Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Berapa Gaji Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri? Ini Rinciannya

Berapa Gaji Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri? Ini Rinciannya

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • visibility 270
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Pertanyaan soal berapa gaji Suyudi Ario Seto mulai ramai dicari publik. Presiden Prabowo Subianto baru saja melantiknya sebagai Kapolri baru di Istana Negara, Kamis (1/10/2026). Suyudi menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang hari itu juga beralih menjabat Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Bersamaan dengan pelantikan ini, Suyudi juga menerima kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi. Pangkat ini merupakan yang tertinggi dalam struktur kepangkatan Polri.

Gaji Pokok: Rp5,65 Juta sampai Rp6,4 Juta

Gaji pokok Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri mengikuti ketentuan untuk pangkat Jenderal Polisi. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga Belas atas PP Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Polri, dan berlaku sejak 1 Januari 2024.

Besarannya berkisar antara Rp5.657.400 hingga Rp6.405.500 per bulan, tergantung masa kerja golongan. Angka ini murni gaji pokok. Suyudi belum menerima tunjangan apa pun dari angka tersebut.

Tunjangan Kinerja Jauh Lebih Besar dari Gaji Pokok

Komponen terbesar penghasilan Kapolri justru datang dari tunjangan kinerja, bukan gaji pokok. Perpres Nomor 103 Tahun 2018 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Polri mengatur besaran ini secara khusus. Kapolri menerima tunjangan kinerja sebesar 150 persen dari tunjangan kinerja kelas jabatan 17 di lingkungan Polri.

Lampiran Perpres tersebut mencantumkan nilai tunjangan kinerja kelas jabatan 17 sebesar Rp29.085.000 per bulan. Setelah dikalikan 150 persen, Kapolri menerima tunjangan kinerja sekitar Rp43.627.500 per bulan.

Total Gaji Pokok dan Tukin

Jumlahkan gaji pokok dan tunjangan kinerja, maka totalnya berkisar Rp49.284.900 hingga Rp50.033.000 per bulan. Namun, angka ini belum mencerminkan penghasilan bersih Suyudi secara keseluruhan. Kapolri masih berhak atas sejumlah tunjangan dan fasilitas lain di luar dua komponen tersebut.

Fasilitas Lain yang Melekat pada Jabatan Kapolri

Selain gaji pokok dan tunjangan kinerja, posisi Kapolri biasanya turut mendapat fasilitas kedinasan sebagai bentuk dukungan pelaksanaan tugas. Fasilitas ini mencakup rumah dinas, kendaraan operasional, serta pengamanan dan protokoler resmi. Namun, publik tidak bisa menyamakan atau menjumlahkan fasilitas semacam ini langsung dengan komponen gaji pokok maupun tunjangan kinerja, karena sifatnya penunjang tugas, bukan penghasilan tunai.

Penghasilan Berbeda dari Posisi Sebelumnya di BNN

Penting dicatat, besaran gaji Suyudi sebagai Kapolri berbeda dari penghasilannya saat masih menjabat Komjen Pol dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Jabatan dan pangkat yang berbeda membawa skema tunjangan kinerja yang berbeda pula. Karena itu, publik perlu membedakan dengan jelas antara penghasilan lama dan penghasilan barunya setelah dilantik menjadi Kapolri.

Sekilas Perjalanan Karier Suyudi

Suyudi lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Ia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai perwira spesialis reserse. Kariernya bermula dari Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, lalu berlanjut ke posisi Kasat Reskrim di beberapa polres, hingga Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya.

Kariernya terus menanjak lewat jabatan Wakapolda Metro Jaya (2023), Kapolda Banten (2024), hingga Kepala BNN sejak 25 Agustus 2025. Sebelum resmi dilantik Kapolri, Komisi III DPR lebih dulu menyetujui pencalonannya lewat uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Dengan segudang pengalaman di bidang reserse dan penegakan hukum, publik kini menanti kinerja Suyudi memimpin Korps Bhayangkara. Mereka juga penasaran bagaimana ia mengelola tanggung jawab besar yang mengiringi gaji dan tunjangan jabatan barunya sebagai Kapolri.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benarkah Minum Air Hangat Lalu Air Es Bisa Sebabkan Anyang-anyangan?

