Kebaruan.com Anggaran DPR dan pemerintah menjadi topik hangat dalam rapat kerja bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) hari Rabu (10/6/2026). Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kondisi keuangan lembaganya yang sedang menghadapi tantangan berat. Saat ini, kementerian hanya menerima pagu indikatif senilai Rp 2,01 triliun untuk tahun 2027. Nilai tersebut mencatatkan penurunan signifikan sebesar Rp 488,16 miliar, atau sekitar 19,5% jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2026.
Tekanan Belanja Operasional
Situasi ini semakin sulit karena porsi belanja pegawai serta operasional terus membengkak setiap tahun. Pada tahun 2023, biaya operasional hanya memakan porsi 25% dari total anggaran. Namun, dalam pagu indikatif 2027, persentase tersebut melonjak tajam hingga menyentuh angka 73,19%. Akibatnya, dana yang tersisa untuk program pengembangan industri nasional tersisa sangat sedikit, yakni hanya 26,81% saja.
Kondisi tersebut tentu mengkhawatirkan karena sektor industri merupakan pilar utama ekonomi nasional. Kemenperin memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan hilirisasi, dekarbonisasi, hingga transformasi industri digital. Jika dana pengembangan terus terpangkas, target pertumbuhan manufaktur, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja akan sulit tercapai.
Mengusulkan Tambahan Anggaran
Merespons hal tersebut, pihak kementerian mengajukan usulan tambahan kepada pemerintah serta Anggaran DPR sebesar Rp 1,59 triliun. Tambahan dana ini akan dipakai untuk berbagai program strategis yang sangat mendesak. Beberapa fokus utamanya mencakup restrukturisasi mesin industri dan penguatan Industri Kecil Menengah (IKM).
Selain itu, kementerian ingin memaksimalkan program hilirisasi sumber daya alam serta pendidikan vokasi guna menyiapkan tenaga kerja terampil. Menteri Agus menekankan bahwa tambahan dana ini krusial demi menjaga produktivitas serta daya saing industri nasional. Melalui dukungan Anggaran DPR yang lebih memadai, kementerian optimis seluruh program prioritas tersebut dapat terlaksana dengan maksimal.
Sinergi antara pemerintah dan para pembuat kebijakan sangat dibutuhkan saat ini. Sektor industri harus terus tumbuh agar stabilitas ekonomi terjaga dengan baik. Kemenperin kini menunggu keputusan lebih lanjut terkait pengajuan tambahan dana tersebut agar target tahun 2027 tetap bisa diwujudkan sesuai harapan.
