Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Bullying di SD Pemalang: Siswa Kelas 2 Meninggal, Ini Fakta Terbaru

Bullying di SD Pemalang: Siswa Kelas 2 Meninggal, Ini Fakta Terbaru

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Seorang siswa kelas 2 SDN 01 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026) setelah diduga menjadi korban bullying kakak kelasnya. Korban bernama Aqib, berusia tujuh tahun. Polisi menyebut dua anak kelas 5 diduga terlibat. Hasil autopsi resmi belum keluar, sehingga penyebab kematian belum diumumkan. Kepala sekolah sudah dinonaktifkan.

Kronologi kejadian

Menurut polisi, kekerasan itu terjadi pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, saat jam istirahat, di depan kamar kecil sekolah. Sekitar lima hari kemudian, tepatnya Kamis (17/9), keluarga membawa Aqib ke RSUD M Ashari Pemalang. Ia dirawat sembilan hari, lalu pulang.

Setelah tiga hari di rumah, kondisinya memburuk. Ibunya, Diah, mengatakan Aqib mengeluh sakit perut, sulit berjalan, dan memiliki memar di perut dan kaki. Pada Rabu sore, saat keluarga hendak membawanya kembali ke rumah sakit, Aqib meninggal dalam perjalanan. Sebelum meninggal, ia sempat bercerita dipukul dan ditendang saat istirahat. Ayahnya, Nurwandi, mengatakan Aqib menunjuk anak-anak yang ia maksud dari foto.

Perkembangan penyelidikan polisi

Polres Pemalang mengaku mengetahui kasus ini dari informasi masyarakat. Keluarga baru resmi mendatangi polres pada Jumat (2/10). Tim Biddokkes Polda Jateng melakukan autopsi pada Kamis (1/10), dan penyidik ikut mendampingi.

Penyidik memeriksa kepala sekolah, guru, kedua orang tua korban, dan dua anak sebagai saksi. Kasat Reskrim Polres Pemalang menyebut korban sempat menunjuk dua kakak kelas kelas 5 dari foto. Satu anak lain yang semula disebut terlibat, menurut keterangan saksi, tidak terlibat. Saksi anak melihat kejadian itu, tetapi tidak berani melapor ke guru. Polisi juga belum menemukan indikasi pemalakan, dan membantah kabar bahwa salah satu anak yang didalami adalah anak anggota Polri. Untuk saat ini, polisi menyebut pemicu awalnya berupa ketersinggungan.

Identitas anak yang diduga terlibat tidak ditulis di sini karena mereka masih di bawah umur.

Sanksi untuk kepala sekolah

Plt Bupati Pemalang Nurkholes mengonfirmasi bahwa Kepala SDN 01 Kebondalem, Erning Rustini, dinonaktifkan sejak Selasa (6/10/2026). Ia menyebut keputusan itu sebagai bentuk pertanggungjawaban atas peristiwa di lingkungan sekolah. Sekda Pemalang Bagus Sutopo menambahkan bahwa yang bersangkutan juga akan diperiksa terkait dugaan pelanggaran sebagai ASN. Pemkab masih menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

Sikap KPAI, DPR, dan KemenPPPA

Komisioner KPAI Diyah Puspitarini mendorong proses hukum tetap berjalan, meski anak yang diduga terlibat belum berusia 12 tahun. Prosesnya mengacu pada UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) dan UU Perlindungan Anak. KPAI juga meminta media memakai istilah yang tidak menghakimi, seperti “anak yang diduga terlibat”, karena status hukum anak belum ditetapkan. Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mendesak proses hukum sesuai ketentuan, dengan memperhatikan usia. Sementara itu, Menteri PPPA meminta polisi mengungkap fakta kematian korban secara terang.

Pelajaran soal bullying di sekolah

Kasus ini menyoroti lemahnya pengawasan saat jam istirahat. Bullying sering berjalan tanpa terlihat guru karena anak takut melapor. Orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku, seperti anak mendadak pendiam, enggan ke sekolah, atau mengeluh sakit tanpa sebab jelas. Sekolah perlu membuka jalur pelaporan yang aman bagi siswa. Jika Anda mengetahui kekerasan terhadap anak, laporkan ke guru, KPAI, atau unit PPA kepolisian setempat.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam (2)

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Simak Rincian Lengkapnya

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Harga Emas Antam mencatatkan tren penguatan pada perdagangan hari Rabu, 17 Juni 2026. Logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk ini kini menempati level Rp2.733.000 untuk ukuran 1 gram. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar Rp4.000 dibandingkan harga pada hari sebelumnya yang berada di posisi Rp2.729.000. Pergerakan positif ini tentu menjadi perhatian bagi para investor […]

  • nomor-telepon-darurat-indonesia

    Nomor Darurat di Indonesia: Damkar, Polisi, Tim Sar dan Ambulans

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Nomor telepon darurat wajib kamu simpan di ponsel, bukan cuma dihafal sekilas lalu lupa. Situasi genting seperti kebakaran, kecelakaan, atau serangan jantung butuh respons cepat, dan tahu nomor yang tepat bisa menyelamatkan nyawa. Artikel ini merangkai daftar lengkap nomor darurat di Indonesia, dari pemadam kebakaran sampai layanan lain yang jarang diketahui banyak orang. Simpan […]

  • keluarga-ungkap-sutrimo-kerja-untuk-febrie-adriansyah

    Keluarga Ungkap Awal Mula Sutrimo Bekerja untuk Febrie Adriansyah

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kasus kematian misterius Sutrimo, pria yang disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, terus bergulir. Polisi kini mendalami berbagai aspek untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya di Jakarta Selatan. Di tengah proses penyelidikan, pihak keluarga akhirnya angkat bicara soal pekerjaan Sutrimo selama ini. Melalui kuasa hukum keluarga, Aan Rohaeni, terungkap bahwa keluarga […]

  • Ternak Lele Pemula

    Panduan Realistis Ternak Lele 2026: Mengapa Sistem Bioflok Menjadi Penyelamat Budidaya Skala Rumahan?

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Memulai bisnis ternak lele seringkali terlihat mudah di atas kertas, namun realita di lapangan seringkali berkata lain. Banyak pemula yang harus gulung tikar dalam tiga bulan pertama hanya karena mengabaikan satu hal krusial: kualitas air. Berdasarkan data teknis per April 2026, kunci keberhasilan budidaya lele saat ini bukan lagi sekadar memberi pakan yang banyak, […]

  • mahasiswa-demo-dpr-temui-pimpinan

    Mahasiswa Masuk Gedung DPR dan Temui Pimpinan Parlemen — Bawa Tuntutan Soal BBM hingga Supremasi Sipil

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Mereka tidak hanya berteriak di luar gerbang. Mereka masuk. Jumat sore, 19 Juni 2026, puluhan perwakilan mahasiswa dari empat kelompok yang sejak siang berunjuk rasa di depan gerbang utama DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, akhirnya memasuki kompleks parlemen. Sekitar pukul 17.54 WIB, mereka mulai masuk melalui pintu kecil di samping gerbang utama […]

  • Mojtaba Khamenei

    Iran Tegas Menolak Ajakan Pertemuan Donald Trump dengan Mojtaba Khamenei

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Isu mengenai hubungan diplomatik kembali memanas setelah muncul kabar ajakan pertemuan dari Donald Trump kepada Mojtaba Khamenei. Pemerintah Iran secara terbuka memberikan respon negatif terhadap wacana pertemuan yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menekankan perlunya bersikap realistis dalam menghadapi dinamika politik global saat ini. Pandangan Pemerintah Iran […]

expand_less