resmi ditetapkan sebagai tersangka tiga kasus korupsi besar.

Penetapan tersangka diumumkan oleh Kepala Kortastipidkor Bareskrim Polri, Irjen Pol. Totok Suharyanto, dalam konferensi pers bersama di kantor Kejaksaan Agung Jakarta, Sabtu (11/7/2026). Ironi yang luar biasa — orang yang bertahun-tahun mengejar koruptor kini justru berdiri di posisi sebaliknya.

Tiga Kasus Besar yang Menjerat Febrie

Febrie Adriansyah terseret dalam tiga perkara sekaligus, yakni kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkaitan batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.

Kasus 1 — Batu Bara PLTU

Kortastipidkor Polri mengungkapkan kasus dugaan korupsi dan TPPU dalam pengadaan serta pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU diduga terjadi sejak 2018. Perkara ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam pengadaan dan distribusi batu bara yang berdampak pada terganggunya pasokan bahan bakar ke sejumlah PLTU.

Kasus 2 — PT Asabri

Kasus ASABRI adalah salah satu skandal korupsi terbesar dalam sejarah asuransi sosial Indonesia. Dugaan keterlibatan Febrie dalam penanganan perkara ini menjadi inti dari penetapan tersangkanya — ia diduga menyalahgunakan kewenangan sebagai penegak hukum untuk kepentingan pribadi.

Kasus 3 — PT Krakatau Steel

Nilai kontrak pembangunan pabrik BFC PT Krakatau Steel dengan sistem turnkey sesuai kontrak awal Rp4,7 triliun, tetapi hingga addendum ke-4 membengkak menjadi Rp6,9 triliun. Pengadaan tersebut dilakukan secara melawan hukum dan proses pembangunannya tidak selesai atau mangkrak. “Hasil pekerjaan saat ini tidak bisa dimanfaatkan. Ini sama sekali, mangkrak, karena tidak layak serta terdapat pekerjaan yang belum diselesaikan dikerjakan,” kata penyidik.

Pasal yang Dikenakan — Ancaman Hukuman Berlapis

Ini bagian yang paling banyak dicari publik. Pasal apa yang Polri kenakan terhadap Febrie — dan berapa ancaman hukuman maksimalnya?

Febrie Adriansyah ditetapkan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang dalam proses penanganan hukum oleh pegawai negeri atau oknum penyelenggara negara dalam perkara PT ASABRI dan atau tindak pidana korupsi lainnya, sebagaimana dimaksud Pasal 12 huruf d, Pasal 12 huruf B tindak pidana korupsi, dan Pasal 3, 4 TPPU atau sekarang KUHP adalah Pasal 607 Ayat 1 huruf A dan huruf B.

Ancaman Hukuman Berdasarkan Pasal yang Dikenakan

1. Pasal 12 huruf b UU Tipikor — Gratifikasi oleh pejabat penyelenggara negara:

  • Ancaman hukuman penjara 4 hingga 20 tahun
  • Denda Rp200 juta hingga Rp1 miliar

2. Pasal 12 huruf d UU Tipikor — Pejabat yang menerima hadiah terkait jabatannya:

  • Ancaman hukuman penjara 4 hingga 20 tahun
  • Denda Rp200 juta hingga Rp1 miliar

3. Pasal 3 UU TPPU No. 8 Tahun 2010 — Menempatkan, mentransfer, atau menyembunyikan hasil kejahatan:

  • Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun
  • Denda maksimal Rp10 miliar

4. Pasal 4 UU TPPU — Menyembunyikan asal-usul harta kekayaan hasil kejahatan:

  • Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun
  • Denda maksimal Rp5 miliar

Kalau dakwaan kumulatif diterapkan — Febrie menghadapi ancaman hukuman yang sangat berat. Kombinasi pasal korupsi dan TPPU sekaligus adalah strategi yang jaksa penuntut umum sering gunakan untuk memaksimalkan tuntutan.

