Harga Masker Melonjak Drastis Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
- account_circle naufal
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Harga masker melonjak tajam begitu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyelimuti Jakarta. Warganet ramai mengeluhkan kenaikan ini di media sosial. Banyak yang menilai lonjakannya jauh dari kata wajar.
Lonjakan hingga 10 Kali Lipat
Banyak pembeli kaget saat transaksi mereka di e-commerce tiba-tiba batal sepihak. Setelah itu, sistem memunculkan harga baru yang jauh lebih mahal. Tamara, salah satu pembeli, menceritakan harga masker yang semula Rp 1.650 per pcs berubah menjadi Rp 16.500 setelah pesanannya batal.
Kasus serupa dialami pembeli lain. Ia mendapati harga masker melonjak dari Rp200 ribu menjadi Rp1,3 juta saat proses checkout di toko daring. Curhatan semacam ini banyak beredar di Threads sepanjang Senin (7/9/2026).
Modus di Balik Kenaikan Harga
Pantauan di Shopee dan Tokopedia menunjukkan fakta menarik. Sejumlah penjual memanfaatkan momentum kepanikan warga untuk menaikkan harga masker. Kenaikannya berkisar dua hingga sepuluh kali lipat dari harga normal. Praktik semacam ini lazim disebut memanfaatkan kelangkaan barang di tengah situasi darurat.
Kondisi berbeda justru terlihat di lapak konvensional. Seorang pedagang masker di Andara Raya, Jakarta Selatan, menegaskan harganya tidak berubah sama sekali. Ia masih mematok harga Rp10.000 hingga Rp25.000 per kotak isi 50 lembar, tergantung merek.
Kemenkes Turun Tangan
Kementerian Kesehatan langsung merespons keluhan yang makin ramai ini. Kemenkes memanggil para pelaku usaha penjual masker untuk klarifikasi. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebut pemanggilan ini bertujuan memastikan pelaku usaha tidak menimbun atau menaikkan harga secara tidak wajar.
Pemerintah mengambil langkah cepat ini agar masyarakat tidak semakin dirugikan. Sebab, sebaran abu vulkanik masih berlangsung hingga kini.
Imbauan agar Tidak Panic Buying
Kenaikan harga masker yang tidak wajar ini memicu kekesalan warga. Kejadian ini sekaligus jadi pengingat penting: hindari aksi borong berlebihan atau panic buying. Saat permintaan melonjak drastis dalam waktu singkat, oknum penjual nakal kerap memanfaatkan celah ini untuk meraup untung sepihak.
Belilah masker sesuai kebutuhan wajar saja. Bandingkan dulu harga dari beberapa penjual sebelum membeli. Jika menemukan indikasi penimbunan atau permainan harga, segera laporkan ke pihak berwenang. Dengan begitu, ketersediaan masker tetap terjaga bagi semua orang yang benar-benar membutuhkan perlindungan dari paparan abu vulkanik.
- Penulis: naufal
