Kebakaran Gunung Lawu Luas Terbakar 230 hingga 490 Hektare
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Berapa hektare yang hangus akibat kebakaran Gunung Lawu? Per Selasa (20/10/2026), BPBD Jawa Tengah menyebut 230 hektare, sedangkan BPBD Karanganyar memperkirakan 490 hektare. Kedua angka itu masih bersifat sementara. Api masih menyala, angin kencang menyulitkan petugas, dan pendataan belum selesai. Berikut perkembangannya hari demi hari.
Kamis, 15 Oktober: api pertama
Warga melaporkan api pertama di lereng Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, sekitar pukul 10.00 WIB. Api membesar pada sore harinya. Kebakaran menyasar alang-alang, tanaman perdu, dan tegakan pinus di kawasan hutan lindung. Dugaan sementara menyebut api berasal dari seresah atau tumpukan daun kering yang terbakar. Pada saat itu, jalur pendakian Lawu sudah ditutup total.
Sabtu, 17 Oktober: 100 hektare dan status tanggap darurat
Dua hari kemudian, pantauan drone thermal mendeteksi sekitar 11 titik api, naik dari empat sampai enam titik sebelumnya. Luas lahan terbakar diperkirakan 100 hektare. Tim melakukan penyekatan di empat titik agar api tidak melebar.
Hari itu juga, Pemkab Karanganyar menetapkan status tanggap darurat lewat SK Bupati Nomor 300.2/768 Tahun 2026. Api mengarah ke pos bayangan jalur pendakian via Cemoro Kandang, dan berpotensi merambat ke wilayah Tambak, Kecamatan Ngargoyoso. Karena itu, petugas menyiapkan penyekatan di jalur pendakian via Tambak.
Senin, 19 Oktober: api merembet
Kobaran api masih terlihat dari area Segoro Gunung di sisi barat pada Senin malam. Harian Basis juga melaporkan kebakaran di kawasan Gunung Lawu sisi Magetan, Jawa Timur, yang meluas hingga melewati perbatasan Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Magetan mengoordinasikan patroli untuk membentengi wilayahnya.
Selasa, 20 Oktober: 230 sampai 490 hektare
Titik api melonjak. Menurut BPBD Jawa Tengah, data SiPongi mencatat 36 titik pada Selasa, padahal hari sebelumnya hanya 10. Hembusan angin kencang menjadi penyebab utama. Kondisi itu membuat api sulit padam dan lahan terbakar bertambah.
Angka luas ikut berubah. Gubernur Ahmad Luthfi menyebut sekitar 230 hektare di Desa Gondosuli. BPBD Karanganyar, melalui Kepala Pelaksana Sugiharjo, memperkirakan 490 hektare pada hari keenam penanganan. Pemerintah provinsi menegaskan luas kawasan terbakar masih dalam pendataan.
Bagaimana cara petugas memadamkan api?
Medan pegunungan menyulitkan armada pemadam konvensional. Karena itu, tim gabungan, yang mencakup 244 personel, memadamkan api secara manual dan menyekat jalur penyebaran. Pemadaman udara lewat water bombing diupayakan, tetapi angin kencang dan awan tebal menghambat helikopter. BPBD Karanganyar juga menambah posko menjadi empat titik, termasuk satu di Cetho.
Di tengah itu, Pemprov Jawa Tengah meminta polisi menyelidiki penyebab kebakaran. Gunung Sumbing di Wonosobo juga mengalami karhutla, sehingga sumber daya terbagi.
Apa yang perlu diketahui warga dan pendaki
Pertama, jalur pendakian Gunung Lawu tetap ditutup sampai kondisi dinyatakan aman. Kedua, warga di lereng perlu mengikuti arahan petugas dan menyiapkan antisipasi asap. Ketiga, jangan membuang puntung rokok atau membakar sampah di area rawan saat kemarau.
Pantau perkembangan dari BPBD setempat. Luas lahan terbakar bisa berubah saat petugas menyelesaikan pendataan.
- Penulis: Firmansyah