Barang Bukti yang Disita — Angkanya Mengejutkan

Dalam rangkaian penggeledahan yang berlangsung dari Rabu (8/7/2026) hingga Jumat (10/7/2026), penyidik mengamankan 74 kilogram emas batangan dan berbagai mata uang asing (valas) dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Lokasi penggeledahan mencakup sebuah money changer, Cafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, serta rumah milik Febrie di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Tujuh puluh empat kilogram emas batangan. Kalau dikonversi dengan harga emas saat ini di kisaran Rp2.635.000 per gram — nilai totalnya mencapai lebih dari Rp194 miliar hanya dari emas saja. Belum termasuk valas dan aset lainnya.

Kontroversi Pelimpahan Kasus — Mahfud MD Angkat Bicara

Kasus ini punya dimensi yang lebih kompleks dari sekadar penetapan tersangka biasa.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai Febrie Adriansyah berpeluang mengajukan gugatan praperadilan setelah penanganan perkaranya dialihkan dari Polri ke Kejaksaan Agung. Peluang itu muncul karena ada celah hukum dalam penetapan tersangka Febrie yang dilakukan tanpa ada pemeriksaan oleh penyidik Polri.

“Dengan dialihkannya kasus yang tersangkanya belum diperiksa oleh penyidik Polri ini maka tersangka Febrie Adriansyah bisa mengajukan praperadilan dan mungkin saja menang karena dia dijadikan tersangka tanpa diperiksa lebih dulu,” kata Mahfud.

Pakar hukum pidana Universitas Brawijaya Aan Eko Widiarto menjelaskan bahwa dalam mekanisme hukum acara pidana, pelimpahan perkara dari penyidik Polri kepada jaksa penuntut umum dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21. Kondisi tersebut berbeda dengan perkara dugaan korupsi yang saat ini ditangani.

Pengunduran Diri dan Pengakuan Febrie

Pada 11 Juli 2026, Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jampidsus di tengah penyidikan sejumlah kasus dugaan korupsi oleh Polri.

Sebelum mundur, Febrie sempat menggelar konferensi pers di Gedung Jampidsus Jakarta. Ia mengakui bahwa rumah yang digeledah di kawasan Sentul memang miliknya. Tapi ia menegaskan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menunjuk Rudi Margono sebagai pelaksana tugas (Plt) Jampidsus untuk menjamin kesinambungan pelaksanaan tugas setelah Febrie mundur.

Dampak ke Kredibilitas Kejaksaan Agung

Kasus Febrie Adriansyah bukan sekadar masalah satu orang. Ini menyentuh sesuatu yang jauh lebih besar.

Ekonom senior INDEF Didik J. Rachbini mengingatkan bahwa hukum merupakan instrumen lingkungan bisnis yang fundamental. Ketika institusi hukum kehilangan kredibilitasnya, dampak buruknya langsung terasa oleh dunia usaha dan makroekonomi. “Sasaran pertumbuhan menuju 8 persen sangat sulit dicapai jika lingkungan bisnisnya rusak seperti kasus hukum yang terjadi sekarang ini. Tidak ada investasi dan pertumbuhan ekonomi yang meningkat di tengah ketidakpastian hukum,” kata Didik.

Proses Hukum Selanjutnya

Kasus Febrie Adriansyah kini memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian. Kejaksaan Agung menyatakan sudah menerima pelimpahan administrasi perkara dari Polri pada Sabtu (11/7/2026). Kejagung akan melanjutkan proses penyidikan dengan tetap berkoordinasi bersama Kortas Tipikor Polri.

