Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom, Gantikan Qodari
- account_circle Firmansyah
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Syahganda Nainggolan resmi memimpin Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Prabowo juga melantik Fadli Tri Hartono sebagai wakilnya. Syahganda menggantikan Muhammad Qodari, yang baru lima bulan memimpin Bakom.
Qodari pindah ke Wantimpres
Qodari tidak keluar dari lingkar Istana. Lewat keppres terpisah, ia kini menjabat Sekretaris sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sementara itu, pelantikan Syahganda berdasar Keppres Nomor 106/P Tahun 2026 yang ditetapkan pada 1 Oktober.
Siapa sebenarnya Syahganda Nainggolan
Syahganda lahir di Medan dan mulai aktif sebagai aktivis sejak kuliah di ITB pada era 1980-an. Aktivitas itu berujung pahit. Kampus mengeluarkannya karena sikapnya menentang pemerintahan Orde Baru.
Setelah itu, ia merambah dunia kajian kebijakan. Pada 2010, Syahganda mendirikan Sabang Merauke Circle (SMC), lembaga kajian dan konsultasi politik serta kebijakan publik. Lewat SMC, ia melontarkan kritik keras kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono periode kedua. Selain itu, ia pernah menjadi anggota Dewan Pakar Alumni ITB periode 2012–2015 dan terlibat di Partai Daulat Rakyat.
Dari KAMI sampai penjara
Nama Syahganda kembali ramai pada 2020. Ia ikut mendirikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan duduk di Komite Eksekutifnya. Pada tahun yang sama, ia ditangkap. Cuitannya dinilai memicu keonaran, dan ia dituduh menghasut kericuhan saat demo Omnibus Law UU Cipta Kerja. Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara, dan ia bebas dari Rutan Bareskrim Polri pada Agustus 2021.
Rencana kerja Syahganda Nainggolan di Bakom
Soal arah kerja, Syahganda menyinggung teknologi. Ia berencana mempelajari algoritma media sosial dan kecerdasan buatan (AI) untuk memahami dampaknya pada komunikasi pemerintah dan masyarakat. Ia juga mengutip Elon Musk soal kemungkinan AI menguasai peradaban. Di sisi lain, Republika memuat pernyataannya bahwa arahan Presiden menjadikan komunikasi sebagai alat persatuan nasional.
Karena itu, publik kini menunggu langkah pertamanya. Bakom memegang komunikasi kebijakan pemerintah, dan Syahganda memulainya dengan rekam jejak yang jauh dari birokrasi.
- Penulis: Firmansyah