    Benarkah Minum Air Hangat Lalu Air Es Bisa Sebabkan Anyang-anyangan?

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Kebaruan. Anggapan bahwa minum air hangat lalu disusul air es bisa memicu anyang-anyangan sudah lama beredar di masyarakat. Banyak orang tua melarang kebiasaan ini karena dianggap sebagai penyebab utama sakit saat buang air kecil. Namun, secara medis, klaim tersebut tidak punya dasar yang kuat. Anyang-anyangan Bukan Soal Suhu Air Anyang-anyangan atau dysuria adalah kondisi ketika […]

  • smartwatch-sultan

    10 Smartwatch Sultan 2026: dari Rp5 Jutaan hingga Rp850 Juta

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Kebaruan. Smartwatch sultan paling mahal yang saya temukan harganya mulai Rp850 jutaan, yaitu Brikk Lux Watch Omni. Sementara itu, deretan model premium dari Garmin, Apple, dan Samsung berada di kisaran belasan juta rupiah. Karena itu, saya mengurutkan 10 pilihan ini kira-kira dari yang termahal. Namun, harga di bawah hanya rujukan dari sumber yang saya baca, […]

  • Menutup Rumah Saat Maghrib, Ini Alasan di Balik Tradisi Turun-Temurun Ini

    Menutup Rumah Saat Maghrib, Ini Alasan di Balik Tradisi Turun-Temurun Ini

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Kebaruan. Menutup rumah saat maghrib jadi kebiasaan yang diwariskan turun-temurun di banyak keluarga Indonesia. Kebiasaan ini mengakar kuat, terutama di kalangan masyarakat Jawa dan Melayu. Begitu azan berkumandang, pintu dan jendela langsung tertutup rapat. Lampu dinyalakan, anak-anak pun dipanggil masuk ke dalam rumah. Banyak orang mengikutinya tanpa benar-benar tahu alasan di baliknya. Ternyata, kebiasaan ini […]

  • Kelereng dan Karet Loncat Jadi Suvenir HUT RI 2026, Ini Alasannya

    Kelereng dan Karet Loncat Jadi Suvenir HUT RI 2026, Ini Alasannya

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Panitia Istana membagikan suvenir HUT RI 2026 langsung kepada tamu undangan yang hadir di Halaman Istana Merdeka pagi tadi, Senin (17/8/2026). Buat kamu yang penasaran apa saja isinya, jawabannya cukup unik dan jauh dari kesan formal. Momen pembagian suvenir ini selalu bikin masyarakat rela war tiket demi bisa masuk ke lokasi upacara. Isinya berganti tiap […]

  • Kabar Terbaru Timnas Iran Diminta Segera Tinggalkan Amerika Serikat Usai Laga Piala Dunia

    Kabar Terbaru Timnas Iran Diminta Segera Tinggalkan Amerika Serikat Usai Laga Piala Dunia

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kabar mengejutkan datang dari Timnas Iran yang baru saja berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Otoritas terkait meminta tim tersebut untuk segera meninggalkan wilayah Amerika Serikat tepat pada hari yang sama setelah mereka merampungkan pertandingan. Arahan langsung ini disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, kepada skuad asuhan pelatih […]

  • Prabowo Subianto Apresiasi Sikap PDIP sebagai Penyeimbang di Parlemen

    Prabowo Subianto Apresiasi Sikap PDIP sebagai Penyeimbang di Parlemen

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada PDI Perjuangan (PDIP) yang memilih berada di luar struktur koalisi pemerintah. Pernyataan ini muncul saat Prabowo Subianto menutup pidato terkait pandangan pemerintah mengenai ekonomi makro dan fiskal tahun 2027 di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Prabowo Subianto menekankan pentingnya mekanisme check and balances dalam sistem demokrasi […]

expand_less