Marvel selalu punya cara untuk membuat penonton kembali ke bioskop — dan kali ini, mereka bermain di dimensi yang benar-benar berbeda. Spider-Man: Brand New Day resmi mencetak sejarah sebagai film pertama yang diproduksi secara khusus untuk format ScreenX. Bukan sekadar dikonversi setelah syuting selesai. Tim produksi merancang sejumlah adegan dari awal dengan mempertimbangkan tiga layar sekaligus — layar utama di depan, ditambah dua layar tambahan di sisi kiri dan kanan penonton.
Ini bukan gimmick. Ini keputusan kreatif yang mengubah cara film itu dirasakan.
Apa itu ScreenX dan mengapa ini berbeda?
Format ScreenX membentangkan gambar hingga 270 derajat — mengelilingi tiga sisi ruang bioskop. Kalau biasanya kamu hanya melihat ke satu arah, di ScreenX pandanganmu secara harfiah melebar ke kiri dan kanan.
Perbedaan terbesarnya dibandingkan format premium lain seperti IMAX atau 4DX adalah soal cakupan visual. IMAX memperbessar gambar secara vertikal. ScreenX meluaskan dunia film ke samping — menciptakan sensasi bahwa penonton bukan sekadar menyaksikan cerita, tapi benar-benar berada di dalamnya.
Dan untuk sebuah film tentang superhero yang berayun di antara gedung-gedung pencakar langit, format ini terasa seperti pilihan yang lahir dari takdir.
Kenapa Spider-Man Cocok Sekali dengan ScreenX?
Coba bayangkan adegan ini: Spider-Man meluncur dari puncak gedung, tubuhnya membelah angin di antara jaring yang ia lempar. Di layar biasa, kamu melihatnya dari depan. Di ScreenX, gerakan itu melebar ke kiri dan kanan — dan otakmu langsung merespons seolah kamu ikut melayang di sampingnya.
Itulah kekuatan format ini ketika bertemu dengan materi yang tepat. Adegan aksi, momen swing antar gedung, hingga berbagai set-piece besar dalam Brand New Day berpotensi terasa jauh lebih intens dan hidup lewat tiga layar sekaligus. Bukan lebay — ini soal bagaimana visual yang dirancang sejak awal untuk format ini bekerja secara psikologis terhadap penonton.
Tim produksi tidak sembarangan memilih adegan mana yang meluas ke layar samping. Hanya momen-momen tertentu yang memanfaatkan format 270 derajat ini — selebihnya tetap tayang di layar utama. Pendekatan ini justru membuat ekspansi visual terasa lebih bermakna, bukan sekadar efek yang dipaksakan sepanjang film.
Pertama dalam Sejarah — Bukan Klaim Kosong
Fakta bahwa Brand New Day menjadi film pertama yang diproduksi khusus untuk ScreenX — bukan dikonversi, tapi dirancang dari awal — adalah tonggak yang nyata dalam sejarah industri film.
Selama ini, film-film yang tayang di ScreenX umumnya menjalani proses konversi pascaproduksi. Hasilnya memang bagus, tapi ada perbedaan mendasar antara gambar yang “diperluas” secara digital dan gambar yang memang dari awal dikomposisikan untuk tiga layar.
Marvel dan tim di balik Brand New Day memilih jalur yang lebih sulit — dan hasilnya kemungkinan besar akan terasa oleh siapa pun yang menontonnya di bioskop ScreenX.
Pengalaman seperti apa yang bisa kamu harapkan?
Kalau kamu pernah menonton film di format premium dan merasa ada sesuatu yang kurang — ada bagian dari pengalaman yang belum tuntas — ScreenX versi Brand New Day ini mungkin menjadi jawaban yang selama ini kamu cari.
Beberapa hal yang kemungkinan besar terasa berbeda:
- Pertama, adegan swing Spider-Man yang melintasi kota akan memberikan sensasi kedalaman dan kecepatan yang jauh lebih nyata.
- Kedua, momen pertempuran besar dengan latar belakang kota New York akan terasa seperti kamu berdiri di tengah-tengahnya.
- Ketiga, transisi antar adegan yang memanfaatkan layar samping bisa menciptakan ritme visual yang tidak pernah kamu rasakan sebelumnya di film superhero manapun.
Apakah Harga Tiket ScreenX Sepadan?
Jujur saja — tiket ScreenX memang lebih mahal dari bioskop reguler. Tapi untuk film yang memang dirancang dari awal untuk format ini, pertimbangannya berbeda.
Menonton Spider-Man: Brand New Day di layar biasa tetap menghadirkan cerita yang sama. Tapi kalau film ini memang dirancang untuk membuat kamu merasa terbang bersama Spider-Man — maka menonton di format lain sama seperti mendengarkan konser live lewat rekaman biasa.
Pengalamannya ada, tapi bukan yang sepenuhnya dimaksudkan.
Spider-Man: Brand New Day bukan hanya film Marvel berikutnya. Ia menjadi penanda bahwa industri sinema terus mendorong batas — bukan hanya dari sisi cerita, tapi juga dari cara cerita itu dihantarkan ke penonton.
