Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bantargebang Overload, Sampah Jakarta Bakal Dialihkan ke Mana?

Bantargebang Overload, Sampah Jakarta Bakal Dialihkan ke Mana?

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com TPST Bantargebang sudah lama jadi tumpuan utama pembuangan sampah warga Jakarta. Sayangnya, kondisinya kini nyaris menyentuh titik kritis—kapasitas penampungan yang terus menyusut memaksa pemerintah mengambil langkah darurat.

Bantargebang, Aset DKI yang Berlokasi di Bekasi

Banyak orang mengira Bantargebang murni fasilitas milik Kota Bekasi, padahal faktanya berbeda. TPST ini berdiri di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, tapi statusnya tetap aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak beroperasi pada 1989.

Lokasinya tersebar di tiga kelurahan: Ciketing Udik, Cikiwul, dan Sumur Batu, dengan total luas lahan mencapai 110,3 hektare. Karena statusnya sebagai fasilitas DKI, praktis seluruh sampah yang masuk ke sini berasal dari wilayah DKI Jakarta—mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Timur.

Volume sampah yang masuk pun tidak main-main. Rata-rata Bantargebang menampung 6.500 sampai 7.000 ton sampah per hari, hasil aktivitas jutaan warga ibu kota setiap harinya.

Kondisi Overload dan Insiden Longsor

Puncak masalahnya terjadi pada 8 Maret 2026, ketika longsor sampah melanda kawasan TPST ini dan bahkan menimbulkan korban jiwa. Insiden ini jadi alarm keras bagi pemerintah soal betapa mendesaknya kondisi Bantargebang saat itu.

Total timbunan sampah di lokasi ini sudah mencapai 38 juta ton sepanjang 35 tahun beroperasi. Selain risiko longsor, emisi gas metana yang terus meningkat juga memperburuk kualitas lingkungan sekitar, mengancam kesehatan warga yang tinggal berdekatan dengan area pembuangan.

Menanggapi kondisi darurat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta langsung membatasi kuota ritasi sampah yang masuk. Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan pembatasan sementara ini jadi bagian dari proses pemulihan pascalongsor.

“Pembatasan operasional ini merupakan bagian dari upaya penataan dan pemulihan kawasan TPST Bantargebang pasca longsor,” ujar Dudi.

Selama masa pemulihan tersebut, DLH DKI Jakarta membatasi kuota ritasi sampah menjadi sekitar 700 rit per hari saja—jauh lebih rendah dari kondisi normal sebelumnya.

Kemana Sampah Akan Dialokasikan Mulai Agustus 2026?

Inilah jawaban paling krusial yang Anda cari: pemerintah tidak lagi mengandalkan sistem lama. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan wilayahnya tidak bisa terus bergantung pada sistem penimbunan terbuka seperti sebelumnya.

Ia pun menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Lewat kebijakan ini, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu terhitung mulai 1 Agustus 2026.

“Pemilahan menjadi langkah penting menangani persoalan sampah Jakarta,” ucap Pramono.

Konsekuensinya jelas bagi Anda sebagai warga Jakarta: sampah organik dan yang masih bisa didaur ulang wajib dipilah sejak dari rumah tangga masing-masing. Hanya residu—sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi—yang boleh diangkut menuju Bantargebang.

Sistem Controlled Landfill Gantikan Open Dumping

Selain kebijakan pemilahan dari sumber, Pemprov DKI juga mengubah total metode pengolahan di lokasi TPST. Sistem controlled landfill akan menggantikan praktik open dumping yang selama ini berjalan.

“Mulai 1 Agustus, kami memulai transisi secara bertahap dari praktik open dumping menuju pengelolaan controlled landfill,” tegas Dudi.

Lewat sistem baru ini, sampah tidak lagi ditumpuk secara terbuka begitu saja. Petugas akan memadatkan sampah, menatanya berlapis, lalu menutupnya dengan material khusus guna menekan bau, risiko kebakaran, dan potensi longsor susulan.

Data terkini menunjukkan praktik open dumping pada kuartal II 2026 masih mencakup 72,56 persen dari total pengelolaan sampah di Bantargebang. Target pemerintah, angka ini turun jadi 50,34 persen pada kuartal III dan IV 2026, sementara porsi controlled landfill naik mencapai 8,39 persen di periode yang sama.

Rencana Jangka Panjang: Fasilitas Pengolahan di Luar Bantargebang

Sebenarnya, wacana mengurangi ketergantungan pada Bantargebang sudah muncul sejak lama. Masterplan pengelolaan sampah DKI Jakarta yang disusun pada 2012 silam sempat merancang lima titik fasilitas pengolahan baru: Marunda, Cakung, Cilincing, Sunter, dan Duri Kosambi.

Sayangnya, hingga kini rencana tersebut belum sepenuhnya terealisasi, sehingga Jakarta masih harus bergantung penuh pada Bantargebang sebagai lokasi pembuangan utama. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga tengah menyiapkan sarana pendukung pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sebagai bagian dari solusi jangka panjang mengurangi beban timbunan sampah konvensional.

