Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Ketua Grand Imam Sedunia
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Indonesia kini memegang kursi kepemimpinan di forum para imam besar dunia. Menteri Agama Nasaruddin Umar meraih posisi Ketua Grand Imam Sedunia dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta, Minggu (27/9/2026). Namun, sebagian media menyebut jabatan itu “Presiden Grand Imam Sedunia”.
Sekitar 70 delegasi dari 45 negara hadir dalam forum tersebut.
Kenapa Nasaruddin?
Nasaruddin juga menjabat Imam Besar Masjid Istiqlal. Karena itu, banyak media menilai sosoknya mewakili pengalaman panjang Indonesia dalam kerukunan, dialog antaragama, dan perdamaian. Ia lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 1959. Selain itu, ia memimpin Istiqlal sejak Januari 2016. Lalu, sejak Oktober 2024, ia menjabat Menteri Agama di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Tema dan Isu yang Dibahas
Konferensi mengusung tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace”. Gagasan utamanya sederhana: masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban, pendidikan, pelayanan sosial, dan perdamaian.
Selain itu, para delegasi membahas toleransi beragama, pelestarian lingkungan, dan kualitas pendidikan. Mereka juga menyoroti peran lembaga keagamaan menghadapi kecerdasan buatan.
Sehari sebelumnya, Nasaruddin membuka forum pada Sabtu (26/9/2026). Ia mengajak para imam menjadi duta perdamaian. Sebagai langkah nyata, ia meminta peserta menjadikan masjid sebagai “meeting point”.
Agenda ke Depan
Para peserta membahas rencana wadah internasional yang mempertemukan imam besar dari berbagai negara. Di samping itu, mereka menyusun dokumen bernama “Jakarta Understanding”. Namun, isi lengkapnya belum muncul dalam pemberitaan.
Bagi Indonesia, posisi ini membuka ruang baru dalam diplomasi agama. Dengan demikian, pemerintah punya peluang memperkenalkan pengalaman mengelola keberagaman ke panggung dunia. Meski begitu, publik masih menunggu rincian struktur organisasi, masa jabatan, dan program konkret Nasaruddin.
- Penulis: Firmansyah
