Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Standar Kemiskinan Bank Dunia Sebut 64,2% Warga RI Miskin, Kok Beda dari BPS?

Standar Kemiskinan Bank Dunia Sebut 64,2% Warga RI Miskin, Kok Beda dari BPS?

  • account_circle Nuafal
  • calendar_month 22 menit yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Standar kemiskinan Bank Dunia baru saja bikin heboh jagat maya Indonesia. Angka 64,2% penduduk RI hidup di bawah garis kemiskinan sempat viral lewat infografis Kompas.com. Angka ini memicu pertanyaan besar: benarkah dua pertiga rakyat Indonesia miskin? Jawabannya tidak sesederhana itu, dan penjelasannya justru menarik untuk kita kupas.

Duduk perkaranya begini. Data itu berasal dari laporan Macro Poverty Outlook edisi April 2026 milik Bank Dunia, bukan data resmi pemerintah Indonesia. Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat angka kemiskinan RI per Maret 2026 cuma di kisaran 8,07%, setara 22,93 juta orang. Selisihnya jauh banget, kan? Nah, di situlah letak kuncinya: dua lembaga ini pakai penggaris yang beda sama sekali.

Kenapa Angkanya Bisa Sejauh Itu?

Standar kemiskinan Bank Dunia untuk negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income) mematok garis USD8,30 per kapita per hari. Bank Dunia menghitungnya pakai metode Purchasing Power Parity (PPP) 2021. Nilai ini setara sekitar Rp35.000-40.000 per hari setelah menyesuaikan daya beli lokal. Masalahnya, angka USD8,30 ini bukan cerminan kebutuhan dasar spesifik orang Indonesia. Angka ini justru median garis kemiskinan dari kumpulan negara sekelas Indonesia di kategori pendapatan yang sama.

BPS sendiri punya pendekatan berbeda. BPS menyusun garis kemiskinan nasional berdasarkan kebutuhan kalori minimum plus kebutuhan non-pangan dasar. Mereka menyesuaikannya dengan kondisi riil masyarakat Indonesia. Jadi wajar kalau hasilnya jauh lebih rendah dibanding standar global yang Bank Dunia patok.

Indonesia Baru “Naik Kelas”, Tapi Ada Konsekuensinya

Poin menarik lain, posisi Indonesia baru saja bergeser ke kategori upper-middle income country. Gross National Income per kapita RI tercatat USD5.120 pada 2025. Angka ini cuma sedikit di atas ambang bawah kategori ini, yang berkisar USD 4.636 sampai USD 14.375.

Begitu status ekonomi naik kelas, standar kemiskinan yang Bank Dunia pakai buat mengukur Indonesia otomatis ikut naik jadi USD8,30. Angka ini jauh lebih tinggi dari standar sebelumnya untuk negara berpendapatan menengah ke bawah. Efeknya, penduduk yang sebenarnya sudah keluar dari kemiskinan versi standar lama tiba-tiba “masuk lagi” ke kategori miskin. Ini terjadi begitu kita mengukurnya pakai standar baru. Ironis memang, tapi begitulah cara kerja metodologi pembanding internasional.

Posisi Indonesia di ASEAN

Laporan yang sama menempatkan Indonesia di urutan keempat tertinggi di antara 11 negara ASEAN dan negara pembanding lain. Tiga negara di atasnya adalah Timor-Leste (71,7%), India (70,7%), dan Laos (68,6%). Filipina, Afrika Selatan, sampai Brasil justru mencatat angka lebih rendah dari Indonesia menurut standar yang sama. Thailand dan Malaysia ada di posisi paling bawah daftar itu, mencerminkan gap kesejahteraan yang cukup lebar di kawasan ini.

Jadi, mana yang harus dipercaya?

Bank Dunia sendiri sebenarnya sudah mengakui, pemerintah lebih tepat memakai garis kemiskinan nasional versi BPS untuk pengambilan kebijakan dalam negeri. Standar kemiskinan Bank Dunia lebih cocok buat perbandingan lintas negara, bukan acuan tunggal buat menilai kondisi riil di lapangan. Kedua angka ini sejatinya menjawab pertanyaan berbeda, jadi membandingkannya secara langsung justru menyesatkan.

Ada satu hal yang pasti buat pembaca yang penasaran soal makna angka ini bagi kebijakan sosial. Kelompok masyarakat yang berada di antara dua garis kemiskinan itu tetap perlu perhatian serius. Mereka rentan jatuh miskin lagi kalau ada guncangan ekonomi mendadak, mulai dari lonjakan harga pangan sampai PHK massal.

