Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup » Menutup Rumah Saat Maghrib, Ini Alasan di Balik Tradisi Turun-Temurun Ini

Menutup Rumah Saat Maghrib, Ini Alasan di Balik Tradisi Turun-Temurun Ini

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Menutup rumah saat maghrib jadi kebiasaan yang diwariskan turun-temurun di banyak keluarga Indonesia. Kebiasaan ini mengakar kuat, terutama di kalangan masyarakat Jawa dan Melayu. Begitu azan berkumandang, pintu dan jendela langsung tertutup rapat. Lampu dinyalakan, anak-anak pun dipanggil masuk ke dalam rumah. Banyak orang mengikutinya tanpa benar-benar tahu alasan di baliknya.

Ternyata, kebiasaan ini punya penjelasan dari beberapa sudut pandang berbeda. Ada sisi keagamaan yang berakar dari hadits sahih. Ada pula unsur kepercayaan lokal yang berkembang lewat cerita rakyat. Penjelasan ilmiah pun ikut memperkuat alasan di balik tradisi ini.

Dasar Hadits di Balik Kebiasaan Menutup Rumah Saat Maghrib

Anjuran menutup rumah saat maghrib punya landasan jelas dari riwayat Jabir bin Abdullah RA. Hadits ini tercantum dalam Shahih Bukhari pada Kitab Bad’ul Khalq dan Shahih Muslim pada Kitab Al-Asyribah. Sunan Tirmidzi juga mencatat riwayat serupa dengan status hadits hasan shahih.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya menahan anak-anak agar tidak keluar rumah begitu kegelapan malam mulai turun. Setan dipercaya sedang berkeliaran pada waktu tersebut. Setelah malam berlalu sesaat, anak-anak boleh keluar kembali. Syaratnya, pintu rumah harus tertutup sambil menyebut nama Allah, sebab setan tidak mampu membuka pintu yang tertutup dengan cara demikian.

Selain menutup pintu, riwayat hadits ini juga menganjurkan menutup bejana makanan dan mengikat tempat minum. Umat muslim juga dianjurkan memadamkan lampu menjelang tidur. Alasan tambahannya cukup praktis: mencegah tikus menyeret sumbu lampu sehingga memicu kebakaran rumah. Kombinasi alasan spiritual dan keselamatan fisik ini menunjukkan betapa detailnya tuntunan Rasulullah SAW soal menjaga rumah tangga di waktu malam.

Sisi Mistis dalam Kepercayaan Lokal

Selain dasar hadits, masyarakat Nusantara juga punya kepercayaan tersendiri soal waktu maghrib. Banyak cerita rakyat menyebut maghrib sebagai waktu pergantian antara alam manusia dan alam gaib. Makhluk halus pun dipercaya lebih leluasa berkeliaran saat langit mulai gelap.

Kepercayaan ini berkembang turun-temurun lewat cerita orang tua ke anak-anaknya. Cerita ini sering dibumbui kisah penampakan atau gangguan makhluk halus bagi siapa saja yang masih berkeliaran di luar rumah saat maghrib tiba. Sains belum tentu membuktikan kepercayaan ini, tapi banyak keluarga tetap menjaganya sebagai bentuk kehati-hatian dan penghormatan pada tradisi leluhur.

Penjelasan dari Sisi Kesehatan dan Keamanan

Terlepas dari unsur mistis, ada juga penjelasan yang lebih rasional soal kebiasaan ini. Waktu maghrib bertepatan dengan pergantian cahaya dari terang ke gelap. Kondisi ini secara alami memicu munculnya serangga seperti nyamuk malaria dan lalat pembawa penyakit.

Menutup rumah pada waktu ini mencegah serangga masuk ke dalam ruangan. Kebiasaan ini juga menjaga suhu rumah tetap stabil begitu udara malam mulai terasa dingin. Dari sisi keamanan, kebiasaan ini membantu keluarga lebih waspada terhadap potensi gangguan dari luar. Visibilitas mata manusia menurun drastis saat cahaya mulai redup, sehingga kewaspadaan ekstra memang dibutuhkan.

Kebiasaan yang Tetap Relevan Hingga Kini

Beberapa alasan berikut menjelaskan kenapa tradisi ini masih bertahan di banyak keluarga era modern:

  • Menjaga kebersihan udara dalam rumah, mencegah serangga dan debu masuk saat angin sore mulai berembus.
  • Membentuk rutinitas ibadah, mengingat maghrib juga jadi waktu shalat wajib bagi umat muslim.
  • Melatih kedisiplinan anak, membiasakan mereka pulang tepat waktu sebelum hari benar-benar gelap.
  • Mengikuti tuntunan hadits sahih, yang secara eksplisit menganjurkan menutup pintu dan menjaga anak-anak di waktu ini.

