Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup » BMKG Percepat Pengisian 240 Waduk Antisipasi Puncak El Nino Kuat 2026

BMKG Percepat Pengisian 240 Waduk Antisipasi Puncak El Nino Kuat 2026

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 143
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan.com Musim kemarau tahun ini terasa berbeda. BMKG mencatat indeks anomali suhu permukaan laut di kawasan Nino 3.4 sudah menyentuh angka +1,59. Angka ini menandakan El Nino 2026 sudah masuk kategori kuat dan berpeluang naik jadi sangat kuat. Puncaknya diperkirakan jatuh pada Agustus hingga September 2026, dan pemerintah tidak mau kecolongan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ratusan Waduk Jadi Prioritas

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan, pihaknya sudah duduk bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU. Keduanya mempercepat pengisian sekitar 240 bendungan di seluruh Indonesia sebelum dampak kekeringan makin melebar ke berbagai sektor.

Bukan semua waduk kebagian prioritas yang sama. Faisal menjelaskan, tim mendahulukan wilayah dengan potensi kekeringan paling parah. Sektor energi ikut terancam saat pasokan air ke PLTA menipis dan berimbas pada suplai listrik. Operasi modifikasi cuaca pun jadi jawaban BMKG untuk menahan penurunan itu.

Sejumlah lokasi sudah lebih dulu merasakan operasi ini, mulai dari Danau Toba, PLTA Poso di Sulawesi, hingga Daerah Aliran Sungai Citarum di Jawa Barat. Menurut Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto, tim sedang menjalankan operasi di Citarum agar pasokan air untuk energi, pertanian, dan kebutuhan warga tetap aman.

Wilayah Selatan Khatulistiwa Paling Terdampak

Tidak semua daerah kena imbas yang sama. BMKG memprediksi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, dan Sumatera bagian selatan bakal mengalami penurunan curah hujan paling tajam. Kategorinya rendah sampai sangat rendah saat puncak kemarau tiba. Kondisi ini jelas berbeda dengan La Nina 2025 yang justru membuat kemarau terasa basah.

Pemerintah juga menyiapkan langkah di sektor pangan selain menjaga volume air waduk. Tim mulai menyebar varietas tanaman tahan kekeringan dan menyesuaikan kalender tanam. Tujuannya supaya produksi pangan tidak anjlok selama musim kering berlangsung.

Antisipasi Karhutla Lebih Dini dari 2015

Ancaman kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan gambut, juga jadi perhatian serius. Faisal menyebut pendekatannya kali ini berbeda dari penanganan El Nino 2015 yang baru bergerak setelah api membesar. Sekarang, tim membasahi lahan gambut lebih dulu sebagai langkah pencegahan.

Kementerian Lingkungan Hidup memantau tinggi muka air gambut secara rutin. Begitu muka air turun di bawah satu meter, BMKG dan BNPB langsung menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk mendongkrak kelembapan lahan. Kalau penyemaian awan tidak berhasil karena awan tidak tersedia, BNPB mengambil alih lewat water bombing, penyemprotan, dan pembangunan kanal. Mereka juga menggandeng TNI, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah setempat.

Kemarau Bukan Cuma Bawa Petaka

Menariknya, El Nino tidak melulu membawa dampak buruk. BMKG melihat peluang di sektor energi terbarukan berbasis surya dan angin. Faisal menerangkan, tutupan awan yang berkurang justru membuat penyinaran matahari lebih maksimal. Kondisi ini mendongkrak performa pembangkit listrik tenaga surya. Beda cerita dengan PLTA yang justru butuh suntikan air lewat pengisian waduk agar pasokan listrik tetap stabil.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi sependapat. Ia melihat berkurangnya tutupan awan selama El Nino sebagai momentum untuk menggenjot produksi listrik dari PLTS. Sebab, intensitas sinar matahari yang diterima jadi jauh lebih tinggi dari biasanya.