Beberapa skenario yang mungkin terjadi ke depan:

  • Praperadilan — Mahfud MD sudah membuka peluang ini. Kalau Febrie mengajukan praperadilan dan hakim mengabulkan, status tersangkanya bisa gugur sementara — dan proses hukum harus diulang dari awal dengan prosedur yang benar.
  • Dakwaan formal — Kalau proses berjalan normal, Kejagung akan menyusun berkas dakwaan dan membawa Febrie ke persidangan. Di titik inilah ancaman hukuman berlapis dari pasal korupsi dan TPPU akan benar-benar diuji di hadapan majelis hakim.
  • Penyitaan aset — Dengan 74 kg emas batangan dan valas miliaran rupiah yang sudah diamankan, proses pembuktian asal-usul kekayaan Febrie akan menjadi bagian krusial dari persidangan nantinya.
  • Satu hal yang pasti — kasus Febrie Adriansyah sudah menjadi salah satu skandal hukum terbesar di Indonesia tahun ini. Dan publik berhak mengawasi setiap perkembangannya sampai tuntas.
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Allbirds

    Evolusi Allbirds 2026: Mengapa Sepatu Wol Ini Tetap Jadi Raja Kenyamanan?

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Siapa sangka sepatu yang awalnya lahir dari wol domba Merino bisa mengubah cara industri alas kaki bekerja? Allbirds memulai perjalanannya dengan sebuah pertanyaan sederhana: “Mengapa kita tidak menggunakan bahan alami untuk sepatu?”. Hari ini, jawaban tersebut telah berkembang menjadi sebuah standar baru di mana kenyamanan tidak lagi harus mengorbankan kelestarian alam. Data dan Statistik: […]

  • Liga champion

    Raja Eropa Jadi Badut di Allianz: Skor 6-4 yang Menghapus Harga Diri Real Madrid vs Bayern Munchen

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Jika ada yang mengatakan sebelum pertandingan bahwa Real Madrid akan mencetak empat gol namun tetap tersingkir dengan selisih dua angka, mungkin tidak ada yang percaya. Namun, itulah kenyataan pahit yang tersaji dalam siaran langsung Liga Champions dini hari tadi, 16 April 2026. Allianz Arena menjadi saksi bisu salah satu pertandingan paling gila dalam sejarah […]

  • Persik Kediri vs Borneo FC (2)

    Hasil Persik Kediri vs Borneo FC: Pesut Etam Menang Tipis dan Rebut Puncak Klasemen

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dalam duel Persik Kediri vs Borneo FC kali ini, tuan rumah langsung tampil menekan sejak peluit pertama berbunyi. Pelatih Persik, Marcos Reina Torres, memuji anak asuhnya yang bermain sangat disiplin di semua aspek dan terlihat jauh lebih kuat secara fisik maupun taktik. Senada dengan pelatihnya, Bayu Otto menyebutkan bahwa para pemain telah menjalankan rencana […]

  • Edy Tansil

    Pemulihan Aset Edy Tansil: Langkah Strategis Kejaksaan Agung Mengembalikan Hak Negara

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Edy Tansil kembali menjadi sorotan publik setelah Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan aset miliknya. Terpidana kasus pembobolan uang negara ini menyerahkan aset senilai total Rp82,6 miliar kepada negara. Prosesi penyerahan hasil lelang ini berlangsung di gedung BPA Kejaksaan pada Senin (15/6). Acara ini dihadiri langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin serta […]

  • Anggaran MBG

    Polemik Anggaran MBG: Menkeu Sebut Ada Pemangkasan, BGN Bantah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Anggaran MBG kini menjadi pusat perhatian publik setelah muncul pernyataan yang tidak selaras antara Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional (BGN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya langkah efisiensi berupa pemotongan dana sebesar Rp67 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Menurut penjelasan Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, proyeksi […]

  • Ihsg

    IHSG Terkoreksi di Akhir Pekan: Membedah Data di Balik Merahnya Bursa dan Strategi Reaksi Investor

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Melihat layar bursa yang didominasi warna merah tentu memicu kecemasan, terutama bagi investor ritel. Namun, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, 18 April 2026, bukanlah tanpa alasan yang jelas. Alih-alih panik, kita perlu membedah angka-angka ini untuk melihat apakah ini sebuah risiko permanen atau sekadar fluktuasi jangka pendek. Statistik Penutupan Pasar (Data […]

expand_less