Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Selat Hormuz Mulai Ramai, 20 Kapal Tanker Melintas Setelah AS dan Iran Capai Kesepakatan

Selat Hormuz Mulai Ramai, 20 Kapal Tanker Melintas Setelah AS dan Iran Capai Kesepakatan

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 143
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Kabar dari Selat Hormuz mulai terasa berbeda. Kamis, 18 Juni 2026, sedikitnya 20 kapal tanker minyak melintas di jalur perairan strategis itu — angka tertinggi sejak 2 Juni 2026. Data ini berasal dari Kpler, perusahaan intelijen perdagangan komoditas global yang rutin memantau arus pelayaran internasional.

Pemulihan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mulai menjalankan kesepakatan bersama: membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial yang sempat terhenti akibat konflik.

Angka Masih Jauh dari Normal, Tapi Tren Positif Mulai Terbentuk

Dua puluh kapal tanker memang terdengar signifikan. Namun sebelum konflik pecah, lebih dari 100 kapal — termasuk puluhan tanker — melintasi selat ini setiap harinya. Jadi pemulihan masih panjang. Secara keseluruhan, 25 kapal melintas pada Kamis itu. Selain tanker minyak, ada pula kapal kargo, kapal kontainer, dan berbagai jenis armada lainnya.

Matt Smith, Direktur Riset Komoditas Kpler, menggambarkan situasinya cukup seimbang. “Lalu lintas secara umum seimbang, dengan 13 pelayaran bergerak dari barat ke timur dan 12 pelayaran dari timur ke barat,” kata Smith.

Iran Beri Kebebasan Transit 60 Hari, AS Cabut Blokade

Di balik pemulihan ini ada dua langkah konkret dari kedua pihak. Angkatan Laut AS resmi mengakhiri blokade terhadap Iran. Sementara Teheran memberi kelonggaran: kapal-kapal boleh melintas tanpa biaya transit selama 60 hari.

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan Iran mematuhi komitmen yang sudah disepakati. “Sejauh ini mereka menjalankan bagian komitmennya,” ujar Vance kepada wartawan.

Pernyataan itu memberi sinyal positif bagi pasar energi global yang selama ini khawatir dengan instabilitas di kawasan Teluk Persia.

Kapal Tanker Raksasa VLCC Kembali Bergerak

Salah satu indikator paling menarik datang dari pergerakan kapal tanker kelas Very Large Crude Carrier atau VLCC. Kpler mencatat tiga VLCC milik Arab Saudi dan satu dari Uni Emirat Arab sudah melintas pada Kamis.

VLCC bukan kapal sembarangan. Satu kapal jenis ini mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak mentah dalam satu perjalanan. Kembalinya armada ini ke jalur Hormuz menjadi tanda nyata bahwa perdagangan energi kawasan Teluk mulai berputar lagi.

Tak hanya itu, kapal tanker raksasa Iran juga mulai mengaktifkan kembali transponder mereka. Selama perang berlangsung, perangkat pelacak ini sengaja dimatikan. Pada Jumat, 19 Juni 2026, lima VLCC Iran yang membawa muatan minyak terpantau meninggalkan kawasan tersebut.

Para analis Kpler menyebut ini sebagai pertanda pemulihan bertahap. “Arus kapal dua arah menunjukkan perdagangan minyak mentah Iran secara bertahap kembali ke pola operasi yang lebih normal,” tulis mereka dalam catatan kepada klien.

Tata Kelola Selat Hormuz Jadi Pertanyaan Besar

Di balik pemulihan ini, ada isu yang belum selesai: siapa yang berwenang mengatur Selat Hormuz ke depan?

Data Kpler menunjukkan 18 dari 25 kapal yang melintas pada Kamis menggunakan jalur pelayaran versi Iran. Hanya satu kapal yang memakai jalur resmi dari Organisasi Maritim Internasional (IMO). Rute enam kapal lainnya tidak dapat dipastikan.

Berdasarkan kesepakatan AS-Iran, setelah masa bebas biaya 60 hari berakhir, Iran akan menggelar pembicaraan dengan Oman dan negara-negara Teluk soal mekanisme pengelolaan selat. Artinya, kemungkinan biaya transit bagi kapal yang melintas bisa kembali berlaku — dan itu berpotensi menggerakkan harga minyak dunia.

Mengapa Selat Hormuz Begitu Penting?

Selat Hormuz adalah urat nadi ekspor minyak dari kawasan Teluk. Hampir seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur sepanjang 33 kilometer ini setiap harinya.

Setiap gangguan di sini — entah blokade, konflik, atau perubahan aturan — langsung berdampak pada harga energi global. Itulah mengapa pasar minyak dunia selalu bereaksi cepat terhadap perkembangan apapun di Selat Hormuz.

