Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mengenal Jampidsus Febrie Adriansyah dan Perannya dalam Mega Korupsi di Indonesia

Mengenal Jampidsus Febrie Adriansyah dan Perannya dalam Mega Korupsi di Indonesia

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • visibility 174
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Nama Febrie Adriansyah kini sering menghiasi pemberitaan nasional. Beliau menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Kejaksaan Agung. Baru-baru ini, kediaman pribadinya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendapatkan pengamanan dari personel TNI. Pihak TNI menegaskan bahwa langkah ini diambil atas permintaan resmi dari institusi kejaksaan guna memberikan perlindungan kepada jaksa.

Apa Itu Jampidsus?

Jampidsus bertugas membantu Jaksa Agung dalam mengelola fungsi kejaksaan di bidang tindak pidana khusus. Posisi ini memiliki landasan hukum kuat melalui Perpres Nomor 15 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia. Dalam struktur organisasi, Jampidsus bertanggung jawab langsung kepada Jaksa Agung.

Tugas utamanya mencakup penanganan perkara korupsi hingga pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat. Selain itu, Jampidsus memegang wewenang penuh dalam melakukan penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan. Mereka juga mengawasi jalannya putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Kewenangan dalam Pemberantasan Korupsi

Kejaksaan memiliki kewenangan khusus untuk menyidik tindak pidana tertentu berdasarkan undang-undang. Febrie Adriansyah memanfaatkan dasar hukum ini untuk mengusut berbagai kasus korupsi yang menyengsarakan rakyat. Jampidsus selalu memfokuskan upaya pemberantasan pada perkara yang berdampak besar terhadap hajat hidup orang banyak.

Deretan Kasus Mega Korupsi yang Ditangani

Febrie Adriansyah memimpin tim untuk menuntaskan 12 kasus besar dengan nilai kerugian negara yang fantastis. Berikut adalah beberapa sorotan kasus tersebut:

  • Kasus Tata Niaga Timah: Kejagung mengusut periode 2015–2022 dengan total kerugian negara mencapai Rp 300,003 triliun. Kasus ini juga memicu kerusakan lingkungan yang sangat parah.
  • Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina: Selama rentang waktu 2018–2023, negara mengalami kerugian sebesar Rp 285,017 triliun.
  • Dana Investasi PT Asabri: Kasus ini mencatatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 22,788 triliun dalam periode 2012–2019.
  • PT Asuransi Jiwasraya: Skandal ini merugikan negara sebanyak Rp 16,8 triliun antara tahun 2008 hingga 2018.
  • Fasilitas Ekspor CPO: Penyidik menghitung total kerugian keuangan serta perekonomian negara mencapai angka triliunan rupiah.
  • PT Duta Palma Group: Kegiatan perkebunan sawit ilegal di Indragiri Hulu ini merugikan negara sebesar Rp 4,798 triliun serta kerugian ekonomi Rp 73,92 triliun.
  • Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia: Negara kehilangan dana sekitar Rp 8,819 triliun akibat skandal ini.
  • BTS 4G Kominfo: Proyek periode 2020–2022 ini mengakibatkan kerugian keuangan negara hingga Rp 8,032 triliun.
  • Impor Besi atau Baja: Praktik korupsi ini merugikan negara dan perekonomian hingga belasan triliun rupiah.
  • Importasi Tekstil: Kasus di Ditjen Bea Cukai ini mencakup kerugian ratusan miliar hingga triliunan rupiah.
  • Digitalisasi Pendidikan: Program Kemendikbudristek tahun 2019-2022 ini merugikan negara sebesar Rp 1,98 triliun.
  • Program Makan Bergizi Gratis: Kejagung menetapkan enam tersangka dalam pengembangan penyidikan terbaru untuk Badan Gizi Nasional.

Melalui berbagai langkah ini, Jampidsus terus berupaya mengamankan aset negara dari para pelaku korupsi. Fokus kerja Febrie Adriansyah tetap pada kepentingan masyarakat luas dan keberlanjutan program pemerintah ke depan.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • bahasa prancis

    Kritik Tajam Kebijakan Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah: JPPI Singgung Bencana Literasi

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Instruksi mengejutkan ini keluar saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Istana Kepresidenan Élysée, Paris. Di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron, beliau menyatakan telah memerintahkan agar seluruh tingkatan sekolah di Indonesia mengajarkan bahasa Prancis demi menghadapi perkembangan dunia masa depan. Namun, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, langsung merespons keras […]

  • Richard Scolyer

    Mengenang Richard Scolyer: Sosok Ilmuwan Pemberani yang Mengubah Harapan Pasien Kanker

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Richard Scolyer telah meninggalkan warisan abadi bagi dunia medis melalui dedikasi luar biasa hingga akhir hayatnya. Profesor asal Australia ini wafat pada usia 59 tahun setelah berjuang melawan glioblastoma, jenis kanker otak yang dikenal sangat agresif. Kabar duka ini disampaikan secara resmi oleh keluarga serta kolega dekatnya pada 8 Juni 2026. Meskipun menghadapi kondisi […]

  • hotman-paris-minta-maaf-mundur-kasus-febrie-adriansyah

    Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo dan Kapolri, Mantan Komisaris Pelni Tanya Kapan Mundur dari Kasus Febrie

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Langkah tak terduga dari Hotman Paris Hutapea langsung memancing respons publik. Pengacara kondang itu meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri atas pernyataannya dalam konferensi pers terkait kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Permintaan maaf itu langsung memantik respons […]

  • 276-warga-batang-keracunan-mbg-dugaan-telur

    276 Warga Batang Keracunan Usai Santap MBG, Telur Jadi Dugaan Awal

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Kebaruan. Kabupaten Batang jadi daerah terbaru yang mencatat kasus keracunan massal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Bupati Batang Suyono melaporkan 276 warga di Kecamatan Bawang mengeluhkan gejala mual dan pusing usai menyantap menu MBG pada Selasa (22/9). Empat fasilitas kesehatan langsung dikerahkan Pemkab Batang untuk menangani korban, yakni Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas […]

  • dukungan-masyarakat-sekolah-gratis-prabowo

    Sekolah Gratis Ala Prabowo: Seberapa Besar Dukungan Masyarakat?

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Kebaruan. Dukungan masyarakat terhadap sekolah gratis bikinan Prabowo Subianto tercatat tinggi di sejumlah survei nasional. Program bernama Sekolah Rakyat ini menyediakan sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Programnya mencakup seragam, buku, dan makan minum tanpa biaya. Berbagai lembaga survei sudah menguji persepsi publik terhadap program ini sejak awal peluncurannya hingga pertengahan 2026. […]

  • Pentingnya Vaksinasi dan Deteksi Dini untuk Tumbuh Kembang Optimal Anak

    Pentingnya Vaksinasi dan Deteksi Dini untuk Tumbuh Kembang Optimal Anak

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan para orang tua bahwa fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah masa yang sangat krusial. Intervensi gizi sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun sangat menentukan tinggi dan berat badan bayi guna mencegah risiko stunting. Selain asupan nutrisi, Vaksinasi berperan besar dalam membentuk benteng pertahanan tubuh […]

expand_less