SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Terintegrasi: Gedung 6 Lantai Rp101,3 Miliar
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Rp101,3 miliar mengubah dua sekolah tua di Pasar Rebo menjadi satu kompleks enam lantai. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau hasilnya pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia menggelontorkan anggaran itu untuk merevitalisasi SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Jakarta, lalu menyatukan keduanya dalam satu lingkungan pendidikan dengan fasilitas modern. Kedua sekolah berdiri di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Gedung Enam Lantai dengan Lift dan Smartboard
Wajah barunya jauh berbeda dari bangunan lama. Gedung sekolah kini menjulang enam lantai, dan tiap gedung memiliki lift untuk memudahkan mobilitas. Selain itu, Camat Pasar Rebo, Mujiono, menyebut lift itu membuat bangunan tetap ramah bagi penyandang disabilitas.
Di dalam kelas, siswa belajar dengan lebih tenang. Ruang kelas berdinding rapat, dan setiap kelas memiliki smartboard.
Lapangan Futsal dan Basket untuk Dua Sekolah
Fasilitas olahraga mendapat porsi besar. Di halaman depan, siswa bisa memakai lapangan futsal berumput sintetis dan lapangan basket. Selain itu, Pramono menyebut sekolah itu kini punya lapangan basket, lapangan sepak bola mini, dan sarana olahraga lain. Karena itu, Mujiono menjelaskan bahwa murid SD 05 dan SMP 91 memakai lapangan itu bersama.
Kenapa Pemprov menyatukan SDN 05 Pekayon dan SMPN 91?
Jawabannya soal lahan. Pramono menegaskan bahwa keterbatasan lahan di Jakarta membuat sekolah hasil renovasi kini menyatu dan bertingkat. Ia menambahkan, harga lahan yang makin mahal memaksa pemerintah memakainya seefektif mungkin supaya pilihan anak-anak bertambah. Dengan demikian, lahan yang bisa dipakai menjadi lebih luas.
Selain itu, bangunan lama sudah tidak cocok untuk kebutuhan sekarang. Menurut Pramono, SD dan SMP itu berusia sekitar 50 dan 60 tahun sebelum renovasi, dengan bentuk bangunan flat.
Anggaran dan Program Revitalisasi 19 Sekolah
Biaya proyek ini tidak kecil. Pramono menggelontorkan Rp101,3 miliar untuk merevitalisasi dan menyatukan kedua sekolah. Namun, proyek ini hanya satu bagian dari program yang lebih besar. Pemprov menyebutnya bagian dari perbaikan 19 sekolah di Jakarta. Sementara itu, Pemprov telah menyelesaikan renovasi 16 dari 19 gedung sekolah target, termasuk SDN 05 Pekayon dan SMPN 91. Pramono menegaskan pihaknya akan terus merevitalisasi sekolah lain yang perlu perbaikan.
Setahun Menumpang di Sekolah Lain
Perjalanan menuju gedung baru memakan waktu lama. Selama pembangunan, siswa dan guru kedua sekolah belajar dengan menumpang di sekolah lain selama sekitar setahun, lalu berencana pindah pada Senin, 10 Agustus 2026. Sebelum pindah, Kecamatan Pasar Rebo, anggota DPRD DKI, dan Suku Dinas Pendidikan meninjau gedung untuk memastikan fasilitasnya siap.
Apa Kata Gubernur
Soal kualitas, Pramono percaya diri. Ia mengatakan sekolah di Jakarta tidak kalah dengan sekolah di luar negeri. Meski begitu, publik masih menunggu bukti dari hasil belajar siswa, bukan hanya dari gedung.
- Penulis: Firmansyah