Kini, dengan tanda-tanda pemulihan yang mulai terlihat, dunia menunggu apakah jalur vital ini benar-benar bisa kembali beroperasi penuh — atau justru ada babak baru ketegangan yang menanti.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemarau 2026 Lebih Kering: BMKG Luruskan Isu ‘Kemarau Godzilla’

    Kemarau 2026 Lebih Kering: BMKG Luruskan Isu ‘Kemarau Godzilla’

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Belakangan ini, linimasa media sosial riuh dengan istilah-istilah menyeramkan seperti “Kemarau Godzilla” atau “Godzilla El Nino” yang diprediksi melanda Indonesia tahun ini. Istilah tersebut seolah memberi kesan bahwa kita akan menghadapi bencana kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya . Namun BMKG, apakah faktanya memang semengerikan itu? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja […]

  • Skara Brae, Skotlandia: Desa Purba yang Terkubur Pasir Selama Ribuan Tahun

    Skara Brae, Skotlandia: Desa Purba yang Terkubur Pasir Selama Ribuan Tahun

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Skara Brae menyimpan kisah unik tentang bagaimana badai besar justru membuka pintu menuju masa lalu. Permukiman purba di Kepulauan Orkney ini sempat hilang dari ingatan manusia selama ribuan tahun. Badai dahsyat pada 1850 mengikis bukit pasir dan tanpa sengaja menyingkap struktur batu kuno di bawahnya. Sejak saat itu, dunia arkeologi mengenal Skara Brae sebagai […]

  • Brasil Hajar Haiti 3-0 di Piala Dunia FIFA 2026, Matheus Cunha dan Vinicius Jr Jadi Bintang

    Brasil Hajar Haiti 3-0 di Piala Dunia FIFA 2026, Matheus Cunha dan Vinicius Jr Jadi Bintang

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Brasil tampil dominan. Di laga Babak Grup C Piala Dunia FIFA 2026, Seleção menggilas Haiti dengan skor telak 3-0 tanpa balas. Kemenangan ini mempertegas kualitas Brasil sebagai salah satu kandidat kuat juara turnamen bergengsi empat tahunan tersebut. Pertandingan berakhir full-time dengan Brasil menguasai jalannya laga dari awal hingga peluit panjang berbunyi. Matheus Cunha Tampil […]

  • Jadwal Cair Bantuan Sosial PKH, BPNT, dan BSU Juli-Agustus 2026, Simak Cara Ceknya

    Jadwal Cair Bantuan Sosial PKH, BPNT, dan BSU Juli-Agustus 2026, Simak Cara Ceknya

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Tiga bantuan sosial andalan pemerintah kembali jadi sorotan masyarakat menjelang pergantian bulan Agustus 2026. PKH dan BPNT sudah memasuki masa pencairan Tahap 3, sementara nasib BSU masih menggantung tanpa kepastian jadwal. Jadwal Cair PKH dan BPNT Tahap 3 Kementerian Sosial (Kemensos) resmi memulai penyaluran PKH dan BPNT Tahap 3 sejak 20 Juli 2026. Tahap […]

  • 10 Hewan Berbisa Paling Mematikan di Dunia, Racunnya Bisa Melumpuhkan dalam Hitungan Menit

    10 Hewan Berbisa Paling Mematikan di Dunia, Racunnya Bisa Melumpuhkan dalam Hitungan Menit

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Dunia satwa liar menyimpan banyak kejutan, dan salah satu yang paling menegangkan adalah keberadaan hewan berbisa. Racun yang mereka hasilkan bukan sekadar alat pertahanan diri, melainkan senjata biologis yang sudah teruji jutaan tahun lewat proses evolusi. Sebagian spesies bahkan mampu menjatuhkan mangsa berukuran jauh lebih besar hanya dengan sekali gigitan atau sengatan. Berikut sepuluh […]

  • Rekayasa Lalu Lintas HUT ke-81 RI di Jakarta, Catat 18 Titik yang Bakal Ditutup

    Rekayasa Lalu Lintas HUT ke-81 RI di Jakarta, Catat 18 Titik yang Bakal Ditutup

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Warga Jakarta perlu menyiapkan rute perjalanan alternatif pada Senin, 17 Agustus 2026. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menutup dan mengalihkan arus di 18 ruas jalan sepanjang hari, menyesuaikan setiap tahapan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Kawasan Monas hingga Dukuh Atas menjadi pusat kegiatan, sehingga pengaturan lalu lintas di sana berlangsung ketat sejak pagi hingga malam. Kepala […]

expand_less