IHSG Anjlok 1,37 Persen di Awal Pekan, Saham Tambang Jadi Pemberat
- account_circle firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. IHSG membuka perdagangan dengan tren merah pada Senin (14/9/2026). Pukul 09.00 WIB, indeks bertengger di level 6.533,87, turun 0,11 persen dari penutupan sebelumnya di 6.541,38. Tekanan justru makin terasa begitu jam perdagangan berjalan.
Tak sampai setengah jam kemudian, tepatnya pukul 09.23 WIB, IHSG jatuh ke level 6.451,57. Angka itu setara koreksi 89,81 poin atau 1,37 persen. Pagi itu, sebanyak 496 saham terjun ke zona merah, berbanding jauh dengan 151 saham yang masih sanggup menguat. Sisanya, 316 saham, bergerak stagnan tanpa perubahan berarti.
Transaksi Tetap Ramai di Tengah Pelemahan IHSG
Meski indeks melemah, aktivitas jual beli saham tetap berjalan aktif. Volume perdagangan menembus 6,333 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp3,125 triliun. Investor melakukan transaksi sebanyak 429.900 kali sepanjang sesi pagi itu. Kapitalisasi pasar tercatat di angka Rp11.271 triliun.
Sektor Barang Baku Paling Tertekan
Hanya tiga sektor yang bertahan di zona hijau pagi itu. Sektor perindustrian naik 0,27 persen, disusul barang konsumen primer yang menguat 0,12 persen, dan properti yang naik tipis 0,01 persen.
Sektor lain justru tumbang lebih dalam. Barang baku memimpin pelemahan dengan koreksi 1,55 persen. Transportasi ikut melemah 1 persen, sementara infrastruktur turun 0,88 persen. Semakin siang, dominasi saham merah kian terasa dan menyeret IHSG turun lebih dalam lagi.
Saham Tambang Jadi Sorotan di Jajaran LQ45
Beberapa emiten tambang menyeret indeks LQ45 ke bawah pagi itu. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat koreksi terdalam, anjlok 2,95 persen. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 1,89 persen, sedangkan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) melemah 1,06 persen.
Namun, tidak semua saham LQ45 ikut tertekan. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) justru melesat 2,47 persen. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 2,25 persen, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat 1,43 persen.
Rupiah Ikut Tertekan Bersamaan dengan IHSG
Pelemahan IHSG berjalan seiring dengan melemahnya kurs rupiah. Data Stockbit mencatat rupiah berada di posisi Rp17.590 per dollar AS pada awal perdagangan, melemah 19,10 poin atau 0,11 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.570,90.
Bursa Asia Bergerak Beragam
Pasar saham kawasan Asia menunjukkan arah yang tidak seragam pada Senin pagi. SSE Composite Index China turun tipis 0,06 persen, Nikkei 225 Jepang melemah 0,84 persen, dan Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,17 persen. Sebaliknya, S&P/ASX 200 Australia menguat 0,15 persen.
Tekanan paling dalam justru datang dari KOSPI Korea Selatan yang anjlok 2,34 persen. The Asia Dow turut melemah 1,04 persen, menandakan sentimen negatif memang melanda sebagian besar kawasan regional pagi itu.
Apa yang Perlu Diperhatikan Investor
Pergerakan IHSG yang labil di awal pekan ini layak jadi perhatian bagi investor yang memegang saham sektor barang baku dan transportasi. Diversifikasi ke sektor yang masih hijau, seperti perindustrian atau barang konsumen primer, bisa jadi pertimbangan untuk meredam risiko jangka pendek. Pantau juga pergerakan rupiah dan sentimen bursa Asia, karena keduanya kerap bergerak beriringan dengan arah IHSG dalam beberapa hari ke depan.
- Penulis: firmansyah
