Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bantargebang Overload, Sampah Jakarta Bakal Dialihkan ke Mana?

Bantargebang Overload, Sampah Jakarta Bakal Dialihkan ke Mana?

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com TPST Bantargebang sudah lama jadi tumpuan utama pembuangan sampah warga Jakarta. Sayangnya, kondisinya kini nyaris menyentuh titik kritis—kapasitas penampungan yang terus menyusut memaksa pemerintah mengambil langkah darurat.

Bantargebang, Aset DKI yang Berlokasi di Bekasi

Banyak orang mengira Bantargebang murni fasilitas milik Kota Bekasi, padahal faktanya berbeda. TPST ini berdiri di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, tapi statusnya tetap aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak beroperasi pada 1989.

Lokasinya tersebar di tiga kelurahan: Ciketing Udik, Cikiwul, dan Sumur Batu, dengan total luas lahan mencapai 110,3 hektare. Karena statusnya sebagai fasilitas DKI, praktis seluruh sampah yang masuk ke sini berasal dari wilayah DKI Jakarta—mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Timur.

Volume sampah yang masuk pun tidak main-main. Rata-rata Bantargebang menampung 6.500 sampai 7.000 ton sampah per hari, hasil aktivitas jutaan warga ibu kota setiap harinya.

Kondisi Overload dan Insiden Longsor

Puncak masalahnya terjadi pada 8 Maret 2026, ketika longsor sampah melanda kawasan TPST ini dan bahkan menimbulkan korban jiwa. Insiden ini jadi alarm keras bagi pemerintah soal betapa mendesaknya kondisi Bantargebang saat itu.

Total timbunan sampah di lokasi ini sudah mencapai 38 juta ton sepanjang 35 tahun beroperasi. Selain risiko longsor, emisi gas metana yang terus meningkat juga memperburuk kualitas lingkungan sekitar, mengancam kesehatan warga yang tinggal berdekatan dengan area pembuangan.

Menanggapi kondisi darurat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta langsung membatasi kuota ritasi sampah yang masuk. Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan pembatasan sementara ini jadi bagian dari proses pemulihan pascalongsor.

“Pembatasan operasional ini merupakan bagian dari upaya penataan dan pemulihan kawasan TPST Bantargebang pasca longsor,” ujar Dudi.

Selama masa pemulihan tersebut, DLH DKI Jakarta membatasi kuota ritasi sampah menjadi sekitar 700 rit per hari saja—jauh lebih rendah dari kondisi normal sebelumnya.

Kemana Sampah Akan Dialokasikan Mulai Agustus 2026?

Inilah jawaban paling krusial yang Anda cari: pemerintah tidak lagi mengandalkan sistem lama. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan wilayahnya tidak bisa terus bergantung pada sistem penimbunan terbuka seperti sebelumnya.

Ia pun menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Lewat kebijakan ini, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu terhitung mulai 1 Agustus 2026.

“Pemilahan menjadi langkah penting menangani persoalan sampah Jakarta,” ucap Pramono.

Konsekuensinya jelas bagi Anda sebagai warga Jakarta: sampah organik dan yang masih bisa didaur ulang wajib dipilah sejak dari rumah tangga masing-masing. Hanya residu—sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi—yang boleh diangkut menuju Bantargebang.

Sistem Controlled Landfill Gantikan Open Dumping

Selain kebijakan pemilahan dari sumber, Pemprov DKI juga mengubah total metode pengolahan di lokasi TPST. Sistem controlled landfill akan menggantikan praktik open dumping yang selama ini berjalan.

“Mulai 1 Agustus, kami memulai transisi secara bertahap dari praktik open dumping menuju pengelolaan controlled landfill,” tegas Dudi.

Lewat sistem baru ini, sampah tidak lagi ditumpuk secara terbuka begitu saja. Petugas akan memadatkan sampah, menatanya berlapis, lalu menutupnya dengan material khusus guna menekan bau, risiko kebakaran, dan potensi longsor susulan.

Data terkini menunjukkan praktik open dumping pada kuartal II 2026 masih mencakup 72,56 persen dari total pengelolaan sampah di Bantargebang. Target pemerintah, angka ini turun jadi 50,34 persen pada kuartal III dan IV 2026, sementara porsi controlled landfill naik mencapai 8,39 persen di periode yang sama.

Rencana Jangka Panjang: Fasilitas Pengolahan di Luar Bantargebang

Sebenarnya, wacana mengurangi ketergantungan pada Bantargebang sudah muncul sejak lama. Masterplan pengelolaan sampah DKI Jakarta yang disusun pada 2012 silam sempat merancang lima titik fasilitas pengolahan baru: Marunda, Cakung, Cilincing, Sunter, dan Duri Kosambi.