Yang Bisa Anda Lakukan Sebagai Warga

Menghadapi kebijakan baru ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda mulai terapkan dari rumah:

  • Pisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, sesuai arahan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026
  • Manfaatkan fasilitas bank sampah terdekat untuk sampah yang masih bernilai daur ulang
  • Kurangi penggunaan barang sekali pakai, sehingga volume residu yang perlu dibuang ke TPST bisa ditekan
  • Olah sampah organik secara mandiri, misalnya lewat komposter rumah tangga, guna mengurangi beban akhir ke Bantargebang

Transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan ini tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif warga. Kebiasaan memilah sampah dari rumah bukan sekadar imbauan, melainkan syarat mutlak agar kebijakan baru ini benar-benar efektif menyelamatkan kondisi Bantargebang ke depannya.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Jampidsus Febrie Adriansyah dan Perannya dalam Mega Korupsi di Indonesia

    Mengenal Jampidsus Febrie Adriansyah dan Perannya dalam Mega Korupsi di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Nama Febrie Adriansyah kini sering menghiasi pemberitaan nasional. Beliau menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Kejaksaan Agung. Baru-baru ini, kediaman pribadinya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendapatkan pengamanan dari personel TNI. Pihak TNI menegaskan bahwa langkah ini diambil atas permintaan resmi dari institusi kejaksaan guna memberikan perlindungan kepada jaksa. […]

  • Marc Marquez Juara MotoGP Aragon 2026, Akui Blunder di Awal Balapan

    Marc Marquez Juara MotoGP Aragon 2026, Akui Blunder di Awal Balapan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Marc Marquez kembali menegaskan dominasinya di MotoGP Aragon 2026. Rider Ducati itu finis terdepan setelah melahap 23 lap dengan catatan waktu 41 menit 10,969 detik pada balapan yang digelar Minggu (30/8/2026) malam WIB. Marquez start dari posisi kedua. Begitu lampu start padam, ia langsung tancap gas dan merebut posisi terdepan dari rider Aprilia, Marco […]

  • Krisis Etika di FH UI: Menguak Sisi Gelap “Grup Chat” Mahasiswa dan Komitmen Kampus Terhadap Ruang Aman

    Krisis Etika di FH UI: Menguak Sisi Gelap “Grup Chat” Mahasiswa dan Komitmen Kampus Terhadap Ruang Aman

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Keburuan.com Dunia pendidikan tinggi di Indonesia kembali diguncang isu sensitif. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Sebanyak 16 mahasiswa diduga terlibat dalam praktik pelecehan seksual verbal melalui grup percakapan media sosial, sebuah kasus yang mencuat setelah jejak digital mereka tersebar luas di platform X (dahulu Twitter). Kronologi: Berawal dari […]

  • Analisis Lengkap Bagan Piala Dunia 2026: Jadwal Pertandingan Menuju Gelar Juara

    Analisis Lengkap Bagan Piala Dunia 2026: Jadwal Pertandingan Menuju Gelar Juara

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Piala Dunia 2026 menyajikan dinamika persaingan yang sangat ketat di fase gugur. Berdasarkan bagan terbaru yang beredar, tim-tim besar dunia sudah mengamankan posisi mereka untuk bertarung memperebutkan trofi bergengsi ini. Kita melihat banyak kejutan sejak babak awal hingga kini mencapai fase krusial yang menentukan langkah tim menuju partai puncak. Persaingan Sisi Kiri: Ujian Berat […]

  • Mahasiswa Bandung Serukan Reformasi Ekonomi, Soroti Rupiah Melemah dan Harga Pangan Naik

    Mahasiswa Bandung Serukan Reformasi Ekonomi, Soroti Rupiah Melemah dan Harga Pangan Naik

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Mahasiswa Bandung mulai menyuarakan tuntutan reformasi ekonomi di tengah meningkatnya tekanan terhadap kondisi perekonomian nasional. Sejumlah organisasi mahasiswa menggelar aksi di depan kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung. Aksi tersebut dipelopori oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bersama sejumlah kelompok mahasiswa lainnya yang tergabung dalam berbagai elemen gerakan kampus. […]

  • Siasat Bahlil Lahadalia Amankan Stok BBM: Menakar Peluang dan Risiko Impor Minyak dari Rusia di Tengah Tekanan Global

    Siasat Bahlil Lahadalia Amankan Stok BBM: Menakar Peluang dan Risiko Impor Minyak dari Rusia di Tengah Tekanan Global

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Wacana lama yang sempat mendingin kini kembali memanas di meja kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menteri Bahlil Lahadalia secara terbuka memberikan sinyal bahwa pemerintah sedang menimbang serius opsi pembelian minyak mentah (crude oil) dari Rusia. Langkah ini bukan sekadar urusan dagang biasa, melainkan strategi bertahan di tengah fluktuasi harga energi dunia […]

expand_less