Data dan proyeksi di atas bersifat dinamis, mengikuti pembaruan laporan resmi dari Bank Dunia maupun rilis terbaru BPS. Selalu cek sumber data terkini sebelum menjadikannya rujukan analisis atau kebijakan.

N
Nuafal ✔ Terverifikasi Kebaruan.com

Suka menelusuri angka di balik berita ekonomi, biar pembaca nggak cuma tahu "apa yang terjadi", tapi juga "kenapa itu penting" buat dompet mereka.

✎ Ditulis & disunting redaksi   |   ↻ Diperbarui 3 September 2026   |   Pedoman Media Siber   Metodologi Peliputan
  • Penulis: Nuafal

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ganjil-Genap Jakarta Berlaku 22–26 Juni 2026: 28 Gerbang Tol Kena Aturan, Denda Rp500.000

    Ganjil-Genap Jakarta Berlaku 22–26 Juni 2026: 28 Gerbang Tol Kena Aturan, Denda Rp500.000

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengaktifkan kebijakan ganjil-genap mulai Senin, 22 Juni hingga Jumat, 26 Juni 2026. Aturan ini menyasar kendaraan roda empat atau lebih yang melintas di sejumlah ruas jalan protokol dan — yang sering luput dari perhatian — 28 titik akses gerbang tol di Ibu Kota. Kalau kamu biasa masuk tol pagi-pagi […]

  • Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan, Bukan Cuma Obat Tradisional Nenek

    Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan, Bukan Cuma Obat Tradisional Nenek

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Manfaat daun sirih sudah dikenal turun-temurun di masyarakat Indonesia, jauh sebelum istilah “herbal skincare” populer di media sosial. Daun berbentuk hati ini menyimpan senyawa aktif seperti eugenol, tanin, dan flavonoid yang punya sifat antiseptik, antibakteri, dan antiinflamasi. Tidak heran, daun sirih jadi andalan pengobatan tradisional selama berabad-abad. Sekarang, mari bedah satu per satu manfaat […]

  • Waspada Begal Di Jakarta: Langkah Preventif dan Keamanan Berkendara di Malam Hari

    Waspada Begal Di Jakarta: Langkah Preventif dan Keamanan Berkendara di Malam Hari

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Aksi begal di Jakarta memang menjadi tantangan nyata bagi mobilitas masyarakat di ibu kota sepanjang Mei 2026. Data kepolisian menunjukkan bahwa pelaku kerap menyasar pengendara motor yang melintasi area minim penerangan pada jam-jam rawan. Keamanan dari ancaman begal di Jakarta memerlukan kewaspadaan ekstra dari setiap warga saat bepergian. Memahami pola kejahatan ini sangat krusial […]

  • Tuntutan 18 Tahun Penjara untuk Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Laptop Chromebook

    Tuntutan 18 Tahun Penjara untuk Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Laptop Chromebook

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Sidang pembacaan tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook mencapai puncaknya pada Selasa (13/5/2026). Jaksa Penuntut Umum (JPU) resmi menuntut Nadiem Makarim dengan hukuman pidana 18 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Jaksa menilai mantan menteri tersebut terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan negara hingga mencapai […]

  • Rusun Subsidi Manggarai Mulai Digarap, Harga Tertinggi Ditetapkan Rp14 Juta per Meter

    Rusun Subsidi Manggarai Mulai Digarap, Harga Tertinggi Ditetapkan Rp14 Juta per Meter

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Jakarta Warga yang mencari hunian terjangkau di Jakarta Selatan bisa bernapas lega. Sebab, proyek rumah susun subsidi Manggarai kini mulai memasuki tahap pembangunan. Bahkan, batas harga jualnya juga sudah punya kepastian. Harga Tertinggi Sudah Ada Batasnya Sri Haryati, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, menyebut harga pasti baru muncul setelah konstruksi dimulai. Meski begitu, ia […]

  • Prediksi PSG vs Bayern Semifinal Liga Champions 2026: Duel Sengit Berebut Tiket Final

    Prediksi PSG vs Bayern Semifinal Liga Champions 2026: Duel Sengit Berebut Tiket Final

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Laga leg pertama ini akan berlangsung di Stadion Parc des Princes pada Rabu (29/4) pukul 02.00 WIB. Bagi para penggemar yang tidak ingin melewatkan momen epik ini, siaran langsung PSG vs Bayern tersedia melalui saluran SCTV maupun layanan streaming Vidio. Secara statistik, FC Hollywood memang lebih mendominasi sejarah pertemuan mereka. Dari total 15 kali […]

expand_less