Sayangnya, hingga kini rencana tersebut belum sepenuhnya terealisasi, sehingga Jakarta masih harus bergantung penuh pada Bantargebang sebagai lokasi pembuangan utama. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga tengah menyiapkan sarana pendukung pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sebagai bagian dari solusi jangka panjang mengurangi beban timbunan sampah konvensional.

Yang Bisa Anda Lakukan Sebagai Warga

Menghadapi kebijakan baru ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda mulai terapkan dari rumah:

  • Pisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, sesuai arahan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026
  • Manfaatkan fasilitas bank sampah terdekat untuk sampah yang masih bernilai daur ulang
  • Kurangi penggunaan barang sekali pakai, sehingga volume residu yang perlu dibuang ke TPST bisa ditekan
  • Olah sampah organik secara mandiri, misalnya lewat komposter rumah tangga, guna mengurangi beban akhir ke Bantargebang

Transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan ini tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif warga. Kebiasaan memilah sampah dari rumah bukan sekadar imbauan, melainkan syarat mutlak agar kebijakan baru ini benar-benar efektif menyelamatkan kondisi Bantargebang ke depannya.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • iPhone 18 Series Kabarnya Meluncur 9 September, iPhone Ultra Paling Dinanti

    iPhone 18 Series Kabarnya Meluncur 9 September, iPhone Ultra Paling Dinanti

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Penggemar Apple sudah bisa mulai menandai kalender. Rabu, 9 September 2026 waktu Amerika Serikat, kabarnya jadi hari besar peluncuran generasi terbaru iPhone 18. Lokasinya kemungkinan besar tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni Steve Jobs Theater di Cupertino, California, pukul 10.00 waktu setempat atau sekitar tengah malam WIB menjelang Kamis. Kenapa 9 September Jadi Tanggal Favorit […]

  • Panduan Pemula Investasi Reksadana: Cara Aman Mulai Modal Kecil

    Panduan Pemula Investasi Reksadana: Cara Aman Mulai Modal Kecil

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Kebaruan.com memulai perjalanan di dunia pasar modal kini tidak lagi memerlukan modal jutaan rupiah yang memberatkan kantong. Bagi seorang pemula investasi reksadana, langkah paling krusial adalah memahami instrumen penempatan dana yang aman dan berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Banyak masyarakat menunda investasi karena mengira aktivitas ini hanya untuk kalangan berduit saja. Padahal, manajemen […]

  • Viral Anggota DPRD Jember Main Game Saat Rapat: Majelis Kehormatan Gerindra Layangkan Panggilan

    Viral Anggota DPRD Jember Main Game Saat Rapat: Majelis Kehormatan Gerindra Layangkan Panggilan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Majelis Kehormatan Partai Gerindra bergerak cepat merespons tindakan tidak terpuji salah satu kadernya di DPRD Jember. Achmad Syahri As Sidiqi, anggota dewan yang menjadi sorotan, mendapatkan panggilan resmi untuk menghadap ke Jakarta setelah videonya saat rapat viral di jagat maya. Dalam rekaman yang beredar sejak 12 Mei 2026 tersebut, Achmad terlihat asyik menatap layar […]

  • Harga Minyak Dunia Naik Tipis 3 Juli 2026, Brent Sentuh USD72,13 di Tengah Harapan Damai AS-Iran

    Harga Minyak Dunia Naik Tipis 3 Juli 2026, Brent Sentuh USD72,13 di Tengah Harapan Damai AS-Iran

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pasar energi global hari ini menunjukkan wajah yang lebih kalem dibanding beberapa pekan lalu. Harga minyak dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026 pagi — setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak konflik Amerika Serikat dan Iran meletus pada akhir Februari lalu. Mengacu data Refinitiv pukul 09.35 WIB, harga minyak Brent […]

  • Antara Dominasi dan Efisiensi: Mengapa Timnas U17 Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia?

    Antara Dominasi dan Efisiensi: Mengapa Timnas U17 Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia?

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kekalahan dalam sebuah derbi serumpun selalu meninggalkan rasa yang lebih perih dari biasanya. Hari ini, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Timnas U17 Indonesia harus menerima kenyataan pahit setelah menyerah 0-1 di tangan Malaysia pada laga penyisihan Grup A Piala AFF U17 2026. Meskipun skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tampil menekan hampir di sepanjang […]

  • Sinopsis Terikat Janji Episode 37: Dinner Romantis Sena dan Davina Berujung Teror Rahasia

    Sinopsis Terikat Janji Episode 37: Dinner Romantis Sena dan Davina Berujung Teror Rahasia

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Antusiasme penonton terhadap alur cerita Terikat Janji Episode 37 semakin memuncak seiring kembalinya Arya Saloka ke layar kaca. Setelah vakum selama tiga tahun, akting Arya sebagai sosok Sena benar-benar memukau para penggemar setianya di RCTI. Dalam tayangan Terikat Janji Episode 37 malam ini, penonton akan menyaksikan momen manis antara Sena dan Davina yang diperankan […]

expand_less