Dengan kombinasi strategi ini, pemerintah berharap dampak El Nino kuat tahun ini bisa mengecil tanpa harus menunggu krisis air benar-benar terjadi. Strategi itu mencakup pengisian waduk, penyesuaian pola tanam, pencegahan karhutla lebih awal, sampai pemanfaatan energi surya.

[wpcode id=”2237″

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menanti Teror Terakhir: Kapan Pengabdi Setan 3 Rilis dan Apa yang Kita Tahu Sejauh Ini?

    Menanti Teror Terakhir: Kapan Pengabdi Setan 3 Rilis dan Apa yang Kita Tahu Sejauh Ini?

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Hingga 17 April 2026 pengabdi setan 3, antusiasme penggemar horor Indonesia terhadap kelanjutan kisah keluarga Rini masih berada di puncaknya. Berita terbaru dari industri film tanah air mengonfirmasi bahwa Joko Anwar belum secara resmi mengumumkan tanggal penayangan perdana yang spesifik di bioskop. Namun, dalam sesi wawancara terbaru, sang sutradara menekankan bahwa ia tidak ingin […]

  • Penggerebekan Markas Judi Online di Hayam Wuruk

    Penggerebekan Markas Judi Online di Hayam Wuruk: Ratusan WNA Terjaring Operasi Besar Polri

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Kepolisian Republik Indonesia (Polri) baru saja mengungkap praktik judi online skala besar yang beroperasi di sebuah gedung perkantoran kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan ratusan warga negara asing yang mengelola puluhan situs judi online terlarang. Brigjen Untung Widyatmoko menyebut bahwa lokasi ini sangat sulit terdeteksi dari luar karena bangunannya […]

  • PSG Cetak Sejarah, Sejajar dengan Ajax, Milan, dan Madrid di Piala Super Eropa

    PSG Cetak Sejarah, Sejajar dengan Ajax, Milan, dan Madrid di Piala Super Eropa

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Paris Saint-Germain baru saja menorehkan catatan langka di Eropa. Tim asuhan Luis Enrique mempertahankan gelar Piala Super Eropa. Mereka menang tipis 2-1 atas Aston Villa di Red Bull Arena, Salzburg, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB. Hasil ini mengulang pencapaian musim lalu, ketika PSG naik podium usai menyingkirkan Tottenham Hotspur lewat drama adu penalti. Duel di […]

  • Korupsi Motor Listrik MBG Terkuak: Menkeu Akui Kecele, Kejagung Usut Pengadaan BGN

    Korupsi Motor Listrik MBG Terkuak: Menkeu Akui Kecele, Kejagung Usut Pengadaan BGN

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bayangkan ribuan sepeda motor listrik MBG berderet rapi di dalam gudang — masih terbungkus plastik, belum pernah dipakai, dan kini terseret kasus korupsi besar. Itulah kondisi nyata yang terjadi di kawasan industri Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ribuan unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) masih terparkir di sana, tak bergerak, sementara Kejaksaan […]

  • Mengapa Job Fair Pemprov DKI Jakarta Sepi? Simak Analisis Gubernur Pramono Anung

    Mengapa Job Fair Pemprov DKI Jakarta Sepi? Simak Analisis Gubernur Pramono Anung

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Fenomena sepinya antusiasme masyarakat saat mengunjungi Job Fair yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belakangan ini menarik perhatian publik. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan pandangan pribadinya terkait kondisi tersebut. Ia menilai tren penurunan jumlah pelamar bukan semata karena kurangnya minat, melainkan indikasi positif bahwa semakin banyak warga Jakarta yang sudah mendapatkan pekerjaan. […]

  • bus-epa-persib-diserang-batang

    Bus EPA Persib Diserang di Rest Area Batang: Kronologi dan Sikap Klub

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kebaruan. Sekelompok orang menyerang bus rombongan EPA Persib U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada Minggu malam, 11 Oktober 2026. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Kaca bus pecah, laporan menyebut sejumlah koper hilang, dan seorang media officer mengalami kekerasan fisik. Persib menyatakan akan menempuh jalur hukum. Namun, identitas penyerang belum […]

expand_less