Rans Carnival Sleman Tipe-X hingga Guyon Waton Mundur
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes mengundurkan diri dari Rans Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (31/10/2026). Keempatnya mengumumkan keputusan itu lewat media sosial saat festival gratis tersebut mulai berjalan. RANS Entertainment menyelenggarakan festival ini di area parkir stadion pada 31 Oktober sampai 1 November 2026. Konsepnya menggabungkan karnaval, wahana permainan, dan bazar UMKM. Namun, sejumlah penampil utama justru menarik diri.
Siapa saja musisi yang mundur dari Rans Carnival
Tipe-X, band ska legendaris, berpamitan lewat unggahan di akun resminya. Guyon Waton menyampaikan keputusan lewat manajemen dan meminta maaf. Masdddho menulis bahwa ia dan timnya memilih mundur. Sementara itu, OM Wawes, band pop Jawa asal Yogyakarta, semula tampil pada 1 November. Guyon Waton, Masdddho, dan Wawes punya basis penggemar besar di kalangan pencinta musik berbahasa Jawa. Selain musisi, sejumlah tenant kuliner dan UMKM ikut menarik diri.
Alasan para musisi
Guyon Waton menyebut pertimbangan kondusivitas, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. Manajemen menegaskan, keputusan itu tidak bertujuan menyudutkan pihak tertentu. Di sisi lain, Masdddho menjelaskan bahwa musik baginya bukan sekadar hiburan. Ia menilai nilai, kepedulian, dan suara masyarakat pantas mendapat tempat. Adapun OM Wawes menulis bahwa mereka tidak ingin melukai hati teman-teman. Di luar pernyataan itu, sejumlah media menghubungkan keputusan para musisi dengan seruan boikot di media sosial.
Pemicu seruan boikot terhadap Rans Carnival
Seruan boikot bermula dari kehadiran Raffi Ahmad dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026. Raffi, pemilik RANS Entertainment bersama Nagita Slavina, kini menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni. Sebagian warganet membandingkan acara itu dengan rencana demonstrasi mahasiswa di lokasi yang sama sehari sebelumnya, yang tidak mendapat izin polisi.
Radar Jogja juga melaporkan viralnya pria berjaket almamater yang mengaku bukan mahasiswa dan menerima bayaran. Belum ada konfirmasi atas pengakuan itu. Raffi menanggapinya lewat klarifikasi di Instagram pada Jumat (30/10/2026). Namun, ia menyebut dirinya hanya tamu undangan. Meski begitu, sentimen negatif di media sosial tetap membesar dan berujung pada seruan boikot.
Dampak di lapangan
Menurut pantauan Detikcom, area acara masih lengang pada pukul 11.30 WIB. Radar Jogja melaporkan banyak stan kosong, dan sebagian pedagang membawa pulang peralatan sejak dini hari. Salah satu tenant makanan, Roti Gembong Gedhe, juga menyatakan mundur. Sementara itu, panitia belum memberikan penjelasan atas mundurnya para musisi dan tenant. RANS Entertainment pun belum mengeluarkan pernyataan resmi hingga laporan-laporan tersebut terbit.
Yang perlu dipantau berikutnya
Selanjutnya, hari kedua acara berlangsung pada Minggu (1/11/2026). Karena itu, susunan penampil dan sikap panitia masih bisa berubah. Belum ada informasi mengenai pengganti para musisi yang mundur. Pembaca sebaiknya memeriksa kanal resmi c untuk pembaruan.
- Penulis: Firmansyah
