Pengisian BBM Ganjil Genap? Ini Daftar Daerah yang Menerapkan per Oktober 2026
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Pengendara di Bali mulai Sabtu (17/10/2026) harus mencocokkan pelat nomor dengan tanggal sebelum masuk SPBU. Sistem BBM ganjil genap berlaku di seluruh pulau sampai Senin (19/10). Aturan serupa pernah berjalan di Kabupaten Sintang, Sulawesi Selatan, dan Luwu Utara. Pemerintah daerah yang menetapkannya, bukan pemerintah pusat.
Daerah yang menerapkan BBM ganjil genap
| Daerah | Periode | Cakupan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Bali | 17-19 Oktober 2026 | Seluruh SPBU Pertamina | Maks. 20 liter mobil, 3 liter motor |
| Kab. Sintang, Kalbar | Sejak 1 Oktober; perpanjangan 8-14 Oktober | Seluruh SPBU kabupaten | Ada batas nominal harian |
| Sulawesi Selatan | 13-20 September 2026 | Seluruh SPBU provinsi | Ojol dan taksi online dikecualikan di Makassar |
| Kab. Luwu Utara, Sulsel | Surat bupati 9 September 2026 | SPBU kabupaten | Wajib barcode; ambulans dikecualikan |
Status Sulsel dan Sintang setelah periode itu berakhir belum jelas. Cek pengumuman pemda dan Pertamina setempat sebelum berangkat.
Cara kerja sistem ganjil genap BBM
Aturannya sederhana. Angka terakhir pelat nomor menentukan hari pengisian. Kendaraan berakhiran 1, 3, 5, 7, atau 9 mengisi pada tanggal ganjil. Kendaraan berakhiran 0, 2, 4, 6, atau 8 mengisi pada tanggal genap.
Di Bali, jadwalnya konkret: pelat ganjil mengisi 17 dan 19 Oktober, pelat genap pada 18 Oktober. Pertamina bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengatur antrean di SPBU. Surat Gubernur juga memprioritaskan ambulans dan pemadam kebakaran. Truk hanya boleh mengisi pada malam hari.
Aturan ini membatasi pembelian di SPBU, bukan pergerakan kendaraan di jalan. Jadi, kendaraan tetap boleh melintas setiap hari.
Kenapa sejumlah daerah memberlakukannya
Pemicunya antrean panjang dan pasokan yang belum pulih. Di Bali, Pertamina menyiapkan 48 juta liter BBM di Terminal Sanggaran dan Manggis, cukup untuk 14-15 hari. Perusahaan itu juga membuka 66 SPBU selama 24 jam, terdiri dari 42 di Denpasar dan 24 di Badung, serta menambah 16 mobil tangki.
Konteksnya lebih luas. Suara Surabaya melaporkan sedikitnya 11 provinsi bermasalah pasokan, termasuk Bali, Papua Barat, Banten, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara. Namun, tidak semuanya menerapkan ganjil genap. Pertamina menegaskan pengaturan pelat nomor ini lokal dan situasional. Di Jawa, antrean umumnya sudah tidak terjadi.
Di tingkat nasional, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut stok Pertalite turun ke 16-18 hari dan menargetkan pemulihan ke 20 hari dalam sepekan. Pembatasan di daerah berjalan sambil menunggu stok itu pulih.
Pengecualian dan aturan tambahan
Setiap daerah menetapkan pengecualiannya sendiri. Sulsel membebaskan ojek online dan taksi online di Makassar, asalkan pengemudi menunjukkan aplikasi dan atribut. Luwu Utara mengecualikan ambulans dan mobil jenazah, tetapi mewajibkan barcode yang sesuai pelat nomor. Sintang menambah batas nominal pengisian harian.
Sebelum berangkat, periksa tiga hal: tanggal hari ini, angka terakhir pelat nomor, dan batas liter di daerah Anda. Pengendara yang membeli sesuai kebutuhan juga membantu memastikan stok SPBU cukup untuk semua orang.
- Penulis: Firmansyah