Kebiasaan menutup rumah saat maghrib pada akhirnya jadi perpaduan unik antara tuntunan hadits, kearifan lokal, dan kebutuhan praktis sehari-hari. Kamu boleh lebih meyakini sisi spiritual atau penjelasan ilmiahnya. Tradisi ini tetap punya dasar kuat yang layak dipertahankan sampai sekarang.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Efek Menahan Buang Air Kecil, Kebiasaan Sepele yang Berisiko bagi Kesehatan

    Efek Menahan Buang Air Kecil, Kebiasaan Sepele yang Berisiko bagi Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Kebaruan. Menahan buang air kecil sering dianggap sepele, padahal kebiasaan ini menyimpan risiko kesehatan yang tak main-main. Banyak orang menundanya karena sibuk rapat, terjebak macet, atau malas beranjak dari tempat duduk, tanpa sadar tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahaya. Kandung kemih orang dewasa umumnya mampu menampung sekitar 400-600 ml urine. Begitu kapasitas ini penuh, otak […]

  • Harga Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Vs Vietnam Lebih Mahal

    Harga Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Vs Vietnam Lebih Mahal

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kebaruan.com PSSI resmi mengumumkan jadwal penjualan dan harga tiket dua laga kandang Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Skuad Garuda bakal menjamu Kamboja dan Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, dengan banderol harga yang ternyata tidak sama. Laga kontra Vietnam dipatok lebih mahal dibanding partai melawan Kamboja. Kabar ini tentu penting buat kamu yang sudah menantikan […]

  • Dampak Sering Mengonsumsi MSG, Benarkah Berbahaya bagi Kesehatan?

    Dampak Sering Mengonsumsi MSG, Benarkah Berbahaya bagi Kesehatan?

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Kebaruan. Dampak sering mengonsumsi MSG jadi topik yang terus diperdebatkan di kalangan masyarakat. Penyedap rasa ini hampir ada di setiap masakan sehari-hari. Mulai dari mi instan, jajanan kaki lima, sampai masakan rumahan, MSG atau monosodium glutamat jadi andalan banyak orang untuk bikin rasa masakan lebih gurih. Meski begitu, stigma negatif soal MSG masih melekat kuat […]

  • 6 Cafe Jazz Jakarta dengan Musik Jazz Live yang Wajib Kamu Kunjungi

    6 Cafe Jazz Jakarta dengan Musik Jazz Live yang Wajib Kamu Kunjungi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Ada sesuatu yang ajaib ketika kamu duduk di sudut cafe yang remang, kopi di tangan, dan tiba-tiba saxofon mulai mengalun pelan dari panggung kecil di depanmu. Jakarta punya banyak sudut seperti itu. Saya akan recomendasikan Cafe Jazz Jakarta yang oke menurut ku. Kota ini menyimpan deretan cafe dengan musik jazz live yang kualitasnya tidak […]

  • Betrand Peto Ungkap Rasa Bangga pada Ruben Onsu di Tengah Ramainya Isu Pascacerai

    Betrand Peto Ungkap Rasa Bangga pada Ruben Onsu di Tengah Ramainya Isu Pascacerai

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kedekatan antara Betrand Peto dan Ruben Onsu kembali menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai isu yang muncul setelah perceraian Ruben dengan Sarwendah, Betrand menunjukkan dukungan penuh kepada sosok yang selama ini dianggap sebagai ayahnya. Melalui unggahan di media sosial, remaja yang akrab disapa Onyo itu membagikan potret kebersamaannya dengan Ruben. Foto tersebut langsung menarik […]

  • 10 Makanan Khas Semarang yang Sayang Dilewatkan Saat Berkunjung

    10 Makanan Khas Semarang yang Sayang Dilewatkan Saat Berkunjung

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Makanan khas Semarang bukan cuma soal Lawang Sewu dan Kota Lama yang instagramable. Kota ini juga punya deretan kuliner yang bikin lidah susah move on. Perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa terasa kental dalam setiap masakannya, menghasilkan cita rasa gurih, manis, dan pedas yang khas. Berikut 10 makanan yang wajib dicicipi begitu menginjakkan kaki di […]

expand_less