Malaysia Adukan Pertambahan Waktu Indonesia vs Bangladesh ke FIFA
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Papan di Stadion Utama Gelora Bung Karno sempat menunjukkan angka dua. Tak lama kemudian angkanya menjadi tujuh. Perubahan itu kini sampai ke FIFA, karena Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) meminta klarifikasi resmi soal perubahan waktu tambahan di laga Indonesia vs Bangladesh, FIFA ASEAN Cup 2026. Isu pertambahan waktu Indonesia vs Bangladesh ini mencuat karena hasil pertandingan ikut menentukan siapa yang melaju ke final.
Isi permintaan FAM
FAM menyatakan akan mengajukan permohonan resmi kepada FIFA untuk menjelaskan dasar, prosedur, dan keadaan di balik perubahan itu. Federasi itu mendesak FIFA menyelidiki kejadian tersebut dan menjabarkan keputusan wasit. Alasannya, laga itu menentukan posisi akhir Grup A dan tim yang lolos ke final.
Namun, FAM menegaskan langkah ini bukan untuk menggugat hasil pertandingan atau menilai penampilan tim mana pun. Sampai berita ini ditulis, FIFA maupun penyelenggara belum memberi tanggapan resmi.
Kronologi pertambahan waktu Indonesia vs Bangladesh
Laga digelar Kamis (1/10/2026) di SUGBK, Jakarta. Pertandingan sempat beberapa kali terhenti karena pengecekan VAR. Meski begitu, papan awal hanya menunjukkan tambahan dua menit.
Pelatih Bangladesh Thomas Dooley menyebut durasi itu berubah menjadi tujuh menit setelah timnya mencetak gol. Setelah itu, Kevin Diks menjebol gawang pada menit 90+6 dan Mitchell Baker menutup pesta gol di 90+7. Indonesia menang 9-2.
Dua gol itu berpengaruh besar. Malaysia menang 6-0 atas Singapura, dan Indonesia serta Malaysia sama-sama mengumpulkan tujuh poin. Indonesia akhirnya unggul dalam produktivitas gol dan menjadi juara Grup A.
Respons Herdman dan Dooley
Pelatih Indonesia John Herdman mengaku bingung saat papan menunjukkan dua menit. Menurut dia, ofisial keempat membenarkan angka itu sebuah kesalahan. Namun, Herdman tidak mau berpanjang-panjang soal kepemimpinan wasit.
Dooley mengambil sudut pandang berbeda. Ia menilai waktu yang panjang memberi Indonesia ruang lebih besar untuk mencetak gol. Dari kubu Malaysia, striker Bergson da Silva ikut mempertanyakan perubahan itu lewat media sosial.
Apa kata aturan soal waktu tambahan
Aturan IFAB memberi wasit ruang luas. Angka di papan adalah durasi minimum, dan wasit boleh menambahnya karena cedera, keributan, VAR, atau pergantian pemain. Di sisi lain, angka itu tidak boleh dikurangi. Karena itu, pertanyaan FAM bukan soal boleh tidaknya menambah waktu, melainkan dasar dan prosedur perubahannya.
Setelah ini
Indonesia kini bersiap menghadapi Thailand di final pada 5 Oktober. Sementara itu, jawaban FIFA atas permintaan FAM masih ditunggu
- Penulis: Firmansyah
